Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gibran Cek Langsung Kondisi Siswa Bawang Batang Korban Keracunan MBG

Kota Semarang
2 min read
Gibran Cek Langsung Kondisi Siswa Bawang Batang Korban Keracunan MBG
Wapres Gibran Rakabuming Raka melihat seorang siswa SD yang tampak kurus akibat keracunan MBG di Bawang Batang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi siswa korban dugaan keracunan MBG di RSUD Limpung, Batang, serta berdialog langsung dengan mereka yang masih menjalani perawatan.

  • Dinkes Batang mencatat 700 penerima manfaat MBG mengalami gejala keracunan; mayoritas sudah rawat jalan, sementara 34 pasien masih dirawat di RSUD Batang, RSUD Limpung, dan Puskesmas Bawang.

  • Pemerintah menelusuri penyebab melalui uji laboratorium sampel makanan, air, dan spesimen pasien, sekaligus mengevaluasi sanitasi, sertifikasi, inspeksi lingkungan, serta pelatihan penjamah makanan di SPPG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Batang, IDN Times - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memantau langsung kondisi para siswa sekolah yang mengalami keracunan MBG di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang. Hari ini, Senin (28/9/2026), Gibran datang ke RSUD Limpung Batang untuk melihat langsung seperti apa kondisi siswa yang masih terkulai lemas di bangsal.

Dalam kunjungan, Gibran menyapa satu per satu siswa dan berdialog untuk mengetahui kondisi mereka di tengah proses penanganan medis.

Berdasarkan data Dinkes Batang per Minggu pukul 07.00 tercatat sebanyak 700 penerima manfaat MBG di Batang mengalami gejala keracunan. 

Sebagian besar pasien sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Sedangkan 34 pasien masih dirawat di RSUD Batang, RSUD Limpung, dan Puskesmas Bawang.

Gibran datang ke Batang didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Terlihat juga Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, beserta jajaran Forkominda.

Di tengah proses penanganan, pemerintah masih menelusuri penyebab munculnya gejala yang dialami para penerima manfaat MBG. Pemeriksaan sampel makanan, air, dan spesimen pasien dilakukan untuk memastikan sumber kejadian.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Zulfachmi Wahab, mengatakan, penanganan kasus tersebut dilakukan sesuai standar operasional yang telah disiapkan untuk pelaksanaan MBG di Jawa Tengah di bawah koordinasi Wakil Gubernur Taj Yasin.

Menurut dia, evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian tersebut. Evaluasi meliputi ketersediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), hingga pelatihan bagi penjamah makanan.

“SPPG-nya harus dievaluasi, ketersediaan SLHS, sudah pernah ada inspeksi IKL, dan kursus pada penjamah makanan yang bekerja di sana,” kata Zul.

Ia menjelaskan, begitu muncul dugaan keracunan, puskesmas melakukan kunjungan ke lokasi terdampak dan SPPG. Petugas mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

Pemeriksaan juga mencakup sampel air serta spesimen pasien, seperti muntahan dan feses bagi mereka yang mengalami diare. Selain itu, petugas melakukan inspeksi sanitasi lingkungan, memeriksa dokumen, penggunaan alat pelindung diri, hingga peralatan kerja di SPPG.

Zulfachmi menambahkan, penjamah makanan pada umumnya telah mendapatkan pelatihan terkait pengolahan makanan dan pencegahan keracunan. Namun, penyebab pasti kejadian di Batang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Sampel airnya, makanan dan bahan makanan yang disajikan. Kalau ada muntahan, kita periksa pula muntahannya,” ujarnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More