Gak Ganti Mobil Listrik, Gibran: Belum Ada Pengadaan Kendaraan

Surakarta, IDN Times - Pertumbuhan mobil listrik di Indonesia mulai tumbuh. Belum lama ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk beralih menggunakan mobil listrik sebagai mobil dinas.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga lingkungan, sekaligus langkah mengurangi penggunakan bahan bakar fosil.
1. Masuk daftar rencana pengadaan mobil dinas

Menanggapi hal itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku melirik penggunakan mobil listrik untuk armada transportasi di Balaikota Surakarta. Pihaknya bahkan berencana untuk membeli mobil listrik jika ada pengadan mobil dinas di Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.
"Kalau di sini belum ada rencana pengadaan soalnya, ya nanti ke depan, mungkin kalau ada pembaruan atau peremajaan armada idealnya ya listrik," katanya saat ditemui IDN Times, Rabu (31/8/2022).
2. Belum ada rencana ganti mobil dinas

Lebih lanjut, Gibran mendukung konsep eco green--aktivitas yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan atau ramah terhadap lingkungan--di lingkungan kerjanya. Baginya, mobil listrik menjadi salah satu moda transportasi masa depan.
Ditanya soal rencana pergantian mobil listrik untuk mobil dinasnya, Gibran mengaku dalam waktu dekat belum ada rencana untuk mengganti mobil dinasnya. Selain belum ada rencana pengadaan, penggantian mobil dinas juga belum diperlukan.
"Gak, kalau saya dalam waktu dekat belum (akan ganti mobil dinas)," katanya.
3. Butuh SPKLU fast charging

Gibran tak menampik jika nantinya ada pengadaan mobil listrik, Pemkot Surakarta wajib menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Namun, ia menginginkan SPKLU tersebut memiliki fitur fast charging agar bisa lebih cepat mengisi daya mobil listrik sehingga mempercepat kinerja dan mobilitas ASN.
"Disediakan SPKLU wajib, SPKLU yang fast charging kayak yang di G20 Bali," pungkasnya.



















