Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gibran Cek Langsung Kondisi Siswa Bawang Batang Korban Keracunan MBG
Wapres Gibran Rakabuming Raka melihat seorang siswa SD yang tampak kurus akibat keracunan MBG di Bawang Batang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi siswa korban dugaan keracunan MBG di RSUD Limpung, Batang, serta berdialog langsung dengan mereka yang masih menjalani perawatan.

  • Dinkes Batang mencatat 700 penerima manfaat MBG mengalami gejala keracunan; mayoritas sudah rawat jalan, sementara 34 pasien masih dirawat di RSUD Batang, RSUD Limpung, dan Puskesmas Bawang.

  • Pemerintah menelusuri penyebab melalui uji laboratorium sampel makanan, air, dan spesimen pasien, sekaligus mengevaluasi sanitasi, sertifikasi, inspeksi lingkungan, serta pelatihan penjamah makanan di SPPG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minggu pukul 07.00

Dinkes Batang mencatat 700 penerima manfaat MBG mengalami gejala keracunan. Sebanyak 34 pasien masih dirawat di fasilitas kesehatan.

Hari ini, Senin (28/9/2026)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi RSUD Limpung Batang untuk memantau siswa korban keracunan MBG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memantau siswa penerima manfaat MBG yang mengalami gejala keracunan dan masih menjalani perawatan medis di Batang.
  • Who?
    Gibran Rakabuming Raka, siswa penerima MBG, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Batang M Faiz Kurniawan, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, dan jajaran Forkopimda terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Gibran mengunjungi RSUD Limpung di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pasien juga masih dirawat di RSUD Batang dan Puskesmas Bawang, Kecamatan Bawang.
  • When?
    Kunjungan dilakukan pada Senin, 28 September 2026. Data Dinas Kesehatan Batang hingga Minggu pukul 07.00 mencatat 700 penerima manfaat MBG mengalami gejala keracunan.
  • Why?
    Pemerintah masih menelusuri penyebab gejala keracunan. Hingga saat ini belum ada kepastian sumber kejadian karena hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanan, air, dan spesimen pasien masih ditunggu.
  • How?
    Puskesmas mengunjungi lokasi terdampak dan SPPG, mengambil sampel makanan, air, muntahan, serta feses pasien. Petugas juga memeriksa sanitasi, dokumen, alat pelindung diri, peralatan kerja, dan mengevaluasi SPPG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak siswa di Bawang, Batang, sakit setelah menerima makanan MBG. Gibran datang ke rumah sakit untuk melihat dan menyapa mereka. Dari 700 orang yang sakit, kebanyakan sudah pulang. Tapi 34 orang masih dirawat. Petugas sedang memeriksa makanan, air, dan sampel dari pasien untuk mencari tahu penyebabnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons terhadap kejadian di Batang menunjukkan penanganan yang terkoordinasi, dari kunjungan langsung Wakil Presiden kepada siswa hingga pemeriksaan medis dan laboratorium yang menyeluruh. Sebagian besar pasien telah dapat menjalani rawat jalan, sementara evaluasi sanitasi, dokumen, peralatan, dan pelatihan penjamah makanan dilakukan untuk menelusuri sumber kejadian secara cermat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Batang, IDN Times - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memantau langsung kondisi para siswa sekolah yang mengalami keracunan MBG di Kecamatan Bawang Kabupaten Batang. Hari ini, Senin (28/9/2026), Gibran datang ke RSUD Limpung Batang untuk melihat langsung seperti apa kondisi siswa yang masih terkulai lemas di bangsal.

Dalam kunjungan, Gibran menyapa satu per satu siswa dan berdialog untuk mengetahui kondisi mereka di tengah proses penanganan medis.

Berdasarkan data Dinkes Batang per Minggu pukul 07.00 tercatat sebanyak 700 penerima manfaat MBG di Batang mengalami gejala keracunan. 

Sebagian besar pasien sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Sedangkan 34 pasien masih dirawat di RSUD Batang, RSUD Limpung, dan Puskesmas Bawang.

Gibran datang ke Batang didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Terlihat juga Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, beserta jajaran Forkominda.

Di tengah proses penanganan, pemerintah masih menelusuri penyebab munculnya gejala yang dialami para penerima manfaat MBG. Pemeriksaan sampel makanan, air, dan spesimen pasien dilakukan untuk memastikan sumber kejadian.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Zulfachmi Wahab, mengatakan, penanganan kasus tersebut dilakukan sesuai standar operasional yang telah disiapkan untuk pelaksanaan MBG di Jawa Tengah di bawah koordinasi Wakil Gubernur Taj Yasin.

Menurut dia, evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian tersebut. Evaluasi meliputi ketersediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), hingga pelatihan bagi penjamah makanan.

“SPPG-nya harus dievaluasi, ketersediaan SLHS, sudah pernah ada inspeksi IKL, dan kursus pada penjamah makanan yang bekerja di sana,” kata Zul.

Ia menjelaskan, begitu muncul dugaan keracunan, puskesmas melakukan kunjungan ke lokasi terdampak dan SPPG. Petugas mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

Pemeriksaan juga mencakup sampel air serta spesimen pasien, seperti muntahan dan feses bagi mereka yang mengalami diare. Selain itu, petugas melakukan inspeksi sanitasi lingkungan, memeriksa dokumen, penggunaan alat pelindung diri, hingga peralatan kerja di SPPG.

Zulfachmi menambahkan, penjamah makanan pada umumnya telah mendapatkan pelatihan terkait pengolahan makanan dan pencegahan keracunan. Namun, penyebab pasti kejadian di Batang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Sampel airnya, makanan dan bahan makanan yang disajikan. Kalau ada muntahan, kita periksa pula muntahannya,” ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article