Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Guru Besar SDM Udinus: Teknologi Tanpa Keterlibatan Manusia Gak Ada Artinya
ilustrasi orang dengan teknologi modern (pexels.com/Antoni Shkraba)
  • Prof Kusni Ingsih dikukuhkan sebagai Guru Besar Manajemen Sumber Daya Manusia di Udinus Semarang.
  • Teknologi harus melibatkan partisipasi manusia, sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi hal yang utama dalam perkembangan teknologi.
  • Pengukuhan lima guru besar termasuk Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, M.M dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi dan penelitian di bidang masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Sumber daya teknologi tanpa melibatkan partisipasi manusia tidak akan ada manfaatnya sama sekali.

Di era kekinian, Guru Besar Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Udinus Semarang Prof Kusni Ingsih mengatakan teknologi masih berperan sebagai alat saja.

Yang paling penting adalah bagaimana menjaga kolaborasi dan memprioritaskan manusia dalam setiap inovasi.

“Tanpa kolaborasi dan keterlibatan manusia, teknologi tidak akan berarti banyak. Maka dari itu, kita harus terus berfokus pada pengembangan kemampuan dan potensi manusia, karena manusia adalah pendorong utama bagi kemajuan dalam setiap bidang,” ujar Prof Kusni usai pengukuhan guru besarnya di Patrajasa Semarang, Rabu (15/1/2025). 

1. SDM tetap jadi hal utama

Mengenai perkembangan teknologi, dirinya mengingatkan bahwa sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi hal yang utama.

Terkait pengukuhannya sebagai guru besar bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diterimanya.

Ia juga menanggapi pesan yang disampaikan oleh Rektor Udinus terkait kontribusi keilmuan yang dimiliki untuk bangsa dan negara.

"Terima kasih, terima kasih kepada semua teman-teman. Ini adalah momen yang sangat berarti. Semangat kita semua sudah terkumpul di sini hari ini," ujarnya. 

2. Udinus berambisi cetak lebih banyak para profesor

Ketua Senat, Prof Edi Noersasongko, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian luar biasa menambah lima prosesor sekaligus.

Dengan pengukuhan tersebut kampusnya memiliki 17 profesor berbagai bidang ilmu.

Edi menambahkan, saat ini telah Udinus juga memiliki 130 doktor, di mana 37 di antaranya telah memenuhi kualifikasi untuk menuju gelar profesor.

“Kami terus memotivasi mereka untuk terus mengejar gelar guru besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat inovasi sekaligus membawa Udinus menjadi pendidikan bertaraf Internasional,” ujarnya.

3. Udinus kukuhkan lima guru besar

Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Prof Edi Noersasongko menyarankan kepada para atlet yang saat ini aktif berkompetisi sebaiknya memanfaatkan peluang berkuliah. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pengukuhan ini bukan hanya menjadi kado istimewa bagi Udinus, tetapi juga pencapaian penting dalam perjalanan akademik di Udinus.

Pengukuhan tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi dan penelitian di bidang masing-masing.

Lima guru besar tersebut dua diantaranya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yaitu Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, M.M dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), Prof. Dr. Yohan Wismantoro, M.M ahli di bidang Marketing.

Sementara tiga di antaranya dari Fakultas Ilmu Komputer (FIK) yaitu Prof. Dr. Ir. Nova Rijati, S.Si., IPU., ASEAN Eng dalam bidang Image Security, Prof. Dr. Muljono, S.Si., M.Kom ahli di bidang Machine Learning Optimization, dan Prof. Dr. Aris Marjuni, S.Si., M.Kom ahli dalam Information Hiding and Image Watermarking.

Kelima profesor terbaru diresmikan secara langsung oleh Udinus sekaligus Ketua Senat Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom., yang didampingi Rektor Terpilih Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom. Disaksikan oleh anggota Senat, jajaran akademika, dosen dan tamu undangan lain dari keluarga dan kolega.

Editorial Team

Related Article