Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gus Yasin Soroti Tradisi yang Tergerus di Jateng, Museum Jadi Harapan
Wagub Jateng Gus Yasin bertemu sejumlah mahasiswi saat kegiatan Belajar Bersama Museum Jawa Tengah 2026, di Museum Ronggowarsito Semarang, Rabu (16/9/2026). (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak generasi muda memanfaatkan museum sebagai ruang belajar sejarah, budaya, karakter bangsa, dan peradaban Nusantara.
  • Dalam Belajar Bersama Museum Jawa Tengah 2026 di Museum Ronggowarsito, sekitar seratus pelajar dan mahasiswa mengikuti kegiatan bertema Vashudara sebagai Simbol Kemakmuran Nusantara.
  • Taj Yasin menilai tradisi dan nilai kebersamaan mulai berubah seiring zaman; kesinambungan budaya perlu dijaga lewat pembelajaran, praktik, serta penelitian peninggalan sejarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (16/9/2026)

Taj Yasin Maimoen mengajak generasi muda mengenal sejarah dan kebudayaan melalui museum dalam kegiatan Belajar Bersama Museum Jawa Tengah 2026 di Museum Ronggowarsito Semarang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Taj Yasin Maimoen mengajak generasi muda mengenal, mempelajari, dan melestarikan sejarah serta kebudayaan melalui museum sebagai ruang pembelajaran dan penelitian.
  • Who?
    Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, sekitar seratus mahasiswa dan pelajar Jawa Tengah, mengikuti kegiatan Belajar Bersama Museum Jawa Tengah 2026.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Museum Ronggowarsito, Kota Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Ajakan tersebut disampaikan Rabu, 16 September 2026, dalam kegiatan Belajar Bersama Museum Jawa Tengah 2026.
  • Why?
    Menurut Taj Yasin, perubahan zaman menggerus sejumlah tradisi dan nilai kebersamaan, sehingga pemahaman serta kesinambungan kebudayaan perlu ditumbuhkan di kalangan generasi muda.
  • How?
    Melalui kegiatan bertema Vashudara sebagai Simbol Kemakmuran Nusantara, peserta diajak memanfaatkan koleksi dan peninggalan museum untuk mempelajari sejarah, budaya, serta perkembangan peradaban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gus Yasin mengajak anak muda datang ke museum untuk belajar sejarah dan budaya. Ia bilang museum bukan cuma tempat benda kuno. Di Museum Ronggowarsito Semarang, sekitar seratus pelajar dan mahasiswa ikut belajar. Gus Yasin ingin budaya lama tetap dikenal dan dilakukan, karena beberapa tradisi mulai berubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kehadiran sekitar seratus pelajar dan mahasiswa dalam kegiatan di Museum Ronggowarsito menunjukkan adanya ruang nyata bagi generasi muda untuk mendekati sejarah dan kebudayaan. Museum, dalam pandangan yang disampaikan, dapat menjadi tempat belajar dan penelitian yang menghidupkan nilai peninggalan masa lalu, sekaligus menopang kesinambungan pemahaman budaya di tengah perubahan tradisi dan nilai kebersamaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak generasi muda untuk lebih mengenal sejarah dan kebudayaan melalui museum.

Menurutnya, museum tidak semestinya dipandang sebagai ruang sunyi yang hanya menyimpan benda-benda peninggalan masa lalu. Tetapi juga sebagai sumber pengetahuan untuk memahami karakter dan peradaban bangsa.

"Jangan anggap museum ini ruang yang sunyi, ruang yang menyimpan benda-benda kuno saja. Akan tetapi dari kesunyian itu memiliki nilai yang luar biasa," ujar Gus Yasin, saat kegiatan Belajar Bersama Museum Jawa Tengah 2026, di Museum Ronggowarsito Semarang, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan dengan tema Vashudara sebagai Simbol Kemakmuran Nusantara, diikuti sekitar seratus peserta dari mahasiswa, dan pelajar di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Taj Yasin mengatakan, kebudayaan merupakan salah satu unsur penting yang membentuk karakter suatu bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap sejarah dan budaya perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.

“Dengan memahami kebudayaan, memahami literasi, kita bisa tahu bagaimana karakter sebuah bangsa,” katanya.

Ia menilai perkembangan zaman membuat sejumlah tradisi dan nilai kebersamaan di masyarakat mulai mengalami perubahan. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu diimbangi dengan kegiatan yang mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal dan mempraktikkan kebudayaan.

“Kebudayaan ini tidak hanya kita pelajari, tetapi perlu kita praktikkan, kita laksanakan. Karena kebudayaan kalau ada jeda saja, itu akan ada perubahan-perubahan. Maka kesinambungan itu harus kita tumbuhkan,” ujarnya.

Gus Yasin juga menekankan pentingnya museum sebagai tempat belajar sekaligus ruang penelitian. Berbagai benda dan peninggalan sejarah yang tersimpan di museum, kata dia, dapat menjadi sumber untuk memahami perkembangan peradaban dari masa ke masa.

Menurutnya, banyak peneliti dari luar negeri yang datang ke Indonesia, termasuk Jawa Tengah, untuk mempelajari peninggalan sejarah dan kebudayaan Nusantara. Penelitian tersebut bahkan dilakukan dalam waktu yang cukup panjang.

“Banyak orang luar datang ke Indonesia, di Jawa Tengah bisa berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan hanya untuk meneliti peninggalan-peninggalan yang ada di Nusantara ini,” katanya.

Ia menyebut, sejumlah peninggalan sejarah di Jawa Tengah menjadi objek penelitian, termasuk kawasan candi dan situs budaya. Hasil penelitian tersebut dapat membantu mengungkap berbagai jawaban mengenai peradaban masa lalu.

Ia mengapresiasi kehadiran para pelajar dan mahasiswa dalam kegiatan belajar bersama museum. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk mengenal, mempelajari, sekaligus melestarikan kebudayaan.

“Terima kasih kepada adik-adik khususnya yang hari ini mau hadir di museum ini untuk bersama-sama belajar,” ujarnya.

Ia berharap museum semakin dikenal sebagai ruang pembelajaran yang hidup dan mampu mempertemukan generasi muda dengan berbagai pengetahuan tentang sejarah, budaya, dan peradaban Nusantara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article