Semarang, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen memperkuat segmen UMKM sebagai core business. Hal ini tercermin dari penyaluran kredit dan pembiayaan BRI yang terus tumbuh diiringi dengan penguatan fondasi bisnis yang berkelanjutan.
Jadi Fondasi Bisnis, Penyaluran Kredit UMKM BRI Capai Rp1.211 Triliun

1. Penyaluran kredit meningkat 13,7 persen
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengungkapkan, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI menunjukkan pertumbuhan yang solid, dengan total kredit dan pembiayaan meningkat sebesar 13,7 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp1.562 triliun.
“Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).
Pada saat bersamaan, sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, BRI secara konsisten menjadi penyalur utama Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia.
BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp47,09 triliun kepada 947 ribu nasabah pinjaman pada periode Januari hingga Maret 2026. Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp19,86 triliun atau setara 42,16 persen dari total KUR yang telah disalurkan.
2. Jalankan program pemberdayaan
“Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah,” terang Hery.
Tidak hanya berperan sebagai penyalur pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI juga secara konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh langsung masyarakat dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Hingga akhir Maret 2026, melalui program Desa BRILian, BRI telah membina lebih dari 5.245 desa di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat kapasitas ekonomi berbasis desa. Selain itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha yang menjadi bagian dari strategi penguatan sektor produktif berbasis komunitas.
Di sisi digitalisasi UMKM, BRI menghadirkan platform LinkUMKM sebagai ekosistem terintegrasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta akses terhadap layanan keuangan. Hingga saat ini, jumlah pengguna LinkUMKM telah mencapai lebih dari 15,5 juta UMKM.
3. Bina 54 Rumah BUMN
Untuk semakin memperkuat kapasitas usaha, BRI juga membina 54 Rumah BUMN serta telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan guna meningkatkan kapabilitas, daya saing, serta mendorong proses naik kelas bagi pelaku UMKM di Indonesia.
Model bisnis BRI yang berfokus pada segmen UMKM memberikan keunggulan tersendiri dari sisi manajemen risiko. Portofolio pembiayaan BRI tersebar luas di jutaan nasabah mikro dengan plafon yang relatif kecil, sehingga menciptakan diversifikasi risiko yang sangat granular.
‘’Dengan struktur tersebut, potensi risiko kredit menjadi lebih terdistribusi dan tidak terkonsentrasi pada debitur tertentu, sehingga ketahanan portofolio relatif lebih kuat dalam menghadapi gejolak ekonomi,’’ kata Hery.
Hasilnya, hingga akhir Triwulan I 2026, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen (YoY). Sementara itu, total aset BRI tercatat tumbuh 7,2 persen (YoY) menjadi Rp2.250 triliun. Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 2,8 persen, sementara Return on Equity (ROE) naik dari 17,1 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 18,4 persen pada Triwulan I 2026.