Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Simpan Telur di Pintu Kulkas! Ini Bahaya Tersembunyi yang Mengintai
ilustrasi menata telur di kulkas (magnific.com/freepik)
  • Menyimpan telur di pintu kulkas membuatnya terpapar fluktuasi suhu saat pintu dibuka-tutup, sehingga risiko pertumbuhan bakteri Salmonella dan kontaminasi meningkat.

  • Perubahan suhu serta guncangan berulang di pintu kulkas dapat mempercepat pembusukan, mengencerkan putih telur, merusak kuning telur, dan melemahkan membran pelindung.

  • Telur sebaiknya disimpan di rak dalam kulkas bersuhu stabil di bawah 4°C, tetap dalam karton asli, serta tidak dicuci sebelum disimpan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Telur jangan ditaruh di pintu kulkas. Saat pintu dibuka, telur jadi kena udara hangat dan goyang-goyang. Bakteri Salmonella bisa tumbuh, lalu telur cepat rusak. Sekarang telur lebih baik ditaruh di rak dalam kulkas yang dingin dan stabil. Telur tetap di kartonnya, dan jangan dicuci dulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa di antara kamu yang setiap selesai belanja bahan makanan langsung menata rapi telur-telur di rak bawaan bagian pintu kulkas? Terlihat sangat praktis, rapi, dan memang sudah disediakan tempatnya dari pabrik, bukan?

Namun, mulai hari ini sebaiknya kebiasaan tersebut dihentikan, Guys! Meski terkesan ideal, menyimpannya di area pintu justru menyimpan risiko bahaya bagi kesehatan keluarga. Mari bedah alasan ilmiah mengapa rak pintu kulkas adalah tempat terburuk untuk menyimpan telur!

1. Ancaman Kontaminasi Bakteri Salmonella

ilustrasi kulkas (vecteezy.com/wattanaphob kappago)

Bakteri Salmonella merupakan penyebab utama keracunan makanan yang bersumber dari olahan telur. Mikroorganisme ini mampu berkembang biak dengan sangat cepat pada lingkungan yang bersuhu hangat atau tidak stabil.

Setiap kali pintu kulkas dibuka, udara hangat dari luar ruangan akan langsung menyapu permukaan telur. Perubahan suhu yang terjadi secara terus-menerus ini menciptakan kondisi kondusif bagi bakteri untuk menembus pori-pori cangkang yang tipis hingga mengontaminasi bagian dalam telur.

2. Mempercepat Penuaan dan Pembusukan Telur

Telur (pexels.com/@adit-syahfiar)

Kesegaran kualitas telur sangat bergantung pada konsistensi suhu udara di sekitarnya. Paparan fluktuasi suhu yang ekstrem menyebabkan kantung udara di dalam cangkang membesar jauh lebih cepat.

Dampaknya, tekstur putih telur akan berubah menjadi sangat encer, kuning telur mudah pecah saat dimasak, dan masa simpan telur merosot drastis. Telur yang seharusnya bisa bertahan segar hingga 3–4 minggu bisa membusuk hanya dalam hitungan hari.

3. Guncangan Mekanis Merusak Struktur Dalam

ilustrasi buka kulkas (freepik.com/freepik)

Aktivitas membuka dan menutup pintu kulkas memberikan guncangan fisik secara berulang pada telur. Tanpa disadari, gerakan ini memberi tekanan mekanis pada struktur bagian dalam.

Guncangan konstan ini berisiko membuat membran pelindung di dalam cangkang melemah atau bahkan robek. Hal ini menyebabkan bagian kuning dan putih telur bercampur sebelum waktunya serta merusak kualitas rantai protein di dalamnya.

4. Lokasi Terbaik Menyimpan Telur Agar Tetap Aman

ilustrasi kulkas (pexels.com/Kevin Malik)

Agar kualitas nutrisi tetap terjaga maksimal dan bebas bahaya bakteri, sudah saatnya memindahkan area penyimpanan telur ke lokasi yang tepat di dalam kulkas.

Simpanlah telur di rak bagian dalam (tengah atau bawah) yang memiliki suhu paling konsisten dingin, yakni di bawah 4°C. Gunakan pula karton wadah bawaan dari toko karena bahan tersebut ampuh melindungi cangkang telur dari penyerapan aroma tak sedap milik bahan makanan lain.

Pantangan Penting: Jangan Mencuci Telur Sebelum Disimpan!

ilustrasi mencuci telur (vecteezy.com/Bigc Studio)

Banyak yang bermaksud baik mencuci cangkang telur dengan air agar bersih dari sisa kotoran sebelum masuk kulkas. Sayangnya, tindakan ini justru menghilangkan lapisan pelindung alami (cuticle) yang berfungsi menutup pori-pori cangkang.

Tanpa lapisan pelindung tersebut, bakteri dan bau menyengat dari dalam kulkas akan jauh lebih mudah meresap ke dalam telur. Jika ada kotoran menempel, cukup usap permukaan cangkang menggunakan tisu kering secara perlahan.

Jadi, rak pintu kulkas sejatinya lebih cocok dialokasikan untuk botol minuman atau saus yang tahan terhadap perubahan suhu, bukan untuk telur. Mengubah tata cara penyimpanan ini adalah langkah kecil yang sangat penting demi menjaga keamanan bahan pangan di rumah.

Selama ini, di mana biasanya kamu menyimpan telur di rumah? Yuk, bagikan kebiasaan atau tips dapurmu di kolom komentar!

Curated For You

Editorial Team

Related Article