Jumlah Calon Jemaah Haji Dari Jateng dan DIY Ada 15.477 Orang

Surakarta, IDN Times - Tercatat ada 15.477 calon jamaah haji (Calhaj) dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarat (DIY) yang akan berangkat melalai Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.
Para calhaj tersebut sesuai jadwal akan mulai masuk ke Asrama Haji Donohudan mulai tanggal 3 Juni 2022.
1. Calon jemaah haji jauh lebih sedikit.

Kepala Asrama Haji Donohudan, Bambang Sumanto mengatakan pada musim haji tahun ini ada sebanyak 15.477 calon jemaah haji dari Jawa Tengah dan DIY yang telah dijadwalkan berangkat. Jumlah jemaah haji tersebut jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan total jamaah haji di tahun 2019 yakni sekitar 35 ribu jemaah.
Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji dijadwalkan masuk pada tanggal 3 Juni 2022, dan akan diberangkatkan pada tanggal 4 Juni 2022.
"Untuk jemaah haji tahun ini, masuk tanggal 3 Juni berangkat tanggal 4 Juni. Kita nanti pas tanggal 3 kedatangan dua kloter yang akan berangkat di tanggal 4 juni itu," saat ditemui di Asrama Haji Donohudan, Senin (30/1/2022).
Asrama Haji Donohudan akan memberangkatkan calon jemaah haji dalam 43 kloter selama 29 hari.
2. Mulai layani pemberangkatan haji setelah vakum selama 2 tahun.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan saat ini sejumlah petugas tengah menpersiapkan lokasi asrama haji untuk menampung para jemaah. Persiapan tersebut dilakukan mengingat sudah dua tahun pelaksanaan haji ditiadakan lantaran pandemi Covid-19.
"Kita sudah hampir selesai, tinggal penataan ruang untuk tempat rapat atau tempat calon jemaah haji sudah kami siapkan semuanya," kata Bambang.
3. Rumah sakit COVID-19 masih aktif.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa sebelumnya Asrama Haji Dobohudan digunakan sebagai lokasi isolasi terpusat dan rumah sakit darurat Covid-19 se-Jawa Tengah. Hingga saat ini rumah sakit darurat Covid-19 itu pun masih aktif berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah, di gedung Madinah AHD hingga saat ini masih digunakan sebagai Rumah sakit Darurat Covid (RSDC). Namun hingga saat ini RSDC tersebut tidak ada pasien.
"Memang betul kita kemarin dipakai untuk isolasi Covid-19 Itu. Di gedung Madinah dan saat ini pun masih aktif sebagai rumah sakit darurat covid. Walaupun sampai saat ini sudah kosong untuk lantai 1. Untuk lantai 2 dan 3 kebijakan nanti untuk tugas dari satgas haji," jelasnya.
"Karena selama ini kan kita kalau kita periksa di poliklinik sini, kalau ada perawatan yang perlu kan di RSUD dr. Moewardi Solo, nah ini ada yang dekat di sini, itupun di bawah kewenangan dari RSUD dr. Moewardi Solo, petugasnya juga masih ada," pungkasnya.




















