Sukoharjo, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat dini hari (10/7/2026). Penangkapan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengejutkan banyak pihak karena terjadi pada awal masa jabatan periode keduanya.
Profil dan Rekam Jejak Etik Suryani, Bupati Sukoharjo asal PDIP yang Kena OTT KPK

- KPK menangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani lewat OTT pada 10 Juli 2026, hanya beberapa bulan setelah dilantik untuk masa jabatan keduanya.
- Etik Suryani dikenal sebagai bupati perempuan pertama Sukoharjo dengan latar belakang panjang di dunia perbankan dan pengalaman mendampingi suaminya yang juga mantan bupati.
- Ia menempuh pendidikan dari SD hingga magister di Solo Raya serta meraih berbagai penghargaan nasional seperti Manggala Karya Kencana dan Satyalancana Wira Karya.
Tim penindakan KPK menjemput Etik dari rumah dinasnya, kemudian melakukan pemeriksaan intensif selama delapan jam di Mapolresta Solo sebelum menerbangkannya ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Politik

Sebelum mencetak sejarah sebagai bupati perempuan pertama di Kabupaten Sukoharjo, Etik memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan. Ia bekerja sebagai karyawati di Bank Bumi Arta Tbk Cabang Surakarta selama 27 tahun, terhitung dari tahun 1983 hingga 2010.
Langkah politiknya mulai menonjol saat aktif mendampingi sang suami, Wardoyo Wijaya, yang menjabat sebagai Bupati Sukoharjo selama dua periode dari 2010 hingga 2021.
Pada rentang waktu tersebut, perempuan kelahiran Surakarta, 15 Maret 1963 ini memegang posisi strategis daerah sebagai Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo dan Ketua Tim Penggerak PKK.

Berbekal pengalaman mendampingi kepala daerah, warga Kelurahan Gayam itu maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 berpasangan dengan Agus Santosa. Pasangan tersebut berhasil meraih kemenangan untuk memimpin pada periode 2021–2025.
Keberhasilan estafet kepemimpinan tersebut berlanjut pada Pilkada 2024. Dengan dukungan koalisi besar yang terdiri atas 12 partai politik, Etik yang berpasangan dengan Eko Sapto Purnomo menang melawan kotak kosong.
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik mereka pada 20 Februari 2025 untuk masa bakti 2025–2030.
Latar Belakang Pendidikan dan Penghargaan

Dalam hal pendidikan, ibu satu anak itu menyelesaikan sebagian besar masa studinya di wilayah Solo Raya. Ia menamatkan pendidikan dasar di SD Negeri Nomor 85 Tegalmulyo Surakarta pada 1975, melanjutkan ke SMP Negeri 9 Surakarta hingga lulus pada 1979, dan menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Kartasura pada 1982.
Pendidikan tingkat sarjana ia tempuh di Universitas Surakarta dan lulus pada 2010, disusul pencapaian gelar magister dari STIE AUB Surakarta pada 2018.
Kiprah panjangnya di bidang pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat membuahkan sejumlah penghargaan tingkat nasional. Ia menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2015. Dua tahun kemudian, ia meraih Anugerah PAUD Tingkat Nasional pada 2017, disusul penerimaan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2019.
















