Harimau Anggun Tak Terselamatkan, Translokasi Semarang Zoo Disorot

- BKSDA Jawa Tengah menyebut kematian harimau benggala Anggun saat translokasi dari Semarang Zoo ke Rahmat Zoo and Park sebagai pembelajaran bagi semua pihak.
- BKSDA meminta pengelola meningkatkan kecermatan penanganan translokasi, mencakup persiapan pemindahan, pemantauan perjalanan, hingga satwa tiba di lokasi tujuan.
- Anggun dan Ganza dikirim 17 Maret 2026 dengan dokumen serta pendampingan; Anggun tiba 21 Maret, kesehatannya menurun, lalu meninggal pada 27 Maret.
Semarang, IDN Times - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah menyatakan kematian harimau benggala betina bernama Anggun menjadi pembelajaran bagi pengelola Semarang Zoo. Pasalnya, satwa ikonik milik Semarang Zoo tersebut meninggal ketika proses pengiriman ke lembaga konservasi Rahmat Zoo and Park (R Park).
Kepala BKSDA Jateng, Dyah Sulistyari mengatakan menuturkan matinya harimau Anggun menjadi pembelajaran semua pihak.
Ia bilang pihak pengelola mustinya lebih cermat dan meningkatkan lagi penanganan satwa saat dilakukan translokasi. "Mulai dari persiapan pemindahan, pemantauan selama perjalanan sampai dengan satwa tiba di lokasi tujuan," ungkapnya, Kamis (30/7/2026).
Harimau benggala Anggun yang semula merupakan koleksi Semarang Zoo, kemudian dihibahkan kepada pengelola Rahmat Zoo di Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara.
Proses hibah dikerjakan melalui perjanjian kerjasama kedua belah pihak. Berdasarkan perjanjian lalu Semarang Zoo menghibahkan dua ekor harimau benggala ke R Zoo.
Pengiriman harimau Anggun bersamaan dengan harimau jantan bernama Ganza dari Semarang Zoo tanggal 17 Maret 2026. Anggun dan Ganza diangkut dengan pendampingan dokter hewan dan keeper satwa kemudian juga dilengkapi dokumen pengangkutan (SATS-DN).
Selanjutnya Anggun dan Ganza tiga du R Zoo 21 Maret. Dalam perkembangannya, Anggun justru mengalami penurunan kondisi kesehatan. "Dalam perkembangannya, harimau benggala Anggun mengalami penurunan kondisi hingga tidak bisa diselamatkan pada 27 Maret," kata Dyah.
Ia pun menyebutkan bahwa selama translokasi Anggun ke R Zoo di Serdang Bedagai, berkas-berkas adminstrasi dipenuhi oleh Semarang Zoo. Selain itu juga telah dilakukan pemeriksaan kondisi kandang angkut bahwa dan kesehatannya oleh tim dokter hewan Semarang Zoo, keeper R Zoo didampingi BKSDA Jateng.
"Hasil pemeriksaan dinyatakan kandang angkut Anggun kondisinya layak serta harimau benggala dalam keadaan sehat. Ini berdasarkan surat keterangan sehat satwa nomor 6-20.5.01/PT.TSS/III/2026 yang diterbitkan dokter hewan Taman Satwa Semarang," katanya.
Ia juga berkata pihak BKSDA Jateng senantiasa melakukan pendampingan dan pengawasan pengelolaan satwa secara rutin.
Pengawasan juga dilakukan insidentil kepada pengelola Semarang Zoo dan lembaga konservasi lainnya untuk memastikan satwa kondisinya baik dan sehat.
"Sebagai tambahan informasi, satwa-satwa lainnya yang berada di lembaga konservasi Taman Satwa Semarang dalam kondisi baik dan sehat," tandasnya.










![[OPINI] Fenomena Kurasu: Antara Ruang Publik yang Hilang dan Tata Ruang Jakarta](https://image.idntimes.com/post/20260729/upload_fdee85d15f1e597ad87ddd4ce32f9ebb_1cecb93c-8e82-4bcb-81f2-4492a84da59d.jpeg)











