Ketua PUI PT Pasca Panen Kopi dan Rempah Co-Spice Unnes, Dr Eka Yuli Astuti teken kerjasama LoI dengan buyer Kazakhstan. (IDN Times/Dok PUI PT Pascapanen Unnes)
Selama pameran, pihaknya memperkenalkan pendekatan from academic research to global market. Ini dikerjakan dengan menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan konsumen dan industri internasional.
Produk kopi dan rempah juga ditunjukan melalui inovasi wellness beverage kepada pengunjung sekaligus menjadi objek uji pasar dan uji preferensi organoleptik.
Aspek yang diamati meliputi rasa, aroma, warna, tingkat kepahitan, kemanisan, serta penerimaan konsumen Kazakhstan terhadap produk berbasis kopi dan rempah.
"Hasil uji menjadi dasar penyempurnaan formula, cita rasa, kemasan, positioning, dan strategi pemasaran sebelum produk dikembangkan lebih luas di pasar Eurasia," paparnya.
Pendekatan ini menempatkan hilirisasi proses berkelanjutan, dari penelitian dan pengembangan produk, validasi pasar, hingga komersialisasi. Strategi tersebut juga sejalan dengan SDG 9 Industry, Innovation and Infrastructure.
Capaian strategis dari keikutsertaan dalam Astana Coffee Expo 2026 adalah diperolehnya Letter of Intent (LoI) untuk kerja sama ekspor kopi dan rempah dengan dua calon mitra bisnis, yaitu Jibek Joly Co LPP dan Navien-Turkestan.
LoI tersebut menjadi langkah awal menuju kerja sama komersial yang lebih konkret. Tahapan selanjutnya mencakup pembahasan spesifikasi produk, standardisasi, pengujian mutu, volume dan harga, kemasan, sertifikasi, hingga realisasi kontrak ekspor.
Menurutnya, umpan balik konsumen Kazakhstan akan menjadi bahan penting untuk menyempurnakan produk sebelum diperluas ke pasar Eurasia. "Ke depan, kami dan Nestra Kottama Indonesia akan mengembangkan Indonesia Coffee & Spices Wellness Innovation sebagai platform yang mengintegrasikan riset, inovasi produk, sustainable agriculture, wellness, gastronomic diplomacy, dan perdagangan internasional," urainya.
Untuk keikutsertaan pihaknya di Kazakhstan juga difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Astana untuk memperkuat diplomasi ekonomi, hilirisasi hasil riset, dan pembukaan akses pasar bagi produk inovasi Indonesia.
Astana Coffee Expo sendiri mempertemukan pelaku industri kopi, roaster, importir, sektor HoReCa, pemasok bahan baku, serta calon mitra bisnis dari Kazakhstan dan kawasan Asia Tengah.
Selain pameran, agenda kegiatan mencakup business program, cupping, workshop, dan networking bisnis.