Walikota Siapkan 3 Materi Baru untuk Sekolah Negeri di Solo

- Pemkot Solo menyiapkan materi life skill, tertib lalu lintas, serta kemanusiaan dan kepalangmerahan untuk SD dan SMP negeri, melibatkan Polresta Surakarta, Kodim, dan PMI.
- Wali Kota Respati Ardi menargetkan transformasi sekolah negeri melalui pendampingan kepala sekolah, peningkatan layanan pendidikan, serta monitoring dan evaluasi langsung terhadap kinerja mereka.
- Orang tua diberi ruang menyampaikan masukan soal kinerja dan layanan sekolah; Pemkot juga mendorong kolaborasi kepala sekolah demi pendidikan berkualitas tanpa tambahan beban biaya.
Solo, IDN Times – Wali Kota Solo, Respati Ardi, mendorong transformasi pendidikan di sekolah negeri Kota Solo. Tak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, Pemkot Solo juga menyiapkan tambahan materi yang dinilai relevan dengan kebutuhan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Ada tiga materi yang disiapkan untuk diterapkan di jenjang SD dan SMP negeri, yakni life skill, budaya tertib lalu lintas, serta kemanusiaan atau kepalangmerahan.
Rencana tersebut disampaikan Respati dalam kegiatan Advokasi Kepemimpinan Transformasi Pendidikan Solo di Balai Kota Surakarta, Senin (14/9/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh kepala sekolah negeri se-Kota Solo.
1. Bekali Siswa dengan Life Skill hingga Kepalangmerahan.

Walikota Solo, Respati Ardi bersama anak-anak PAUD di acara Gebyar PAUD di Taman Balekambang. (Dok/Humas Pemkot Solo) Respati mengatakan penambahan materi tersebut diharapkan dapat memberikan bekal yang lebih aplikatif kepada siswa. Pendidikan di sekolah negeri tidak hanya diarahkan pada capaian akademik, tetapi juga kemampuan yang dapat digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk materi budaya tertib lalu lintas, Pemkot Solo akan menggandeng Polresta Surakarta. Sementara itu, unsur Kodim dan PMI akan dilibatkan dalam materi yang berkaitan dengan kedisiplinan, kemanusiaan, dan kepalangmerahan.
“Transformasi Pendidikan Sekolah Negeri di Kota Surakarta menjadi nyata. Setelah ini kita melakukan pendampingan khusus kepada Kepala Sekolah dan meningkatkan layanan kualitas pendidikan agar masyarakat percaya kembali ke Sekolah Negeri yang tetap terjangkau tanpa biaya beban tambahan bagi masyarakat,” kata Respati.
Menurutnya, transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri sebagai pilihan pendidikan yang berkualitas sekaligus terjangkau.
2. Kepala Sekolah Bakal Dievaluasi Langsung Pemkot.

Walikota Solo Respati Ardi membuka program spmb sekolah unggulan di SMP 24 Solo. (IDN Times/Larasati Rey) Selain menambah materi pembelajaran, Respati menilai peningkatan kualitas pengelolaan sekolah juga menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan.
Karena itu, para kepala sekolah akan mendapatkan pendampingan sekaligus evaluasi dari Pemkot Solo. Pemerintah juga akan melakukan monitoring dan evaluasi atau monev terhadap kinerja kepala sekolah.
“Ini program awal kami bahwa transformasi pendidikan negeri menjadi wajib dilakukan termasuk improvisasi kepala sekolah. Nanti dari masyarakat akan merasakan perbedaan setelah ini. Dan kita akan monev langsung kinerja kepala sekolah,” paparnya.
Langkah tersebut diharapkan membuat perubahan di sekolah negeri tidak berhenti pada penambahan materi pembelajaran. Kualitas manajemen dan pelayanan sekolah juga menjadi perhatian Pemkot Solo.
3. Orang Tua Diminta Ikut Awasi Layanan Sekolah.

Walikota Solo Respati Ardi meninau SD Kanisius Pucangsawit. (Dok/Istimewa) Respati juga membuka ruang bagi masyarakat, khususnya orang tua siswa, untuk memberikan masukan mengenai kinerja maupun pelayanan sekolah negeri.
Masukan dari masyarakat nantinya akan menjadi salah satu bahan bagi Pemkot Solo dalam melakukan monitoring terhadap kualitas pelayanan pendidikan.
“Silahkan masyarakat jika ada masukan terkait kinerja, kami akan terbuka dan kita akan monitoring langsung agar orangtua dapat menyekolahkan anaknya di sekolah negeri,” imbuhnya.
Di sisi lain, Respati mendorong kepala sekolah untuk lebih aktif membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkaya pengalaman belajar siswa.
Melalui transformasi tersebut, Pemkot Solo berharap masyarakat dapat merasakan perubahan nyata pada kualitas layanan sekolah negeri. Pendidikan yang berkualitas diharapkan tetap dapat diakses masyarakat tanpa menambah beban biaya bagi orang tua.





















