Semarang, IDN Times - Sejumlah narapidana Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang berhasil memanen kangkung dan tomat di atas lahan tembok beranggang sisi selatan lapas.
Mereka memanen kangkung sebanyak 100 kilogram dan 40 kilogram tomat bersama petugas bimbingan kerja (binker) dan para sipir.
Saat panen juga dihadiri Kalapas Kedungpane Ahmad Tohari dan Kepala Bidang Kegiatan Kerja (Kabid Giatja) Wahyu Budi Heriyanto. Kehadiran jajaran lapas menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan.
Informasi dari Lapas Kedungpane diketahui hasil panen kangkung dan tomat langsung didistribusikan ke dapur lapas untu diolah menjadi sajian makanan bagi para narapidana.
Proses pengolahan dua komoditas tersebut dikerjakan oleh para petugas bidang bahan makanan (banma).
Kepala Lapas Kedungpane Semarang Ahmad Tohari mengatakan pihaknya lega dengan pencapaian dan kerja keras jajaran dan narapidana yang terlibat dalam pengelolaan lahan pertanian di areal beranggang.
"Hasil panen kangkung yang hampir menyentuh angka 100 kg serta tomat hingga 40 kg ini merupakan bukti nyata pembinaan kemandirian di lapas berjalan sangat baik," ungkapnya, Senin (2/11/2026).
Ia bilang bahwa kegiatan bercocok tanam di lahan beranggang bukan sekadar mengisi waktu.
Melainkan memberikan bekal keterampilan wirausaha dan pertanian yang produktif bagi para warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat kelak.
Sedangkan, Kabid Giatja Lapas Kedungpane Wahyu Budi Heriyanto juga memberikan menyambut baik teknis pendampingan dan keberlanjutan program pertanian di area perkebunan Lapas.
"Pencapaian panen hari ini tidak lepas dari ketekunan warga binaan yang terus kami dampingi secara konsisten mulai dari penyiapan lahan, penyemaian, hingga perawatan harian.
Ia pun membenarkan kalau hasil panen kangkung dan tomat akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal lapas dan narapidana untuk memperlihatkan keberhasilan kemandirian pangan.
"Dengan hasil yang terus membaik ini, kami di Bidang Giatja makin optimistis untuk terus mengembangkan varietas tanaman lain serta meningkatkan skala produksi ke depannya," kata Wahyu.