Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Liga Debat IDN Times 2026, ITB VS Unnes Adu Argumen Soal Royalti Ekraf
Tim Pro Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Tim Kontra Institut Teknologi Bandung (ITB) beradu argumen dalam babak penyisihan Lomba Debat Mahasiswa IDN Times 2026 yang digelar secara daring, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
  • Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 mempertemukan Unnes sebagai tim Pro dan ITB sebagai tim Kontra dalam perdebatan 90 menit mengenai keadilan sistem royalti ekonomi kreatif.
  • Unnes menilai regulasi hak cipta Indonesia telah melindungi pencipta, sedangkan ITB menyoroti protes pencipta lagu, dana tak terklaim Rp70,44 miliar, serta kerentanan pekerja kreatif independen.
  • Panelis memberi ITB nilai 247, unggul atas Unnes dengan 243, sehingga tim ITB lolos ke babak perempat final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2014

UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta disebut Tim Pro sebagai salah satu instrumen perlindungan hukum sistem royalti.

2021

PP No. 56 Tahun 2021 disebut Tim Pro sebagai bagian dari regulasi yang mendukung sistem royalti.

2022

PP No. 24 Tahun 2022 disebut Tim Pro sebagai salah satu dasar regulasi sistem royalti.

Maret 2026

Akumulasi dana royalti tak terklaim mencapai Rp70,44 miliar akibat buruknya validasi data, menurut Tim Kontra.

9 Juni 2026

Ratusan pencipta lagu berunjuk rasa di kantor LMKN. Mereka menuntut transparansi, audit independen, dan pencabutan Surat Edaran No. 6 Tahun 2025.

31 Juli 2026

Tim Pro Unnes dan Tim Kontra ITB berdebat mengenai keadilan sistem royalti bagi pelaku ekonomi kreatif. ITB menang dengan nilai 247 berbanding 243 dan melaju ke perempat final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tim ITB mengalahkan Unnes dalam babak penyisihan Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 bertema keadilan sistem royalti bagi pelaku ekonomi kreatif dalam negeri.
  • Who?
    Tim Kontra ITB beranggotakan Yandi Ardiansyah, Ramdhan Firdaus, dan Dhifa Sephi Parameswari; Tim Pro Unnes terdiri dari Parameswara Muhammad Jahan Shah, Fakhri Ahmad, dan Ahmad Kadafi Aziz.
  • Where?
    Debat berlangsung di Semarang. Lokasi venue kegiatan per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Babak penyisihan berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, selama 90 menit.
  • Why?
    Kedua tim memperdebatkan apakah sistem royalti Indonesia telah adil bagi pelaku ekonomi kreatif, dengan perbedaan pandangan mengenai kecukupan regulasi dan ketepatan penyaluran royalti.
  • How?
    Panelis memberi ITB nilai 247 dan Unnes 243 setelah menilai debat. ITB dinyatakan menang dan memperoleh tiket ke babak perempat final.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahasiswa Unnes dan ITB berdebat tentang uang royalti untuk orang kreatif. Unnes bilang aturan di Indonesia sudah cukup adil. ITB bilang banyak pencipta lagu belum dapat uangnya dengan baik. Para juri memberi nilai lebih tinggi untuk ITB, yaitu 247. Unnes mendapat 243. Sekarang ITB masuk babak perempat final.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Debat Unnes dan ITB menunjukkan mahasiswa mampu mengolah isu royalti kreatif secara kritis, berbasis regulasi maupun pengalaman para pencipta. Selisih nilai yang tipis mencerminkan kuatnya argumentasi kedua tim, sementara keberhasilan ITB ke perempat final menandai apresiasi panelis terhadap penekanan pada transparansi dan ketepatan penyaluran hak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Ajang Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026 menjadi medan pertempuran gagasan sengit antara tim Pro dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan tim Kontra dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (31/7/2026). Para mahasiswa dari kedua perguruan tinggi negeri tersebut beradu argumen tentang sistem royalti di dalam negeri di babak penyisihan ini.

1. Keadilan sistem royalti tidak boleh dinilai gagal total

Tim Pro Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Tim Kontra Institut Teknologi Bandung (ITB) beradu argumen dalam babak penyisihan Lomba Debat Mahasiswa IDN Times 2026 yang digelar secara daring, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Mengusung tema ‘’Sudah Adilkah Sistem Royalti bagi pelaku Ekonomi Kreatif Dalam Negeri?’’, tim Pro yang diwakili Parameswara Muhammad Jahan Shah, Fakhri Ahmad, Ahmad Kadafi Aziz dan tim Kontra yang beranggotakan Yandi Ardiansyah, Ramdhan Firdaus, Dhifa Sephi Parameswari saling mempertahankan pendapat dalam debat yang berlangsung selama 90 menit.

Tim Pro membuka argumen dengan menegaskan, bahwa keadilan sistem royalti tidak boleh dinilai gagal total hanya karena adanya pelanggaran individu atau kendala teknis di lapangan. Menurut mereka, Indonesia telah memiliki instrumen hukum yang sangat adil, proporsional, dan adaptif, mulai dari Undang-undang (UU) No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, PP No. 56 Tahun 2021, hingga PP No. 24 Tahun 2022.

"Keadilan sebuah sistem negara diukur dari tersedianya instrumen perlindungan hukum," tegas pembicara Tim Pro, Parameswara Muhammad Jahan Shah.

Menurut Parameswara, regulasi saat ini menjamin 70 persen hingga 80 persen dana royalti mengalir langsung ke pencipta, sementara maksimal 10 persen dialokasikan sebagai dana sosial untuk jaminan hari tua dan kesehatan seniman senior.

2. Soroti aksi protes ratusan pencipta lagu di LMKN

Tim Pro Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Tim Kontra Institut Teknologi Bandung (ITB) beradu argumen dalam babak penyisihan Lomba Debat Mahasiswa IDN Times 2026 yang digelar secara daring, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Selanjutnya, para mahasiswa Unnes itu juga mencontohkan kesuksesan pengelolaan ekraf di daerah, Tim Pro menunjuk Provinsi Jawa Barat dengan Bandung Creative Hub-nya yang memfasilitasi pelaku ekraf secara gratis, serta DKI Jakarta melalui program Jakpreneur yang sukses menginkubasi ratusan ribu pelaku UMKM dan ekraf. Untuk rujukan global, mereka menjadikan Prancis dengan sistem SACEM sebagai kiblat perlindungan kekayaan intelektual tertua di dunia.

Sebaliknya, Tim Kontra dari ITB menghantam balik dengan menyajikan realita empiris yang dinilai jauh dari kata adil. Mereka menyoroti aksi protes ratusan pencipta lagu di kantor LMKN pada 9 Juni 2026 yang menuntut transparansi, audit independen, serta pencabutan Surat Edaran No. 6 Tahun 2025.

"Regulasi boleh megah di atas kertas belaka, tetapi pencipta lokal masih berjuang tanpa daya," ujar perwakilan Tim Kontra, Yandi Ardiansyah.

Mereka membeberkan fakta bahwa meskipun ada klaim penyaluran yang besar, akumulasi dana tak terklaim justru menembus angka fantastis sebesar Rp70,44 miliar per Maret 2026 akibat buruknya validasi data.

3. Tiga negara miliki sistem royalti yang ideal bagi pelaku ekraf

Tim Pro Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Tim Kontra Institut Teknologi Bandung (ITB) beradu argumen dalam babak penyisihan Lomba Debat Mahasiswa IDN Times 2026 yang digelar secara daring, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

‘’Dampaknya sangat dirasakan oleh musisi independen yang hanya mengantongi 3 hingga 6 dolar AS per bulan dari platform digital. Lebih memprihatinkan lagi, 63 pekerja kreatif dari generasi Z dan milenial, serta 58,39 persen pekerja perempuan, merupakan kelompok independen yang paling rentan karena tidak memiliki akses hukum dan modal untuk memperjuangkan hak mereka,’’ imbuh perwakilan Tim Kontra, Dhifa Sephi.

Sebagai perbandingan, tim Kontra menyodorkan tiga negara sebagai benchmarking ideal dalam sistem royalti bagi pelaku ekraf di antaranya Inggris yang memiliki sistem Collective Management Organization (CMO) yang diawasi ketat oleh Intellectual Property Office dengan kewajiban audit dan transparansi tahunan. Lalu, Jepang melalui lembaga JASRAC yang aktif menggunakan sistem pencocokan data otomatis untuk mencari pemilik dana, sehingga dana tak terklaim bisa ditekan hingga nol.

Kemudian, Korea Selatan melalui organisasi KOMCA yang memiliki sistem pelacakan digital di tempat usaha komersial sehingga setiap lagu yang diputar langsung terdata secara transparan dan presisi.

4. ITB melaju ke babak perempat final

Tim Pro Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Tim Kontra Institut Teknologi Bandung (ITB) beradu argumen dalam babak penyisihan Lomba Debat Mahasiswa IDN Times 2026 yang digelar secara daring, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Debat ini pada akhirnya bermuara pada perbedaan mendasar dalam memaknai keadilan. Bagi Tim Pro, keadilan telah terpenuhi karena negara telah menyediakan wadah hukum, regulasi, dan mekanisme perbaikan. Namun bagi Tim Kontra, keadilan tidak diukur dari seberapa megah aturan tertulis atau seberapa banyak uang yang berhasil dihimpun, melainkan apakah setiap keping rupiah hak para pencipta karya benar-benar sampai ke dompet mereka secara presisi dan tepat waktu.

Perdebatan antara Unnes versus ITB itu dinilai oleh para panelis di antaranya Dosen Fakultas Ilmu Bisnis, Administrasi dan Komunikasi (Fiabikon) Universitas Atmajaya Jakarta, Prof Rosdiana Sijabat; Founder Agna Komunika Surabaya, Agung Putu Iskandar; dan Manager Hysteria, Andi Pratomo.

‘’Hasil penilaian panelis, Unnes dan ITB sudah menyampaikan debat yang menarik dan argumentatif, namun dengan pertimbangan yang ada kami memutuskan ITB mendapat nilai 247 dan Unnes meraih nilai 243. Dengan demikian pemenangnya tim ITB,’’ kata Prof. Rosdiana Sijabat.

Dengan demikian, ITB berhasil meraih tiket untuk melaju ke babak perempat final Liga Debat Mahasiswa IDN Times 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article