Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengurai Potensi Ekonomi KDMP Rawalo Banyumas

Kab. Banyumas
Mengurai Potensi Ekonomi KDMP Rawalo Banyumas
Warga Rawalo berharap KDMP dapat menjadi wadah untuk menjual berbagai produk lokal, Rabu (19/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • KDMP Rawalo dinilai belum optimal memberdayakan warga; manfaat yang paling terlihat baru penyerapan tenaga kerja, sementara produk UMKM desa belum masuk sebagai barang dagangan.
  • Pilihan barang di KDMP masih terbatas sehingga sebagian warga mencari kebutuhan di tempat lain, padahal koperasi diharapkan menjadi pusat kebutuhan dan ekonomi desa.
  • KDMP melayani sekitar 20 transaksi per hari dalam kondisi tertentu; beras SPHP dan minyak diminati karena terjangkau, terutama oleh pelaku usaha kecil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyumas, IDN Times – Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Rawalo, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Meski keberadaannya sejak awal dinilai memiliki konsep yang baik, KDMP dinilai masih perlu memperkuat perannya dalam memberdayakan ekonomi warga desa.

Salah satu pengurus KDMP Rawalo, Solihin, mengatakan masyarakat sebenarnya memiliki harapan besar terhadap koperasi tersebut. Sejak proses pembangunan hingga mulai beroperasi sekitar Mei 2026, warga berharap KDMP dapat menjadi wadah untuk menjual berbagai produk lokal.

"Kalau kita melihat konsepnya sangat baik sekali, tetapi sampai saat ini belum bisa memberdayakan. Belum terlihat,"kata Solihin.

  1. 1. Baru menyerap tenaga kerja warga

    Solihin, pengurus KDMP Rawalo, menyampaikan manfaat koperasi dalam menyerap tenaga kerja lokal pada Rabu, 19 Agustus 2026.
    Solihin, salah satu pengurus KDMP Rawalo sebut manfaat menyerap tenaga kerja lokal, Rabu (19/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Menurut Solihin, manfaat yang sejauh ini paling terlihat adalah KDMP telah membuka kesempatan kerja bagi sejumlah warga Desa Rawalo. Namun, manfaat tersebut dinilai belum cukup jika dibandingkan dengan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan melalui koperasi.

    Ia berharap produk-produk yang dihasilkan masyarakat Rawalo juga dapat masuk menjadi barang dagangan di KDMP. Dengan begitu, koperasi tidak hanya menjadi tempat masyarakat membeli kebutuhan, tetapi juga menjadi pintu pemasaran bagi produk warga.

    "Kami sangat berharap produk-produk kami bisa masuk menjadi mata dagangan di KDMP. Itu yang sampai sekarang belum kami rasakan,"ujarnya

  2. 2. Pilihan barang masih terbatas

    Ilustrasi KDMP yang diharapkan menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat desa pada 19 Agustus 2026.
    KDMP sejak awal telah membuat masyarakat membayangkan adanya pusat ekonomi baru di desa, Rabu (19/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Solihin menilai salah satu kendala yang terlihat saat ini adalah masih minimnya jenis barang yang tersedia. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat yang datang mencari kebutuhan tertentu akhirnya harus berbelanja ke tempat lain.

    "Sekarang jenis dagangannya masih minim sekali. Banyak kebutuhan masyarakat yang mau ke sana masih tidak ada. Akhirnya mereka berbalik lagi ke tempat lain,"katanya.

    Padahal, menurutnya, keberadaan KDMP sejak awal telah membuat masyarakat membayangkan adanya pusat ekonomi baru di desa yang bisa memenuhi kebutuhan sekaligus menggerakkan usaha warga.

  3. 3. Sehari 20 transaksi, beras SPHP jadi salah satu barang paling laris

    Triahari, Asisten Manajer KDMP Rawalo Indah, terkait transaksi POS 20 item dan beras SPHP yang paling banyak diburu.
    Asisten Manajer KDMP Rawalo Indah Triahari sebut transaksi di POS capai 20 item, beras SPHP paling banyak diburu, Rabu (19/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Sementara itu, Asisten Manajer KDMP Rawalo Indah Triahari mengatakan koperasi tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Ia sendiri telah bergabung dan bekerja di KDMP sejak Juni 2026. "Dari Juni kemarin. Senang bekerja di sini,"ujarnya.

    Untuk aktivitas transaksi, jumlah pembeli setiap hari tidak selalu sama. Namun, dalam kondisi tertentu terdapat sedikitnya sekitar 20 transaksi dalam sehari. "Minimal sekitar 20 transaksi, tetapi tidak mesti juga,"katanya.

    Ia mengatakan kebutuhan pokok menjadi salah satu barang yang paling banyak dicari masyarakat. Beras SPHP termasuk produk yang cukup laris di KDMP Rawalo.

    Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu daya tarik bagi warga. Hal itu juga dirasakan oleh Indah Triahari, salah satu pembeli.

    Menurut Indah, keberadaan KDMP cukup membantu, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang membutuhkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

    "Penjual nasi goreng kebanyakan membeli beras di sini karena lebih murah. Minyak juga begitu,"kata Indah

  4. 4. Tantangan KDMP agar lebih berkembang

    Sejumlah warga berbelanja di KDMP Rawalo, yang berupaya terus berkembang dan menjaga harga dari tengkulak.
    Tantangan KDMP Rawalo tidak hanya soal ramai tidaknya warga berduyun duyun belanja, namun lebih kepada menjaga agar terus berkembang dan mencegah para tengkulak menjual harga tinggi, Rabu (19/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Kondisi tersebut menunjukkan KDMP Rawalo sudah mulai memberikan manfaat, terutama melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang dinilai terjangkau dan penyerapan tenaga kerja lokal.

    Namun, tantangan yang lebih besar adalah bagaimana koperasi tersebut bisa berkembang menjadi pusat ekonomi masyarakat desa. Bukan hanya menjual produk kebutuhan pokok, tetapi juga memberi ruang bagi produk warga Rawalo untuk dipasarkan.

    Dengan demikian, keberadaan KDMP diharapkan tidak berhenti sebagai tempat transaksi, tetapi benar-benar mampu menghubungkan produsen lokal dengan konsumen sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More