Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menteri PU Tegaskan Pembiayaan Irigasi Tergantung Prabowo dan Zulhas

Menteri PU Tegaskan Pembiayaan Irigasi Tergantung Prabowo dan Zulhas
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau Daerah Irigasi Karangtalun di Magelang, Sabtu (16/11). (dok. Kementerian PU)
Share Article

Semarang, IDN Times - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan program swasembada pangan membutuhkan pelibatan kementerian lintas sektoral di bidang pangan untuk menciptakan program pembangunan sarana pertanian. 


Dalam sesi rapat koordinasi terbatas (ratas) bidang pangan di Gedung Gradhika Bakti Praja Semarang, Selasa (31/12/2024), Dody menyebutkan bahwa penganggaran proyek irigasi memang benar-benar membutuhkan campur tangan Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).


"Untuk irigasi penganggaran benar-benar tergantung pada Pak Menko Pangan dan Pak Presiden. Untuk mempercepat swasembada pangan InsyaAllah disupport Pak Menko Pangan," tutur Dody dalam paparannya di depan wartawan.

1. Menteri PU break down potensi lahan produktif

ilustrasi pertanian (pexels.com/Tran Nam Trung)
ilustrasi pertanian (pexels.com/Tran Nam Trung)

Lebih lanjut, Dody berkata dari total estimasi lahan pertanian Indonesia mencapai 2,5 juta hektare, setelah dilakukan rincian terdapat 2 juta hektare lahan produktif yang ada saat ini. 


Total lahan 2 juta hektare tersebut juga berpotensi memiliki tambahan luas tanam. 


"Dan dari 2 juta hektare kita break down ada tambahan luas tanam. Saat diverifikasi jadi 572 hektare," paparnya.

2. 448 ribu hektare dipetakan untuk pompanisasi

Lahan tanaman padi di Desa Kabar (IDN Times/Ruhaili)
Lahan tanaman padi di Desa Kabar (IDN Times/Ruhaili)

Untuk luas tanam, katanya nantinya ada tambahan dari hasil optimasi lahan yang sebagian besar berasal dari daerah rawa-rawa. 


Lebih jauh, pihaknya pun menegaskan mengenai persoalan irigasi, bendungan pada saat nantinya juga dilakukan rehabilitasi. 


Sedangkan untuk program pompanisasi, pihaknya telah memetakan ada 448 ribu hektare lahan. Tahapan verifikasi lahan juta telah dilakukan untuk pompanisasi. 


"Kita juga memverifikasi bersama teman-teman pertanian untuk kegiatan program pompanisasi. Ada 448 ribu hektare yang bisa dilakukan untuk program pompanisasi. Dari Pak Wamentan bisa jelaskan lebih detail. Kami juga ada padi irit air, sedang dikembangkan Kementan di Majalengka, Cilegon, Indramayu. Ini teknologi dari Wamentan supaya sawah itu bisa hemat air pak," ungkapnya. 

3. Nana Sudjana klaim tambahan luas tanam sudah lebihi target

Rapat koordinasi terbatas bidang pangan 2024 di Kantor Gubernur Jateng yang dihadiri seluruh menteri dan wamen lintas sektoral bidang pangan. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Rapat koordinasi terbatas bidang pangan 2024 di Kantor Gubernur Jateng yang dihadiri seluruh menteri dan wamen lintas sektoral bidang pangan. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan mendukung akselerasi swasembada pangan. Caranya mengoptimalisasi dan peningkatan program-program yang sudah ada. 


"Presiden sudah menyampaikan, swasembada pangan ini menjadi prioritas utama. Kami berkomitmen untuk meningkatkan, karena Jawa Tengah ini salah satu lumbung pangan nasional," akunya. 


Sejumlah optimalisasi yang dilakukan di Jateng di antaranya peningkatan luas tambah tanam, penguatan irigasi, distribusi pupuk, peningkatan penyuluh pertanian, dan penyediaan bibit unggul.


“Untuk luas tambah tanam di Jawa Tengah sudah 115 persen sampai November 2024, luas ini akan bertambah sampai akhir Desember, artinya sudah melebihi target dari pemerintah pusat," kata Nana.


Terkait irigasi, di Jawa Tengah ada 139 Daerah Irigasi (DI) dengan luas area lintasan irigasi 386.989 hektar. Dari jumlah luasan tersebut, yang menjadi kewenangan Provinsi sebanyak 108 DI dengan luasan 86.865 hektar, sedangkan 31 DI seluas 300.124 hektar menjadi kewenengan pemerintah pusat. 

4. Zulhas: Kalau tidak ada bendungan bisa pakai pompanisasi

Menko Pangan Zulhas konferensi pers ditemani Wamendagri Bima Arya, Mendag Budi Santoso, Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, WamenLHK Diaz Hendropriyono, Mendes PDT Yandri Susanto, Wamentan Sudaryono, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana, Sekda Jateng Sumarno, Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Gradhika Bakti Praja Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Menko Pangan Zulhas konferensi pers ditemani Wamendagri Bima Arya, Mendag Budi Santoso, Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, WamenLHK Diaz Hendropriyono, Mendes PDT Yandri Susanto, Wamentan Sudaryono, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana, Sekda Jateng Sumarno, Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Gradhika Bakti Praja Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Menko Pangan, Zulkifli Hasan bilang Jawa Tengah yang juga dikenal sebagai salah satu lumbung pangan, sehingga harus dioptimalkan. Salah satunya adalah optimalisasi irigasi. Ia meminta kepada pemerintah daerah untuk mendata lahan-lahan tadah hujan yang belum ada irigasinya. 


"Kalau yang tidak bisa dibangun irigasi karena tidak ada bendungan, maka bisa pakai sistem pompanisasi,” ujar Zulhas. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Mantan Artis Terlibat Kasus Pig Butchering di Jateng, Modusnya Ngonten

01 Jun 2026, 17:05 WIBNews