Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tahun 2025, Menko Pangan Zulhas Janji Gak Impor Beras, Garam dan Gula

Petani saat menanam padi (IDN Times/Ruhaili)
Petani saat menanam padi (IDN Times/Ruhaili)

Semarang, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan mengatakan tahun 2025 nanti tidak akan melakukan impor sejumlah bahan pangan. Zulhas menuturkan bahan pangan yang tidak akan diimpor ialah beras, garam dan gula. 

"Untuk bahan pangan kita tidak akan impor lagi. Kalau beras 99 persen kita mungkin bisa kita kurangi untuk tidak impor. Garam juga tidak impor. Kalau gula ada sedikit penurunan," kata Zulhas dalam paparan rapat koordinasi terbatas (ratas) bidang pangan nasional di Gradhika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (31/12/2024). 

1. Zulhas: Berapapun produksi padi akan dibeli pemerintah

Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan saat paparan dalam ratas di Gubernuran Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan saat paparan dalam ratas di Gubernuran Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pihaknya mengemukakan jika dalam rapat para menteri lintas pangan di Jakarta beberapa hari kemarin juga disampaikan bahwa serapan beras petani mulai tahun depan sepenuhnya akan ditampung oleh Bulog. 

Yang dimaksud serapan adalah jumlah produksi padi dan gabah yang dipanen para petani. "Sudah disampaikan dalam rapat kemarin. Berapa pun produksi gabah petani, berapa pun produksi jagung akan dibeli oleh pemerintah," tutur Zulhas. 

2. Penggilingan padi harus serap beras petani

Ilustrasi gabah hasil produksi petani di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi gabah hasil produksi petani di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Lebih lanjut lagi, menurut Zulhas untuk mengurangi ketergantungan impor, Bulog nantinya akan bekerjasama dengan tempat-tempat penggilingan padi untuk menyerap seluruh beras hasil panen petani. 

Pihaknya menginstruksikan bahwa pabrik-pabrik kecil harus membeli gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram dan juga perlu membeli beras di tingkat petani seharga Rp12.000 per kilogram. 

"Bulog kerjasama dengan penggilingan padi, pabrik kecil harus beli gabah Rp6.500 dan berasnya dibeli dengan angka Rp12 ribu per kilogram. Jadi pabrik masih ada keuntungan," urainya. 

3. Bulog juga diminta beli panen jagung

Ilustrasi petani menanam padi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi petani menanam padi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain itu, instruksi lainnya juga pada serapan panen jagung. Zulhas berkata bahwa jagung yang dipanen para petani sebaiknya dibeli Bulog seharga Rp5.500 per kilogram dari harga semula hanya Rp5.000 per kilogram. Ini perlu dilakukan karena serapan jagung selama ini cenderung kecil. 

"Selama ini jagung sarapannya kecil," tutur Zulhas. 

Dalam ratas bahan pangan hari ini, sejumlah menteri dan wamen yang hadir antara lain Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggoro, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Mendes PDT Yandi Susanto, Mendag Budi Santoso, Wamentan Sudaryono dan Wamen LHK Diaz Hendropriyono. 

Di samping itu ada pula Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana, Sekda Jateng Sumarno, beberapa bupati sentra penghasil komoditas bahan pangan dan sejumlah dinas teknis terkait. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Longsor Tutup Jalur Magelang-Boyolali, Cek Jalur Alternatif

22 Jan 2026, 06:07 WIBNews