Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Panaskan Pilwakot, Supriyadi Daftar Bakal Calon Walikota Semarang
Supriyadi ambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Walikota Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Memasuki tahapan penjaringan untuk bursa Pilwakot, Wakil Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Supriyadi memutuskan mendaftar sebagai bakal calon Walikota Semarang di markas DPC PDIP Kota Semarang, Kamis (3/5/2024). 

Supriyadi menjadi orang pertama di internal PDIP yang mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon walikota.

Kedatangannya ke markas DPC PDIP dikawal iring-iringan kader dan loyalisnya yang berpakaian encim Semarangan dan busana adat khas Semarangan. Momen pendaftarannya bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT Kota Semarang ke-477. 

Lantas apa saja misinya untuk Kota Semarang?

1. Optimistis masalah banjir bisa teratasi

Supriyadi disambut Sekretaris DPC PDIP Kota Semarang Kadarlusman. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Supriyadi yang punya rekam jejak panjang menjadi politisi PDIP mengaku niatnya maju sebagai bakal calon Walikota Semarang semata untuk membenahi kondisi di wilayah Ibu kota Jateng tersebut. 

Ia ingin agar Semarang benar-benar terbebas dari bencana banjir. 

"Masalah banjir dan rob Semarang Utara bisa teratasi dalam jangka waktu yang pendek karena sudah ada fasilitas sheet pile yang dibangun di sana," tutur mantan Ketua DPRD Kota Semarang ini. 

Di samping itu, upaya lainnya dengan menyelesaikan normalisasi Kali Bringin, Kali Plumbon dan Kali Tenggang. Dengan begitu, proses pengendalian banjir nantinya menjadi fokus utamanya saat menjadi Walikota Semarang. 

2. Juga akan tekan kemiskinan sampai zero

Ilustrasi potret kemiskinan di Indonesia. (Dok. Shantanu)

Untuk sektor pendidikan, pihaknya menilai program-program saat ini sudah berjalan cukup bagus. 

Pemberian pendidikan gratis misalnya sudah berlangsung sejak 2009 silam. Pemberian pendidikan gratis tidak hanya berlaku di sekolah negeri saja. Melainkan juga ke sekolah swasta. 

Di sektor lainnya, pihaknya akan mengupayakan menekan angka kemiskinan sampai zero di Kota Semarang. "Kan saat ini sudah ada penurunan angka kemiskinan menjadi 0,3 persen dari 1,7 juta jiwa. Harapannya nanti bisa diturunkan lagi sampai zero," ungkapnya. 

3. Tunggu arahan dari DPP PDIP

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat bidato politik kampanye akbar Ganjar-Mahfud di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/2/2024).

Oleh karena itulah, untuk memuluskan tahapan penjaringan Pilwakot, pihaknya tinggal menunggu arahan dari DPP PDIP. Hal ini terutama untuk menentukan siapa sosok yang tepat menjadi wakilnya. "Rekomendasi ada di kewenangan DPP, kami siap menjalankan tugas maupun arahan lanjutannya," tegasnya.

4. Supriyadi yang pertama daftar bakal calon Walikota Semarang

Pendaftaran bakal calon Walikota Semarang di DPC PDIP Kota Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sedangkan, Sekretaris DPC PDIP Kota Semarang Kadarlusman membenarkan bahwa Supriyadi memang menjadi tokoh yang pertama mendaftar sebagai bakal calon Walikota Semarang. Di luar itu masih ada sejumlah tokoh dari kader PDIP maupun kalangan eksternal yang sudah berkomunikasi dengan partainya untuk kontestasi Pilwakot Semarang. 

Adapun proses pendaftaran bakal calon tak cuma dilakukan di kantor DPC saja. Namun bisa juga ke DPD maupun DPP. 

"Tapi nama-nama yang sudah berkomunikasi dengan kami belum datang ke DPC PDIP. Untuk hari pertama dibuka (pendaftaran), baru Pak Supriyadi yang pertama mengambil formulir pendaftaran. Beliau ikut penjaringan calon untuk Pilkada Kota Semarang," terangnya. 

Editorial Team

Related Article