Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemindahan Napi ke Nusakambangan Bukan Respon Viral, Tapi Integritas
Deretan para napi digeledah oleh sipir Lapas Batu Nusakambangan Cilacap. (IDN Times/Dok Humas Lapas Nusakambangan Cilacap)

Cilacap, IDN Times - UPT Pemasyarakatan Nusakambangan Cilacap menyatakan upaya pemberantasan handphone ilegal, narkoba dan praktek penipuan untuk menegaskan keseriusan menghapus berbagai penyimpangan yang dilakukan para narapidana

Irfan selaku Koordinator Wilayah UPT Pemasyarakatan se-Nusakambangan mengatakan pemberantasan handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan di dalam lapas maupun rutan bukan sekadar agenda seremonial. Tetapi merupakan bentuk keseriusan nyata jajaran pemasyarakatan dalam melakukan transformasi pengawasan secara menyeluruh.

‎“Kami menerapkan zero tolerance terhadap handphone ilegal, narkoba, pungli, maupun berbagai bentuk penipuan dan penyimpangan lainnya. Penindakan dilakukan tanpa pandang bulu. Ini bukan hanya tentang pencitraan, tetapi tentang membangun sistem pemasyarakatan yang bersih, kuat, dan berintegritas,” katanya, di sela apel dan penggeledahan narapidana Lapas Kelas IIB Batu, Jumat (7/6/2026). 

‎Ia menambahkan, kegiatan apel dan ikrar tersebut merupakan langkah konkret dalam memperkuat komitmen seluruh petugas agar lebih responsif, profesional, dan konsisten dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

‎Hal itu ditandai dengan Pelaksanaan Apel Bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Nusakambangan-Cilacap dan ikrar penguatan pengawasan pemasyarakatan bersih dari handphone ilegal, narkoba dan penipuan. 

‎Menurutnya, langkah-langkah tegas yang dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, termasuk pemindahan warga binaan berisiko tinggi ke Nusakambangan, merupakan bagian dari strategi pengamanan nasional yang terukur dan berkelanjutan.

‎“Pemindahan warga binaan ke Nusakambangan bukan respons sesaat terhadap isu viral semata, melainkan bentuk komitmen negara dalam menjaga integritas sistem pemasyarakatan. Nusakambangan dipersiapkan sebagai pusat pengamanan maksimum bagi warga binaan kategori risiko tinggi maupun yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan lapas dan rutan,” ujar Irfan.

‎Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini terus memperkuat kapasitas Nusakambangan, termasuk rencana pengembangan kawasan pemasyarakatan terpadu atau mega prison sebagai bagian dari transformasi sistem pengamanan modern yang lebih terintegrasi dan efektif.

‎Selain penguatan pengawasan, Nusakambangan juga terus menunjukkan progres positif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. 

Berbagai lapas di kawasan Nusakambangan, tambahnya aktif mengembangkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga perkebunan dengan melibatkan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.

‎“Nusakambangan hari ini tidak hanya berbicara tentang pengamanan, tetapi juga transformasi pembinaan. Warga binaan dibekali keterampilan dan etos kerja agar siap kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang produktif dan bermanfaat,” terangnya.

‎Melalui apel bersama dan ikrar tersebut, jajaran pemasyarakatan Nusakambangan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga marwah pemasyarakatan melalui pengawasan yang ketat, penegakan integritas, serta pembinaan yang produktif dan humanis.

Kegiatan dihadiri oleh Korwil, seluruh Kalapas se Nusakambangan dan Cilacap, Pejabat struktural, satops patnal serta stake holder terkait Polri, TNI, BNNK Cilacap. 

Dari hasil pelaksanaan penggeledahan, tidak ditemukan barang-barang terlarang (nihil temuan), sehingga kondisi keamanan dan ketertiban di dalam blok hunian Lapas Terbuka Nusakambangan tetap terjaga dengan baik, aman dan tertib. Sedangkan hasil tes urine petugas dan warga binaan Lapas Terbuka Nusakambangan negatif.

Editorial Team