Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Solo Tak Larang Study, Sebut Disdikbud Jateng Terlalu Reaktif
Ilustrasi pelajar melakukan study tour sekolah. (instagram.com/jeepmerapifunfun)

Surakarta, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak melarang adanya study tour usai adanya kecelakaan yang bus karyawan wisata di Subang.

Hal tersebut diungkapkan oleh, Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa di kantor Balaikota Solo, Jumat (17/5/2024).

1. Dinilai terlalu reaktif

ciri umum hidden gem (freepik.com/freepik)

Teguh menilai apa yang disampaikan dinas pendidikan Jawa Tengah terlalu reaktif.

“Itu terlalu reaktif, terlalu reaktif. Orang harus melihat kacamata dari mana. Yang kedua bahwa kegiatan ini berbeda, study tour yang kejadian itu kelulusan," ujarnya.

"Kita lulusan nggak pernah ada study tour. Tidak melarang study tour, dengan tegas tidak melarang study tour,” imbuhnya.

2. Menurutnya tidak semua sekolah lakukan study tour

Kompasiana.com

Lebih lanjut, Teguh menyebut seharusnya seluruh kepala dinas kabupaten dan Kota diajak bicara sebelum mengeluarkan sebelum adanya instruksi tersebut.

“Seharusnya kepala daerah diajak bicara. Tidak semua sekolah menjalankan study tour. Mesti akan dilihat penyelenggara siapa, kendaraan siapa,” jelasnya.

3. Harus ada evaluasi

dokumen pribadi

Sementara, terkait kecelakaan yang menimpa rombongan bus study tour, Teguh menilai harus ada evaluasi pada dinas perhubungan dan pihak kepolisian. Untuk menindaklanjuti kendaraan yang digunakan.

“Dari kejadian harus ada evaluasi, harusnya dilihat konteksnya alasannya apa,” pungkasnya.

Editorial Team

Related Article