Sosok Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Ditunjuk Jadi Kepala BGN

- Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian dan Ketua DPD Gerindra Jateng, resmi ditunjuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S. Deyang.
- Lahir di Grobogan dari keluarga petani sederhana, Sudaryono menempuh pendidikan unggulan hingga meraih gelar doktor IPB dengan IPK sempurna 4,0.
- Kariernya melesat dari asisten pribadi Prabowo Subianto hingga posisi strategis di Partai Gerindra dan berbagai organisasi pedagang nasional.
Semarang, IDN Times — Sosok Sudaryono kembali menjadi sorotan publik. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah ini resmi ditunjuk menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang.
Langkah ini menjadi babak baru dalam karier politik dan pengabdian politisi muda yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di lingkaran terdekat Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Bagi Sedulur yang penasaran dengan rekam jejaknya, berikut adalah profil singkat Sudaryono, dari anak petani hingga kini dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional, Lur!
1. Anak Petani Asal Grobogan yang dikenal cerdas

Lahir dan dibesarkan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sudaryono tumbuh dalam keluarga petani yang sederhana.
Mengutip dari website resmi Sudaryono, yakni sudaryono.id, Sudaryono lahir pada 23 Januari 1985 di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan Yahyo dan Suwarni yang bekerja sebagai petani penggarap lahan sewaan dan buruh bangunan.
Sejak muda, ia dikenal berprestasi secara akademis hingga berhasil masuk ke sekolah elite SMA Taruna Nusantara Magelang.
2. Menempuh Pendidikan Militer di Jepang

Sudaryono kemudian lolos seleksi ketat beasiswa di SMA Taruna Nusantara Magelang (2000–2003). Di sekolah asrama ini, mental dan kedisiplinannya digembleng habis-habisan hingga lulus sebagai salah satu siswa terbaik.
Keberhasilannya di Taruna Nusantara mengantarkannya meraih beasiswa ke National Defense Academy (NDA) di Jepang (2004–2009). Di Negeri Sakura, ia tak hanya menyerap ilmu akademis, tetapi juga mempelajari etos kerja keras dan pemanfaatan teknologi maju.
Tak berhenti di situ, ia melanjutkan S2 Magister Manajemen di Swiss German University dan sukses meraih gelar Doktor di IPB University dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,0.
3. Ketua Gerindra Jateng dan sosok kepercayaan Prabowo

Karier politiknya dimulai pada tahun 2010 saat dipercaya menjadi asisten pribadi (aspri) Prabowo Subianto. Kariernya terus menanjak hingga menjadi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra, dipercaya memegang amanah sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah pada usia 38 tahun, serta mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian RI.
Sudaryono pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Ketua Dewan Pembina PAPERA (Pedagang Pejuang Indonesia Raya).
Ia juga dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Sudaryono akhirnya dipercaya memimpin BGN.
Di dunia profesional, karier Sudaryono terbilang cemerlang. Ia mengawali kariernya sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy pada tahun 2014, sebelum akhirnya dipercaya menjadi CEO Garuda TV pada 2018.





















