Pemprov Jateng Rayu Investor Singapura Buat Tambah Kawasan Industri

- Pemprov Jawa Tengah menjajaki kerja sama baru dengan Sembcorp Industries asal Singapura untuk menambah kawasan industri setelah keberhasilan pengelolaan KEK Kendal.
- Pemerintah provinsi telah memetakan enam lokasi potensial dengan lahan minimal 50 hektare yang siap ditawarkan kepada investor melalui skema proyek siap investasi.
- Sembcorp melihat peluang besar di Jawa Tengah dan berencana membentuk poros industri Vietnam–Singapura–Indonesia, melanjutkan kemitraan strategis sejak 2016 di sektor industri dan energi berkelanjutan.
Semarang, IDN Times - Pemprov Jawa Tengah sedang berusaha melobi investor asal Singapura untuk menambah kawasan industri. Upayanya salah satunya saat Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bertemu dengan Chief Operating Officer (COO) Sembcorp Industries Gareth Wong.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan adanya pertemuan untuk melakukan penjajakan penguatan kerja sama dengan perusahaan asal Singapura tersebut.
"Sembcorp Industries ini pengelola dari KEK Kendal dan Jababeka. Karena sudah berjalan lancar untuk KEK Kendal, kami berharap akan ada kawasan industri lagi yang dibangun oleh Sembcorp di Jawa Tengah. Gubernur juga menyambut dengan baik dan sudah menawarkan potensi kawasan industri baru," kata Sakina, Rabu (22/7/2026).
Ia bilang posisi kawasan industri menjadi magnet para investor untuk menanamkan modalnya. Sesuai instruksi Ahmad Luthfi, pendataan kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan kawasan industri atau ekonomi khusus baru sudah dilakukan.
Salah satu syaratnya adalah lahan dengan luas minimal 50 hektare. Kajian-kajian juga sudah disusun, termasuk dalam bentuk investment project ready to over atau proyek yang siap ditawarkan kepada investor.
"Saat ini sudah ada enam lokasi peruntukan industri yang akan menjadi kawasan industri. Bahkan, sudah ada pendekatan atau sounding kepeminatan dari investor," kata Sakina.
Sementara itu, COO Sembcorp Industries, Gareth Wong, mengatakan peluang untuk kawasan industri baru sangat besar. Sembcorp Industries yang sudah memiliki 26 kawasan industri di Vietnam dan juga di Singapura tersebut ingin melebarkan sayapnya di Indonesia.
"Kami ingin membuat poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik menjadi bagian dari itu," katanya.
Berdasarkan data, akumulasi investasi di KEK Kendal telah mencapai Rp187,05 triliun hingga akhir 2025 lalu.
Sementara pada 2026, hingga bulan Juli, realisasi investasi di kawasan tersebut sudah mencapai sekitar Rp6 triliun dari target sekitar Rp9 triliun. Dampak paling penting, KEK diklaim sudah menciptakan lapangan kerja bagi hampir 118 ribu tenaga kerja hingga Triwulan I - 2026, serta berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal yang mencapai sekitar 9% dan tertinggi di Jawa Tengah.
Sebagai informasi, Sembcorp Industries adalah perusahaan yang berpusat di Singapura dan telah menjadi mitra strategis Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2016. Sampai saat ini, kerja sama antara Sembcorp Industries dan Jawa Tengah berfokus pada pengembangan industri, energi, dan kawasan berkelanjutan, khususnya terkait dengan pengelolaan KEK Kendal.





















