- Neptu Hari: Minggu (5), Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), dan Sabtu (9).
- Neptu Pasaran: Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), dan Kliwon (8).
Panduan Lengkap Cara Hitung Weton Jodoh untuk Cek Kecocokan Pasangan, Yuk!

Perhitungan weton jodoh menggunakan rumus penggabungan nilai neptu hari dan pasaran Jawa untuk memprediksi masa depan rumah tangga.
Metode Pancasuda Jodoh membagi total neptu dengan angka 8 untuk melihat hasil kategori mulai dari Pegat, Ratu, hingga Pesthi.
Selain angka neptu, Primbon Jawa melarang keras pernikahan Gehing (Wage dan Pahing) yang dianggap sebagai pasangan musuh alami.
Merencanakan pernikahan dalam budaya Jawa memang tidak cukup hanya bermodalkan rasa cinta dan cocok di obrolan sehari-hari. Banyak orang tua yang masih memegang teguh tradisi menghitung keberuntungan masa depan lewat kecocokan tanggal lahir. Tidak heran jika kalkulasi weton jodoh kerap menjadi syarat krusial sebelum melangkah ke jenjang pelaminan.
Hitungan ini sebenarnya bertujuan untuk melihat gambaran keharmonisan, rezeki, hingga potensi rintangan yang bakal dihadapi. Bagi kamu yang penasaran bagaimana cara menghitungnya sendiri tanpa perlu repot datang ke dukun atau sesepuh, yuk simak panduan lengkapnya di bawah ini!
1. Mengetahui Tabel Nilai Neptu Hari dan Pasaran

Langkah paling awal yang wajib kamu lakukan adalah mencari tahu bobot nilai atau neptu dari hari lahir serta pasaran Jawa masing-masing. Setiap nama hari dan pasaran memiliki angka uniknya sendiri:
2. Menjumlahkan Neptu Pasangan

Setelah mendapatkan angkanya, jumlahkan neptu lahir milik kamu dengan neptu milik pasangan untuk menemukan Total Neptu Jodoh.
Sebagai contoh simulasi:
- Pihak Pertama (Kamis Kliwon): Kamis (8) + Kliwon (8) = 16
- Pihak Kedua (Selasa Pon): Selasa (3) + Pon (7) = 10
- Total Neptu Jodoh: 16 + 10 = 26
3. Menghitung Sisa Pembagian Kategori

Metode paling populer yang digunakan adalah Pancasuda Jodoh. Total neptu gabungan tersebut dibagi dengan angka 8. Sisa dari hasil pembagian itulah yang menentukan nasib kategori hubunganmu:
Cara menghitungnya sangat mudah: 26 ÷ 8 = 3 (dengan sisa 2). Karena menyisakan angka 2, maka pasangan simulasi di atas jatuh pada kategori RATU.
Berikut adalah arti dari 8 kategori sisa pembagian tersebut.
Sisa | Kategori | Arti Ramalan Primbon |
1 | Pegat | Rentan bercerai atau berpisah akibat masalah ekonomi dan orang ketiga. |
2 | Ratu | Sangat Baik. Pasangan ini sudah bertaut jodoh, harmonis, dan kaya rezeki. |
3 | Jodoh | Sangat Baik. Saling melengkapi kelebihan dan kekurangan hingga tua. |
4 | Topo | Cukup Baik. Susah di awal pernikahan, namun sukses dan bahagia di akhir. |
5 | Tinari | Sangat Baik. Rumah tangga dipenuhi keberuntungan dan rezeki melimpah. |
6 | Padu | Sering diwarnai adu mulut sepele, tetapi jarang sampai bercerai. |
7 | Sujanan | Buruk. Sangat rentan diwarnai prasangka, perselingkuhan, dan kecemburuan. |
8 / 0 | Pesthi | Sangat Baik. Kehidupan rumah tangga berjalan damai, adem ayem, dan tenteram. |
4. Waspadai Larangan Pasangan Musuh (Gehing)

Selain hitungan matematika di atas, ada satu aturan mutlak dalam Primbon Jawa yang paling dihindari, yaitu larangan GEHING (singkatan dari Wage bertemu Pahing).
Jika kamu memiliki pasaran Wage dan pasangan berpasaran Pahing, hubungan ini diibaratkan seperti minyak dan air yang tidak pernah bisa menyatu. Mitosnya, pernikahan Gehing dipercaya berisiko mendatangkan musibah finansial yang hancur, pertengkaran hebat tanpa henti, atau ancaman penyakit berat.
Perhitungan weton jodoh pada dasarnya adalah bagian dari warisan kebudayaan lisan yang digunakan orang tua zaman dahulu sebagai bentuk kewaspadaan. Apapun hasilnya, kunci utama keharmonisan rumah tangga modern tetap berada pada komitmen, rasa saling percaya, serta komunikasi yang sehat.
Setelah mencoba rumus di atas, neptu kamu dan pasangan kalau dijumlahkan hasilnya masuk kategori mana nih? Tulis hasil hitungan kamu di kolom komentar!





















