Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mandi Air Dingin di Pegunungan Bisa Memicu Rematik? Ini Faktanya

Mandi Air Dingin di Pegunungan Bisa Memicu Rematik? Ini Faktanya
ilustrasi pria sedang menggunakan body wash saat mandi (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
  • Anggapan bahwa mandi malam dengan air dingin di daerah pegunungan menyebabkan penyakit rematik murni merupakan mitos medis.

  • Rasa kaku dan ngilu yang muncul setelah mandi dingin hanyalah reaksi mekanis sesaat dari sendi yang menyusut dan mengental akibat paparan suhu ekstrem.

  • Bahaya nyata yang sebenarnya mengintai kamu saat nekat mandi dingin di malam hari adalah risiko hipotermia dan penurunan imunitas tubuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sedang menikmati liburan di daerah dataran tinggi atau pegunungan, tetapi mendadak ragu untuk membersihkan diri saat hari sudah petang? Rasa bimbang ini wajar sekali muncul, mengingat mitos lama yang mengatakan bahwa nekat mandi malam pakai air dingin di tempat yang sejuk bisa memicu penyakit rematik di hari tua. Ketakutan ini akhirnya membuat banyak orang memilih untuk menahan diri tidak mandi sama sekali.

Di tengah masyarakat, peringatan ini sudah telanjur dianggap sebagai fakta kesehatan yang mutlak. Namun, apakah dunia kedokteran menyetujui anggapan tersebut? Biar tidak salah kaprah lagi, yuk bongkar penjelasan ilmiah di balik efek mandi air dingin di daerah dingin!

1. Penyebab Asli Rematik Sama Sekali Bukan Suhu Dingin

Seorang pria sedang mandi di bawah pancuran air di kamar mandi, dengan air mengalir di tubuhnya dan kedua tangan di kepala.
ilustrasi pria sedang mandi (magnific.com/freepik)

Berdasarkan data medis resmi dari Perhimpunan Reumatologi Indonesia, penyakit rematik atau secara medis disebut Rheumatoid Arthritis merupakan jenis penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami kelainan dan justru berbalik menyerang jaringan sendinya sendiri.

Selain faktor autoimun, penyakit ini juga dipicu oleh faktor genetik, faktor usia, riwayat cedera sendi, hingga penumpukan zat asam urat yang tinggi di dalam tubuh. Faktor lingkungan luar seperti cipratan air dingin di daerah pegunungan sama sekali tidak memiliki korelasi biologis sebagai penyebab kerusakan sendi tersebut.

2. Alasan Medis Kenapa Air Dingin Terasa Bikin Ngilu

ilustrasi seseorang mandi
ilustrasi seseorang mandi (pexels.com/Armin Rimoldi)

Jika memang bukan penyebabnya, lalu kenapa setiap kali kulit terkena air dingin di pegunungan, persendian langsung terasa ngilu dan kaku? Fenomena ini terjadi karena adanya efek mekanis suhu rendah pada anatomi tubuh manusia.

Saat tubuh disiram air sedingin es, kapsul pembungkus sendi dan otot di sekitarnya akan otomatis mengkerut atau berkontraksi. Suhu yang sangat rendah juga membuat cairan sinovial (pelumas alami di dalam sendi) berubah menjadi sedikit lebih kental. Ditambah lagi, pembuluh darah akan menyempit untuk menjaga kehangatan organ dalam, sehingga aliran darah ke area luar berkurang dan memicu rasa kaku.

Bagi orang dengan kondisi fisik yang sehat, sensasi tidak nyaman ini hanya bersifat sementara dan akan hilang begitu suhu tubuh kembali normal. Namun, bagi orang yang memang sudah mengidap penyakit rematik sebelumnya, paparan suhu dingin ekstrem ini dipastikan akan langsung memicu gejala nyeri mereka kumat lagi.

3. Bahaya Nyata yang Mengintai di Balik Air Dingin Pegunungan

ilustrasi seseorang mandi
ilustrasi seseorang mandi (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Meskipun terbukti tidak menyebabkan rematik, bukan berarti kamu bebas mandi air dingin di malam hari saat berada di kawasan pegunungan. Para ahli kesehatan tetap melarang keras kebiasaan ini karena adanya ancaman kesehatan lain yang jauh lebih berbahaya.

Risiko utama yang paling ditakuti adalah hipotermia, yaitu kondisi ketika suhu inti tubuh mengalami penurunan drastis secara mendadak. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa mengacaukan detak jantung dan fungsi organ vital. Selain itu, perubahan suhu yang terlalu drastis saat tubuh sedang lelah juga bisa menurunkan sistem imun, membuat kamu menjadi lebih mudah terserang virus influenza.

4. Solusi Sehat dengan Mandi Air Hangat

Ilustrasi mandi dengan air hangat
Ilustrasi mandi dengan air hangat (Pixels.com/Kaboom pics)

Jika situasi mendesak mengharuskan kamu untuk membersihkan badan di malam hari, solusi terbaiknya adalah dengan selalu menggunakan air hangat. Mandi air hangat justru memberikan efek terapi yang sangat baik bagi tubuh setelah seharian beraktivitas.

Suhu hangat dari air akan membantu melebarkan pembuluh darah, melancarkan sirkulasi oksigen, serta merelaksasi otot-otot yang tegang akibat hawa dingin pegunungan. Bonusnya, tubuh yang rileks setelah basuhan air hangat akan memicu pelepasan hormon tidur, sehingga kualitas istirahat kamu malam itu menjadi jauh lebih nyenyak.

Kesimpulannya, mandi malam pakai air dingin di daerah pegunungan tidak akan membuat orang sehat terkena rematik, tetapi tetap memiliki risiko kesehatan lain yang wajib diwaspadai. Mengutamakan air hangat adalah langkah paling bijak untuk menjaga kesehatan tubuh tetap prima selama berada di dataran tinggi.

Apakah kamu termasuk tim yang tetap nekat mandi air dingin di gunung atau selalu wajib pakai air hangat? Yuk, bagikan kebiasaan kamu di kolom komentar!

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More