Pilih Ngirit BBM, ASN Komdigi Jateng Kerja Naik Sepeda Listrik

- Galih Wibowo, ASN Diskomdigi Jateng, rutin berangkat kerja sejauh 12 km dari Demak ke Semarang menggunakan sepeda listrik demi efisiensi dan keamanan perjalanan.
- Dengan sepeda listrik, Galih mampu menghemat biaya BBM hingga sekitar Rp200 ribu per minggu hanya dengan pengisian baterai selama lima hingga delapan jam.
- Kepala Diskomdigi Jateng mendukung kebiasaan ASN bersepeda atau berjalan kaki ke kantor karena dinilai menyehatkan sekaligus membantu penghematan bahan bakar.
Semarang, IDN Times - Seorang ASN Dinas Komunikasi Informatika dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah Galih Wibowo, memutuskan berangkat kerja dari rumahnya perbatasan Semarang dan Kabupaten Demak menuju kantornya dengan naik sepeda listrik.
Galih terlihat gowes sepeda listrik melintasi bundaran Simpang Lima lalu memutari Jalan Pahlawan hingga menyusuri Jalan Menteri Supeno Randusari.
Dari rumahnya hingga kantornya belakang Gubernuran Semarang, Galih mesti menempuh perjalanan 12 kilometer. "Biasanya saya dari rumah paling gasik jam 06.15. Sampai sini jam 07.00. Sudah dua tahun ini naik sepeda listrik dari rumah kalau mau berangkat kerja. Soalnya hemat, lebih safety karena jalannya lebih lambat ketimbang motoran," kata Kasubag Program Diskomdigi Jateng tersebut, Senin (6/4/2026).
Galih merasa naik sepeda listrik saban berangkat ngantor lebih irit ketimbang menggeber sepeda motor.
Dari sisi kenyamanan, Galih juga bilang lebih enak naik sepeda listrik. Kalau dihitung-hitung, katanya naik seperti listrik saat kerja bisa ngirit ongkos bahan bakar minyak (BBM) sekitar Rp200 ribu.
Sebab untuk pergi pulang kerja naik sepeda listrik, ia hanya modal mengisi baterai selama delapan jam.
"Pengisian sepeda listrik ini lima sampai delapan jam. Kalau perjalanan 12 kilometer bolak balik ke kantor dua kali PP bisa. Yang pasti saya berangkat seminggu lima gari kerja bisa charger tiga kali. Satu kali charger bisa lebih irit dari pada BBM. Misalnya daripada naik mobil habisnya Rp200 ribu," akunya.
Kepala Diskomdigi Jateng, Agung Hariyadi mengaku senang dengan kebiasaan naik sepeda listrik, nge-gowes maupun jalan kaki saat berangkat kerja. Di kantornya memang banyak ASN terbiasa nge-gowes karena punya komunitas sejak lama.
Pihaknya juga mendukung penerapan budaya kerja seperti itu karena bisa menghemat BBM. "Tentunya kebiasaan yang baik ini harus disambut dengan hal-hal yang positif karena naik sepeda bisa menyehatkan badan tetapi sekaligus bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," teragnya.



















