Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prof Mas'ud Teliti Filosofi Maori untuk Kurikulum Hijau Indonesia
Suku Maori di Christchurch, Selandia Baru. instagram.com/12flytravel/
  • Prof Abdurrahman Mas’ud dari UIN Walisongo meneliti filosofi Māori di Selandia Baru melalui hibah LPDP AIR Funds Kemenag untuk mengembangkan pendidikan pelestarian lingkungan di Indonesia.

  • Riset menelaah program Enviroschools yang mengintegrasikan 1.161 sekolah berbasis budaya dan alam, serta menemukan keselarasan ekoteologi Islam dengan filosofi Māori, Ako.

  • Filosofi Ako mendorong pembelajaran timbal balik guru-siswa dalam menangani isu lingkungan lokal; temuan ini direkomendasikan untuk memperkuat kurikulum hijau terstruktur di Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (24/10/2026)

Prof Abdurrahman Mas'ud menyatakan riset filosofi Ako Māori menautkan nilai ekoteologi Islam dengan kearifan lokal untuk pendidikan pelestarian lingkungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Prof Abdurrahman Mas’ud meneliti filosofi pendidikan Māori, khususnya konsep Ako dan program Enviroschools, untuk pengembangan kebijakan pendidikan pelestarian lingkungan berbasis Transcultural Ecotheology di Indonesia.
  • Who?
    Prof Abdurrahman Mas’ud dari UIN Walisongo Semarang, Cate Jessep dari Auckland Council, Dr Zain Ali dari University of Auckland, dan Tracey Prout dari Papatoetoe Intermediate School terlibat dalam pembahasan riset.
  • Where?
    Penelitian dilakukan di Selandia Baru, termasuk melalui diskusi dengan Sustainable Schools Advisor Auckland Council dan kajian praktik pendidikan Māori.
  • When?
    Keterangan mengenai penelitian ini disampaikan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Waktu pelaksanaan riset di Selandia Baru per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Riset dilakukan untuk memperdalam kajian sejarah dan kebudayaan Māori serta menggali praktik pendidikan lingkungan yang dapat mendukung kurikulum hijau di madrasah dan lembaga pendidikan Islam Indonesia.
  • How?
    Mas’ud melakukan kunjungan riset dengan pendanaan hibah LPDP AIR Funds Kementerian Agama, menggelar FGD, menelaah lima prinsip Enviroschools, serta membandingkan ekoteologi Islam dengan filosofi Ako.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Prof Mas’ud dari UIN Walisongo pergi ke Selandia Baru untuk belajar dari suku Maori. Suku Maori punya cara menjaga alam. Ia melihat sekolah di sana mengajarkan anak-anak merawat lingkungan bersama guru. Prof Mas’ud ingin cara baik ini dipakai untuk kurikulum hijau di sekolah Islam Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Riset Prof Mas’ud memperlihatkan ruang dialog yang produktif antara nilai penjagaan alam dalam Islam dan filosofi Ako Māori. Dengan menempatkan guru serta siswa sebagai pembelajar yang saling menguatkan dalam isu lingkungan lokal, kajian ini mengangkat pendidikan hijau sebagai proses kolaboratif yang berakar pada budaya, keberagaman, dan komunitas berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Suku Maori terkenal dengan keunikannya. Sebab selain dikenal mampu hidup berdampingan dengan alam, suku maori di Selandia Baru juga memiliki pola hidup yang bikin banyak orang penasaran. 

Atas dasar meningkatkan pengetahuan kajian sejarah, seorang pakar ilmu sejarah dan kebudayaan Islam dari UIN Walisongo Semarang bernama Prof Abdurrahman Mas’ud memilih melakukan penelitian terhadap kebiasaan baik yang bertahun-tahun dilakukan suku maori. 

Prof Mas'ud juga memutuskan datang langsung ke Selandia Baru untuk memperbanyak literasi sebagai pijakan dalam mengulik suku maori. 

Bekal penelitiannya di Selandia Baru berasal dari pendanaan hibah riset LPDP AIR Funds Kementerian Agama (MORA). 

Ia tertarik mengulik suku maori terutama untuk memperdalam pengembangan kebijakan pendidikan pelestarian lingkungan berbasis Transcultural Ecotheology dengan menggali praktik terbaik dari filosofi suku tersebut. 

"Pendidikan pelestarian lingkungan tidak bisa lagi berjalan secara parsial. Melalui pendekatan Transcultural Ecotheology, kami melihat bahwa nilai-nilai universal Islam tentang penjagaan alam. Seperti konsep Khalifah, Amanah, Mizan, dan Ihsan memiliki titik temu yang sangat harmonis dengan kearifan lokal. Termasuk filosofi Ako suku Māori di Selandia Baru," kata Mas'ud dalam keterangan yang diterima IDN Times, Sabtu (24/10/2026). 

Prof Mas'ud teliti filosofi pendidikan maori

Suku Maori adalah penduduk asli Selandia Baru. (swaindestinations.com)

Untuk menggarap penelitiannya, ia mula-mula menggelar FGD bersama Cate Jessep, seorang pengajar dari Sustainable Schools Advisor Auckland Council. Dalam FGD ia membedah kesuksesan program Enviroschools yang telah mengintegrasikan 1.161 sekolah di Selandia Baru ke dalam kurikulum berbasis budaya dan alam.

Pihaknya menelaah lima prinsip fundamental Enviroschools, yakni penghormatan terhadap kearifan ekologis suku Maori, Respect for Diversity, dan Sustainable Communities.

Mas'ud dan tim risetnya lalu menemukan titik temu antara ekoteologi Islam dengan filosofi pendidikan Maori, yaitu "Ako". Filosofi Ako mengubah pola pengajaran hierarkis menjadi relasi pembelajaran timbal balik, di mana guru dan siswa berkolaborasi sebagai penjaga alam dalam memecahkan isu lingkungan lokal.

"Sinergi lintas budaya ini diharapkan menjadi model nyata bagi transformasi pendidikan hijau di madrasah dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia," katanya. 

Bisa diterapkan standar kurikulum hijau di Indonesia

Pakar ilmu sejarah dan kebudayaan Islam dari UIN Walisongo Semarang bernama Prof Abdurrahman Mas’ud berbincang dengan peneliti dari Selandia Baru. (IDN Times/Dok Humas UIN Walisongo Semarang)

Cate Jessep pun menyambut baik riset yang dikerjakan Prof Mas'ud. Ia merekomendasikan agar temuan dari Selandia Baru dapat mendorong otoritas pendidikan Indonesia untuk memperketat penerapan standar kurikulum hijau secara terstruktur. 

Ekoteologi Islam dan pandangan masyarakat adat perlu bersinergi

Prof Mas'ud bertemu sejumlah peneliti dari Selandia baru. (IDN Times/Dok Humas UIN Walisongo Semarang)

Dr Zain Ali, seorang pakar Islam dari University of Auckland, berpendapat bahwa ekoteologi Islam dan pengetahuan masyarakat adat perlu bersinergi untuk menciptakan pendidikan yang berkelanjutan.

Associate Principal Papatoetoe Intermediate School, Tracey Prout, menegaskan bahwa Empowered Learners menjadi fokus utama dalam pengembangan praktik pendidikan berkelanjutan berlandaskan filosofi budaya setempat. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article