Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lagi! 36 Siswa MAN 2 Rembang Diduga Keracunan MBG, Belasan Dirawat Inap
Puluhan siswa MAN 2 Rembang (MAN Lasem) diduga keracunan Makan Bergizi Gratis MBG), Selasa (8/9/2026). (Dok. IDN Times)
  • Puluhan siswa MAN 2 Rembang mengalami mual, muntah, diare, dan sakit perut pada Selasa pagi, diduga setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis.
  • Hingga pukul 15.52 WIB, 36 siswa ditangani di Puskesmas Lasem: 15 rawat inap, 15 rawat jalan, dan 6 masih observasi.
  • Puskesmas belum memastikan penyebab insiden; petugas memprioritaskan penanganan pasien serta mengamankan sampel untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak anak MAN 2 Rembang sakit perut, mual, muntah, dan diare setelah diduga makan MBG. Mereka dibawa ke Puskesmas Lasem. Ada 36 anak yang diperiksa. Sebanyak 15 anak harus menginap untuk dirawat. Dokter masih menjaga mereka dan memeriksa sampel untuk tahu penyebab sakitnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rembang, IDN Times — Puluhan siswa MAN 2 Rembang (MAN Lasem) mendadak mengalami gejala gangguan pencernaan massal seperti mual, muntah, hingga diare pada Selasa (8/9/2026). Para siswa tersebut diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga Selasa sore pukul 15.52 WIB, jumlah siswa yang dilarikan ke Puskesmas Lasem tercatat mencapai 36 anak.

Puluhan siswa MAN 2 Rembang (MAN Lasem) diduga keracunan Makan Bergizi Gratis MBG), Selasa (8/9/2026). (Dok. IDN Times)

Kepala MAN 2 Rembang, Ahmad Suhadak Solikin, membenarkan kejadian yang menimpa para siswanya tersebut. Ia menyebut para siswa mulai mengeluhkan sakit perut saat berada di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB.

"Iya benar. Ini tadi kejadian sekitar jam 08.00 WIB. Ya murid-murid pada ngeluh diare, mual, muntah, mules. Iya (dugaannya keracunan MBG). Ini sudah dirawat di Puskesmas Lasem," kata Suhadak.

Puluhan siswa MAN 2 Rembang (MAN Lasem) diduga keracunan Makan Bergizi Gratis MBG), Selasa (8/9/2026). (Dok. IDN Times)

Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto menyampaikan, pihak medis langsung membagi penanganan berdasarkan kondisi gejala para siswa. Dari puluhan anak yang masuk, sebagian di antaranya harus menjalani rawat inap.

"Jadi kita ada laporan siswa MAN Lasem gejala diare gangguan pencernaan. Yang dibawa ke sini ada 29 pasien dari MAN Lasem. Dari 29 itu yang rawat inap ada 15, sementara itu dulu. Ini masih proses observasi berjalan," jelas Joko.

Meski demikian, pihak puskesmas belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab utama dari insiden ini sebelum ada hasil laboratorium.

"Belum bisa dipastikan (dikarenakan MBG). Kita yang penting tanggap daruratnya dulu, menangani yang datang bergejala kemudian mengamankan sampel-sampelnya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Daya tampung Puskesmas masih aman," tambahnya.

Puluhan siswa MAN 2 Rembang (MAN Lasem) diduga keracunan Makan Bergizi Gratis MBG), Selasa (8/9/2026). (Dok. IDN Times)

Salah satu siswa kelas 12 MAN 2 Rembang, Nashwa Angeli Fajrina, menceritakan bahwa gejala sakit perut sebenarnya sudah ia rasakan sejak malam hari sebelum berangkat sekolah.

"Kerasanya itu pas Isya, tengah malam itu kerasa lagi sering BAB. Pagi masih kerasa, tapi mau enggak sekolah sayang, akhirnya sekolah. Di sekolahan diare lagi, BAB sampai tiga kali. Tadi sampai antre juga di WC," ungkap Nashwa.

Ia mengaku akhirnya dilarikan ke puskesmas karena kondisinya tak kunjung membaik. "Terus pada dibawa ke sini. Rasanya sakit mules di perut. Mual tapi enggak bisa muntah. Ini sampai sekarang masih kerasa mules," tuturnya.

Menu MBG untuk yang diduga menyebabkan puluhan siswa MAN 2 Rembang (MAN Lasem) keracunan, Selasa (8/9/2026). (Dok. IDN Times)

Berdasarkan pantauan di lokasi hingga pukul 15.52 WIB, total siswa yang dirawat di Puskesmas Lasem melonjak menjadi 36 anak.

Adapun rincian penanganannya adalah:

  • 15 siswa menjalani rawat inap

  • ⁠15 siswa menjalani rawat jalan

  • 6 siswa masih dalam proses observasi

Jumlah pasien yang dirawat diperkirakan masih bisa bertambah mengingat proses pendataan dan observasi medis hingga kini masih terus berlangsung.

Editorial Team

Related Article