Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pusing dan Leher Tegang di Kantor? Hati-hati, Ini Beda Gejala Stres Kerja dan Kolesterol Tinggi
ilustrasi leher tegang (pexels.com/Kindel Media)
  • Pusing dan leher tegang pada pekerja kantoran bisa terkait stres kerja atau kolesterol tinggi, sehingga karakter keluhan dan gejala penyerta perlu diperhatikan.

  • Stres biasanya memicu sakit kepala seperti tekanan, leher kaku yang membaik setelah istirahat, serta mata lelah, cemas, sulit fokus, dan gangguan tidur.

  • Kolesterol tinggi dikaitkan dengan pusing berat, ketegangan konstan, kebas, mengantuk, xanthelasma, atau dada tidak nyaman; pemeriksaan darah berkala dianjurkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Keluhan pusing, leher tegang, dan pundak kaku pada pekerja kantoran dapat berkaitan dengan stres kerja atau kolesterol tinggi, dengan ciri gejala dan pemicu yang berbeda.
  • Who?
    Pekerja kantoran yang duduk lama di depan komputer, terutama mereka yang mengalami beban kerja tinggi, pola makan tinggi lemak, kurang bergerak, atau merokok.
  • Where?
    Keluhan umumnya muncul di lingkungan kantor, saat bekerja di meja, menatap layar komputer, mengonsumsi makanan kantor, atau menjalani aktivitas duduk berkepanjangan.
  • When?
    Sakit kepala akibat stres cenderung memburuk pada siang atau sore ketika beban kerja meningkat. Pusing yang dikaitkan dengan kolesterol tinggi dapat muncul tanpa memandang waktu.
  • Why?
    Stres dipicu deadline, beban tugas, dinamika kerja, dan postur duduk buruk. Kolesterol tinggi dikaitkan dengan penumpukan plak, makanan tinggi lemak, minuman manis, merokok, serta kurang aktivitas fisik.
  • How?
    Pemeriksaan profil lipid dapat dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol. Pencegahan meliputi peregangan, aturan 20-20-20, memilih camilan sehat, berjalan saat istirahat, dan menggunakan tangga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pusing dan leher tegang saat kerja bisa karena stres atau kolesterol tinggi. Stres membuat kepala seperti diikat dan leher bisa lebih enak setelah istirahat. Kolesterol tinggi bisa membuat pusing berat, leher tetap tegang, tangan kesemutan, atau dada tidak nyaman. Orang kantor perlu cek darah, makan sehat, dan sering bergerak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan kerja yang kerap terasa lewat pusing dan leher tegang, adanya ciri pembeda serta langkah pencegahan yang jelas memberi pekerja kantor ruang untuk lebih memahami tubuhnya. Pemeriksaan darah, jeda dari layar, pilihan camilan berserat, dan gerak ringan digambarkan sebagai kebiasaan praktis yang dapat mendukung perhatian pada kesehatan sehari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Tuntutan pekerjaan yang menumpuk di kantor sering kali memicu berbagai keluhan fisik. Rasa pusing, pegal, hingga ketegangan di area leher dan pundak adalah keluhan yang paling sering dirasakan para pekerja kantoran saat duduk seharian di depan layar komputer.

Banyak orang secara refleks menganggap keluhan tersebut sekadar imbas dari stres kerja atau kelelahan menatap layar (eye strain). Padahal, sensasi leher tegang dan kepala berat juga bisa menjadi tanda peringatan awal dari lonjakan kadar kolesterol tinggi dalam darah (hiperkolesterolemia).

Agar tidak salah kaprah dan bisa melakukan penanganan yang tepat, kenali perbedaan mendasar antara gejala stres kerja dan kolesterol tinggi berikut ini!

1. Karakteristik Rasa Pusing dan Sakit Kepala

ilustrasi sakit kepala (pexels.com/cottonbro studio)

Meski sama-sama memicu rasa nyeri di area kepala, jenis sakit kepala yang ditimbulkan oleh stres kerja dan kolesterol tinggi memiliki perbedaan rasa yang cukup signifikan:

  • Stres Kerja (Tension Headache): Rasa sakit kepala akibat stres biasanya terasa seperti ada pita kencang yang mengikat sekeliling kepala atau tekanan konstan di area dahi dan pelipis. Rasa sakit ini cenderung berdenyut halus dan memburuk seiring meningkatnya beban kerja di siang atau sore hari.

  • Kolesterol Tinggi: Pusing akibat kolesterol tinggi umumnya dipicu oleh terhambatnya aliran darah beroksigen menuju otak akibat penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis). Pusing terasa berat, terkadang disertai sensasi melayang (lightheadedness), dan muncul tanpa memandang waktu.

2. Sensasi Leher Tegang dan Kaku pada Pundak

ilustrasi leher tegang (pexels.com/Kindel Media)

Pegal di area leher sering dialami pekerja kantoran, namun penyebab utamanya bisa sangat berbeda:

  • Stres Kerja: Ketegangan leher akibat stres dan posisi duduk yang buruk (posture strain) dipicu oleh kontraksi otot leher dan bahu yang menegang dalam waktu lama. Rasa kaku ini biasanya membaik setelah melakukan peregangan (stretching), dipijat ringan, atau beristirahat.

  • Kolesterol Tinggi: Rasa tegang pada leher dan pundak akibat kolesterol terjadi akibat terganggunya sirkulasi darah di area pembuluh darah leher. Berbeda dengan stres, rasa tegang ini kerap terasa konstan, berat, dan tidak mudah hilang meskipun sudah diurut atau diistirahatkan.

3. Gejala Penyerta Lain yang Muncul

ilustrasi mata lelah (magnific.com/freepik)

Untuk membedakan keduanya secara lebih spesifik, perhatikan gejala-gejala fisik lain yang menyertainya:

  • Gejala Penyerta Stres Kerja:

    • Mata terasa lelah, kering, atau perih.

    • Suasana hati (mood) mudah berubah, sensitif, dan mudah cemas.

    • Sulit berkonsentrasi pada tugas pekerjaan.

    • Gangguan tidur (insomnia) atau sering terbangun di malam hari.

  • Gejala Penyerta Kolesterol Tinggi:

    • Sering merasa kesemutan atau kebas pada tangan dan kaki.

    • Mudah mengantuk di jam kerja padahal waktu tidur malam cukup.

    • Timbul benjolan kuning kecil di sekitar kelopak mata (xanthelasma).

    • Dada terasa agak berat atau tidak nyaman saat beraktivitas fisik.

4. Pemicu Utama di Lingkungan Kantor

Karyawan terlihat mengalami stres kerja saat menyelesaikan tugas di depan laptop di lingkungan kantor. Tekanan pekerjaan yang tinggi dapat memengaruhi kinerja dan produktivitas karyawan
  • Stres Kerja: Dipicu oleh deadline ketat, dinamika antar-rekan kerja, beban tugas berlebih, hingga kebiasaan duduk terus-menerus tanpa jeda istirahat.

  • Kolesterol Tinggi: Dipicu oleh konsumsi makanan tinggi lemak jenuh di area kantor (makanan bersantan, gorengan, fast food), kebiasaan mengonsumsi minuman manis tinggi gula, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik (sedentary lifestyle).

5. Langkah Pencegahan untuk Pekerja Kantoran:

Ilustrasi cek darah (pexels.com/PhotoMIX)

  1. Rutin Melakukan Check-up Darah: Jangan menebak-nebak kesehatan tubuh. Lakukan pemeriksaan profil lipid secara berkala untuk mengetahui kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida secara akurat.

  2. Terapkan Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik untuk meredakan tegang otot kepala dan mata.

  3. Pilih Camilan Sehat di Kantor: Ganti gorengan dan camilan manis dengan buah segar, kacang-kacangan sangrai, atau oatmeal yang kaya serat larut untuk membantu menurunkan kolesterol.

  4. Sempatkan Bergerak: Gunakan tangga daripada lift, dan sempatkan berjalan kaki ringan di sela-sela jam istirahat kantor.

Curated For You

Editorial Team

Related Article