ilustrasi donasi buku dapat meningkatkan akses pendidikan (pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz)
Lebih lanjut, Walikota Solo tersebut mengaku tidak setuju dengan pernyataan dari Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie yang mengatakan pendidikan tinggi ini adalah tertiary education dan bukan wajib belajar.
"Enggak. Intinya ini, pasti banyak orangtua yang pengin anaknya kuliah selesai S1. Makanya ke depan warga juga harus kita bantu dengan bantuan-bantuan yang sudah ada sekarang ini," jelasnya.
Menurutnya salah satu program pemerintah yakni KIP (Kartu Indonesia Pintar) kuliah atau bantuan-bantuan lain misalnya LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) telah disalurkan, ke depan ia akan melakukan cakupan lebih luas dan tepat sasaran.
"Nah ini nanti kita pengin nanti tepat sasaran, ya kalau bisa cakupannya juga diperluas. Ya ini masih dalam pembahasan terus ya, ditunggu saja ya," jelasnya.