Tensi Politik Menghangat, Nana Sudjana Kumpulkan Pengurus 18 Parpol

Semarang, IDN Times - Sebanyak 18 pengurus partai politik (parpol) dikumpulkan oleh Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana di Hotel Grasia Semarang, Jumat (12/1/2024). Belasan pengurus parpol itu diminta secara khusus untuk menyosialisasikan aturan-aturan kepemiluan yang berlaku saat ini.
"Kegiatan yang kami lakukan ini dalam rangka silaturrahmi, dan boleh dikatakan konsolidasi, dalam rangka menciptakan Pemilu 2024 damai di Jateng," kata Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana usai acara Pengembangan Indek Demokrasi Jawa Tengah.
1. Nana Sudjana berusaha cegah peningkatan suhu politik

Pengumpulan partai politik itu sebagai upaya konsolidasi guna menciptakan pemilu damai.
Selain ada parpol, Nana mengaku juga mengundang Forkopimda, Ketua DPRD Jateng, KPU Jateng, dan Bawaslu Jateng.
Nana menyatakan, mendekati pelaksanaan pemilu, tingkat kontestasinya diperkirakan akan semakin meningkat. Oleh karena itu, peningkatan suhu politik ini harus diantisipasi.
2. Nana Sudjana anggap parpol punya peran edukasi masyarakat

Langkah Pemprov Jateng yang dilakukan sebagai upaya antisipasi itu adalah merangkul semua pihak, termasuk partai politik peserta pemilu agar tercipta situasi yang kondusif.
Menurut Nana, partai politik memiliki peran penting untuk memberikan edukasi politik kepada masyarakat, sekaligus menciptakan iklim politik yang kondusif.
Apalagi, pada 21 Januari-10 Februari 2024 nanti sudah dimulai pelaksanaan kampanye dengan metode rapat umum.
Oleh karena itu, partai politik didorong mampu mengendalikan simpatisannya. "Parpol perlu memberikan imbauan-imbauan untuk mengikuti aturan yang ada, dan juga untuk menciptakan pemilu damai tersebut," jelasnya.
3. Tunjukan empat indikator pemilu bisa sukses

Nana menyampaikan, upaya menyukseskan penyelenggaraan pemilu adalah tugas bersama. Baik penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu dan DKPP), pemerintah, TNI, Polri, peserta pemilu, serta masyarakat. Maka, pihaknya senantiasa membangun kerja sama yang solid dengan semua pihak.
Ia pun mengaku bahwa ada empat indikator bahwa pemilu berjalan sukses, yaitu partisipasi masyarakat yang tinggi, kesuksesan di setiap tahapan pemilu, terjaganya iklim yang kondusif, dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat berjalan tanpa gangguan.



















