Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Terjebak Banjir, Babinsa Evakuasi Dokter, Perawat dan Pasien RS Sultan Agung
Pasien, perawat dan dokter RSI Sultan Agung juga dipindahkan memakai truk TNI. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Lantaran terjebak banjir di lantai dasar, sejumlah perawat, dokter dan beberapa pasien RSI Sultan Agung Semarang terpaksa dievakuasi ke tempat yang aman. 

Proses evakuasi dikerjakan para Babinsa Kodim 0733/KS yang langsung dipimpin Dandim Semarang, Kolonel Inf Rahmad Saerodin. 

1. Warga di bawah tol juga dievakuasi

Kodim Semarang membantu evakuasi warga yang kebanjiran di RSI Sultan Agung. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Saerodin berkata para personelnya gerak cepat mengevakuasi para dokter, pasien beserta keluarga hingga perawat yang ada di RSI Sultan Agung. 

"Termasuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir dari bawah tol layang Kaligawe ke Terminal Terboyo maupun sebaliknya," tuturnya, Jumat (15/3/2024). 

2. Bantu atur lalin

Dandim Semarang Ahmad Saerodin saat berkoordinasi dengan tim reaksi cepat gabungan saat membantu evakuasi warga terjebak banjir. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kemudian untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang sampai saat ini terus melanda, Saerodin mengatakan pihaknya bersama Polda Jateng maupun BNPB akan menyiagakan anggotanya dan beberapa perahu karet maupun kendaraan yang sewaktu-waktu dapat dikerahkan untuk mengevakuasi masyarakat. 

"Selain memberikan pelayanan fasilitas, kami juga akan membantu dalam pengaturan lalu lintas sehingga dapat tetap lancar dan tidak terputus meskipun keadaannya tergenang banjir," sambungnya. 

Ia mengaku Kamis kemarin sempat meninjau warga terdampak banjir di Kecamatan Genuk Semarang dan memantau arus Jalan Raya Kaligawe. 

Diketahui semenjak beberapa hari terakhir wilayah Semarang dilanda cuaca ekstrem dimana hujan dengan intensitas yang cukup tinggi terus mengguyur sehingga menyebabkan beberapa wilayah terendam banjir.

3. Kerahkan truk dan perahu

Warga Semarang dievakuasi pakai perahu karet. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Terkait dengan bencana banjir, ia menuturkan beberapa langkah telah dilakukan untuk membantu evakuasi masyarakat dan mengurangi debit air yang menggenang pemukiman maupun jalan raya.

Di antaranya mengerahkan beberapa kendaraan truk maupun LCR untuk mengevakuasi masyarakat ketempat yang lebih aman. Lalu melakukan koordinasi dengan BNPB terkait pengoperasian pompa portable untuk mengurangi volume air serta mendirikan posko darurat.

"Kami menurunkan kendaraan truk TNI, LCR (Landing Craft Rubber) hingga mengerahkan personel Kodim untuk membantu masyarakat disini," ungkap Saerodin. 

Editorial Team

Related Article