Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tips Aman Berkemah di Pegunungan bagi Pemula, Jangan Salah Persiapan!
ilustrasi tenda perkemahan (unsplash.com/hichem350z)
  • Artikel menyoroti meningkatnya minat generasi muda terhadap aktivitas berkemah di pegunungan sebagai cara menikmati udara segar dan suasana alam yang menenangkan.
  • Ditekankan pentingnya persiapan matang bagi pemula, mulai dari memilih lokasi aman, memeriksa cuaca, membawa perlengkapan lengkap, hingga memahami risiko seperti hipotermia.
  • Panduan juga menekankan etika menjaga kebersihan alam serta pentingnya memberi tahu rencana perjalanan demi keselamatan selama kegiatan berkemah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Berkemah di pegunungan menjadi salah satu aktivitas wisata alam yang semakin diminati, terutama oleh kalangan muda yang ingin menikmati udara segar, pemandangan matahari terbit, hingga suasana alam yang menenangkan.

Namun, bagi pemula, camping di alam terbuka memerlukan persiapan yang matang agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Sebelum mendirikan tenda dan menikmati malam di bawah langit berbintang, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Berikut 14 tips aman berkemah di pegunungan bagi pemula.

1. Pilih lokasi camping yang ramah pemula

ilustrasi berkemah (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Bagi yang baru pertama kali berkemah, sebaiknya memilih area camping resmi yang telah dikelola dengan baik. Pilih lokasi yang memiliki fasilitas dasar seperti area tenda, toilet, tempat parkir, dan pos pengelola. Hindari lokasi yang terlalu terpencil atau membutuhkan pendakian berat.

2. Cek prakiraan cuaca sebelum berangkat

ilustrasi prakiraan cuaca (unsplash.com/Abid Shah)

Jangan sampai rencana liburan berubah menjadi pengalaman buruk akibat cuaca. Pastikan selalu memeriksa prakiraan cuaca sebelum berangkat dan hindari berkemah saat diprediksi terjadi hujan lebat, badai, atau cuaca ekstrem.

3. Gunakan tenda yang sesuai

ilustrasi berkemah (pexels.com/Todd Trapani)

Tenda merupakan perlengkapan utama saat camping. Pastikan tenda dalam kondisi baik, tidak bocor, dan mampu menahan angin maupun hujan ringan. Pelajari cara memasangnya sebelum berangkat agar tidak kesulitan saat tiba di lokasi.

4. Cari lokasi tenda yang aman

ilustrasi berkemah (pexels.com/Thirdman)

Jangan asal mendirikan tenda. Hindari area lereng curam, dasar lembah yang berpotensi menjadi aliran air saat hujan, area di bawah pohon tua, serta lokasi dekat jurang. Pilih area yang datar dan memiliki drainase yang baik.

5. Gunakan pakaian hangat berlapis

ilustrasi mengenakan pakaian hangat (pixabay.com/Republica)

Suhu pegunungan bisa turun drastis pada malam hari. Terapkan sistem layering dengan menggunakan pakaian yang mampu menyerap keringat, menjaga kehangatan, dan melindungi tubuh dari angin atau hujan.

6. Siapkan sleeping bag dan matras

Sleeping Bag (unsplash.com/@allaperto)

Tidur di alam terbuka membutuhkan perlengkapan yang tepat. Gunakan sleeping bag sesuai suhu lokasi camping dan tambahkan matras agar tubuh tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang dingin.

7. Bawa perbekalan yang cukup

Ilustrasi perbekalan yang dibawa saat berlibur (pexels.com/Kindel Media)

Pastikan membawa air minum yang cukup, makanan praktis bernutrisi, serta camilan berenergi tinggi seperti cokelat, roti, atau kacang-kacangan. Jangan menunggu lapar atau haus untuk mulai makan dan minum.

8. Jangan lupa peralatan darurat

Contoh peralatan P3K (id.pikbest.com/Rana)

Peralatan darurat wajib masuk dalam daftar bawaan. Mulai dari senter atau headlamp, power bank, peluit darurat, obat-obatan pribadi, kotak P3K, hingga jas hujan atau ponco.

9. Hindari camping sendirian

Taman Wisata Posong (instagram.com/tamanwisata_posong)

Bagi pemula, berkemah bersama teman, keluarga, atau komunitas akan jauh lebih aman. Selain lebih menyenangkan, bantuan dapat segera diperoleh jika terjadi keadaan darurat.

10. Kelola api unggun dengan benar

ilustrasi api unggun (pexels.com/Mohammad Endy Ulul Azmi)

Jika lokasi camping mengizinkan api unggun, buatlah di area yang aman dan jauh dari tenda. Jangan pernah meninggalkan api tanpa pengawasan dan pastikan benar-benar padam sebelum tidur.

11. Batasi aktivitas berisiko pada malam hari

ilustrasi api unggun di perkemahan (unsplash.com/Tegan Meirle)

Minimnya pencahayaan di pegunungan dapat meningkatkan risiko tersesat atau cedera. Hindari berjalan jauh sendirian saat malam hari dan selalu gunakan senter jika harus keluar dari area tenda.

12. Kenali gejala hipotermia

ilustrasi hipotermia (pexels.com/Илья Лабун)

Hipotermia merupakan salah satu risiko yang sering terjadi di pegunungan. Gejalanya meliputi menggigil terus-menerus, bibir membiru, sulit berbicara, mengantuk berlebihan, hingga kehilangan koordinasi tubuh. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera lakukan penanganan dengan menghangatkan tubuh korban.

13. Jaga kebersihan dan kelestarian alam

Sampah yang berserakan di jalur pendakian Rinjani. (dok. Balai TNGR)

Terapkan prinsip “Leave No Trace” dengan membawa kembali seluruh sampah, tidak merusak tanaman, tidak memberi makan satwa liar, serta menghormati lingkungan dan pengunjung lainnya.

14. Informasikan rencana perjalanan

ilustrasi pendakian (unsplash.com/MChe Lee)

Sebelum berangkat, beri tahu keluarga atau teman mengenai lokasi camping dan perkiraan waktu kembali. Langkah sederhana ini dapat membantu proses pencarian jika terjadi keadaan darurat.


Editorial Team

Related Article