Kerja keras bagai kuda demi mengejar target perusahaan, tapi rasanya hidup cuma habis di jalan dan di depan laptop? Keresahan ini belakangan sering banget dialami para pekerja yang sudah berada di titik jenuh alias burnout akut. Demi menyelamatkan kewarasan, banyak yang akhirnya melirik tren downshifting karier—yakni keputusan sadar untuk menurunkan posisi, mengurangi jam kerja, atau pindah ke pekerjaan yang minim tekanan.
Tujuannya jelas, demi mengejar work-life balance yang selama ini cuma jadi mitos. Tapi, apakah melepas jabatan dan gaji besar ini worth it (sepadan) atau justru bikin nyesel di kemudian hari? Jawabannya sangat bergantung pada kesiapan dompet dan pola pikirmu. Yuk, kita bedah untung-rugi dan trik amannya sebelum kamu impulsif menyerahkan surat resign!
