Semarang, IDN Times - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menunda keberangkatan ke Akademi Militer, Magelang untuk mengikuti retreat kepala daerah, Jumat (21/2/2025). Perempuan yang akrab disapa Agustin itu malah memilih bersih-bersih di kawasan Alun-Alun Pasar Johar dan Masjid Agung Semarang.
Tunda Ikut Retreat, Wali Kota Semarang Malah Nyapu di Area Pasar Johar

1. Peringati Hari Peduli Sampah Nasional
Kegiatan itu dilakukan dalam rangka memeringati Hari Peduli Sampah Nasional. Selain itu, juga sembari mengecek persiapan Dugderan yang akan digelar pada 28 Februari 2025.
Sesuai rencana Pemkot Semarang akan meluncurkan program pilah sampah di tingkat RT sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan Kota Semarang yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warganya.
"Sebentar lagi Pemkot Semarang akan meluncurkan program pilah sampah mulai dari tingkat RT," ungkapnya sambil menyapu dan resik-resik di Alun-Alun Pasar Johar, Kauman.
2. Kecamatan Semarang Tengah sebagai pionir pemilahan sampah
Agustin akan merancang Kecamatan Semarang Tengah sebagai pionir atau role model dalam pelaksanaan program pemilahan sampah tersebut.
"Saya minta (Kecamatan) Semarang Tengah akan menjadi pusat percontohan untuk program pilah sampah di tingkat RT," ujarnya.
Selain memberikan ucapan Hari Peduli Sampah Nasional, Agustin juga menyampaikan pesan agar masyarakat bisa mengubah sampah menjadi sesuatu yang berharga.
3. Jadikan sampah sebagai sesuatu yang berharga
"Mari kita jadikan sampah sebagai sesuatu yang berharga, bukan sebagai buangan. Kita treatment dengan benar. Misal sampah kertas dikumpulkan bisa ditukar dengan uang. Sampah botol, sampah kaca, dan sampah organik pun sama jika diperlakukan dengan tepat bisa menghasilkan uang," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kunci keberhasilan dalam pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah di Kota Semarang dimulai dari pemilik sampah.
"Dari siapa? Dari titik terkecil, pemilik sampah yakni diri sendiri," tandasnya.