UMKM berbasis AI (unsplash.com/ zyteng)
Selain kualitas produk, Respati menilai kemampuan membangun nilai jual melalui kemasan dan konten juga penting. Produk UMKM tidak cukup hanya memiliki kualitas, tetapi perlu dikemas dengan narasi yang menarik agar mampu menjangkau konsumen di luar Solo.
Ia meminta pelaku usaha tidak hanya menetapkan target konsumen di Kota Solo, tetapi mulai membidik pasar di kota-kota besar lainnya.
“Saya yakin Kota Solo punya kemampuan dan talenta luar biasa. Saya ingatkan untuk rekan pelaku usaha di Solo, set target bukan hanya warga Solo, tapi Jakarta, Semarang, Bandung dan Surabaya,” terangnya.
Strategi tersebut juga dinilai sejalan dengan rencana Solo sebagai wellness city pada 2030. Pelaku UMKM perlu memahami perubahan perilaku konsumen dan pergeseran pasar agar produk lokal dapat menjangkau segmen konsumen yang lebih beragam.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut banyak produk UMKM yang memiliki potensi untuk naik kelas. Menurutnya, penguatan branding menjadi bagian penting agar produk lokal lebih mudah dikenal masyarakat.
“Tadi disampaikan pak Wali Kota, ada banyak produk luar biasa yang mudah membranding produk kita. Dan dengan digitalisasi akan mudah ditemukan oleh para konsumen kita baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tandasnya.