Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
WamenKP Klaim 54 Unit Usaha Perikanan Sudah Pasok Kebutuhan MBG Jateng
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (WamenKP) Didit Herdiawan Ashaf bersama Wamenko Pangan Hanif Faisol, Wamen Riza Patria dan Sekda Jateng Sumarno memaparkan analisa tren gemar makan ikan. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Sebanyak 54 unit usaha perikanan di Jawa Tengah mulai memasok kebutuhan MBG, mulai ikan segar, fillet, bandeng presto, nugget, bakso, dimsum, hingga abon ikan.

  • Jawa Tengah didukung 10.062 UPI mikro-kecil, 93 UPI menengah-besar, 155 cold storage, dan 367 UPI ber-SKP untuk memperkuat pengolahan serta rantai pasok perikanan.

  • Konsumsi ikan Jawa Tengah 16,85 kilogram per kapita, di bawah rata-rata nasional 26,08 kilogram; pemerintah menyoroti penguatan GEMARIKAN meski produksi budidaya 2025 mencapai 537.335,21 ton.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Data KKP mencatat konsumsi ikan Jawa Tengah 16,85 kilogram per kapita, sementara produksi pembesaran perikanan budidaya mencapai 537.335,21 ton.

Rabu (30/9/2026)

WamenKP Didit Herdiawan Ashaf menyatakan sekitar 54 unit usaha perikanan mulai memasok produk untuk kebutuhan MBG di Jawa Tengah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 54 unit usaha perikanan mulai memasok ikan segar, fillet, dan produk olahan untuk kebutuhan program MBG di Jawa Tengah.
  • Who?
    Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan keterlibatan 54 unit usaha perikanan dalam pasokan kebutuhan MBG.
  • Where?
    Pasokan ditujukan untuk pelaksanaan MBG di Jawa Tengah. Paparan disampaikan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
  • When?
    Didit menyampaikan informasi tersebut dalam sosialisasi Perpres tata laksana industri perikanan pada Rabu, 30 September 2026.
  • Why?
    Pasokan perikanan diarahkan mendukung rantai pasok pangan bergizi, memperluas pasar produk perikanan, serta mendorong konsumsi ikan di Jawa Tengah.
  • How?
    Unit usaha memasok ikan segar, fillet, bandeng presto, nugget, bakso, dimsum, dan abon ikan, didukung ekosistem pengolahan serta rantai dingin di Jawa Tengah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Tengah, 54 usaha ikan mulai kirim makanan ikan untuk MBG. Mereka kirim ikan segar, fillet, bakso ikan, nugget, dan makanan ikan lain. Pak Didit dari kementerian bilang ikan di sana cukup banyak. Tapi orang di Jawa Tengah masih perlu lebih sering makan ikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keterlibatan 54 unit usaha perikanan dalam memasok MBG menunjukkan rantai pasok pangan bergizi di Jawa Tengah mulai memanfaatkan kekuatan lokal, dari ikan segar hingga produk olahan. Dukungan ribuan unit pengolahan, fasilitas rantai dingin, dan produksi budidaya yang besar memberi dasar bagi ragam produk bernilai tambah serta akses ikan yang lebih luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pelaksanaan MBG di wilayah Jawa Tengah disebut-sebut telah mendapat dukungan dari para nelayan yang bergerak di unit pengolahan perikanan.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (WamenKP) Didit Herdiawan Ashaf mengatakan sekitar 54 unit usaha perikanan saat ini mulai memasok kebutuhan untuk pelaksanaan MBG.

Didit dalam paparannya menyebutkan pasokan dari unit usaha perikanan berupa ikan segar, bakso, ikan fillet sampai nugget.

"Dengan jenis produk mulai dari ikan segar dan fillet hingga produk olahan seperti bandeng presto, nugget, bakso, dimsum, dan abon ikan," ungkapnya saat menghadiri kegiatan sosialisasi peraturan presiden tentang tata laksana industri perikanan di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Rabu (30/9/2026).

Ia menuturkan adanya pasokan produk-produk perikanan ke sektor MBG maka menunjukkan telah mulai bergersl ke rantai pasok pangan bergizi. Malahan menurutnya ini bisa membuka ruang untuk pengembangan pasar yang lebih luas.

Berdasarkan industri hilir perikanan, Didit juga bilang Pemprov Jawa Tengah memiliki ekosistem pengolahan dan rantai dingin yang mendukung 10.062 UPI mikro-kecil, 93 UPI menengah-besar, dan 155 unit cold storage, dengan sebaran UPI ber-SKP sebanyak 367 unit.

Bergeraknya industri perikanan, katanya menggambarkan tersedianya basis pelaku usaha untuk menghasilkan produk perikanan yang lebih beragam dan bernilai tambah.

Berdasarkan data KKP 2025 yang digunakan dalam bahan paparan, konsumsi ikan Jawa Tengah tercatat 16,85 kilogram per kapita, dibandingkan angka nasional 26,08 kilogram per kapita.

Pihaknya mengklaim ini bisa memperkuat pentingnya penguatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) melalui peningkatan akses, ketersediaan, keberagaman produk, serta edukasi konsumsi ikan.

Penerbitan Perpres Nomor 74 Tahun 2026 memperkuat kelembagaan dan arah kebijakan GEMARIKAN.

Jawa Tengah memiliki basis perikanan yang kuat dan ekosistem rantai pasok yang semakin berkembang.

Produksi pembesaran perikanan budidaya pada tahun 2025 mencapai 537.335,21 ton, dengan sentra produksi antara lain Brebes, Demak, Jepara, Pati, dan Banjarnegara.

"Hal ini menunjukkan ketersediaan bahan baku ikan yang cukup besar untuk mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat maupun pengembangan pasar pangan bergizi," kata Didit.

"Namun tingkat konsumsi ikan Jawa Tengah masih perlu terus didorong," tandasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article