Semarang, IDN Times - Muhammadiyah Jawa Tengah menginstruksikan kepada kader dan pengurus di 35 kabupaten/kota untuk menghimpun sumbangan hewan kurban. Bagi yang ragu dengan kondisi kesehatan hewan kurbannya, organisasi masyarakat (ormas) terbesar kedua di Indonesia itu menyarankan lebih baik menyalurkan melalui Lazismu.
"Dengan adanya penularan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih merebak di Jawa Tengah, ada baiknya masyarakat teliti saat membeli hewan kurban. Tapi jika ragu-ragu dengan kondisi hewan kurbannya, maka bisa menyembelihkan ke lembaga Lazismu. Bisa diperiksa apakah hewan kurbannya sehat secara medis dan sah secara syariah," Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr Tafsir saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (20/6/2022).
