Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Semarang Tolak Imunisasi Polio, Pemkot Makin Gencarkan Sosialisasi
Ilustrasi petugas sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio saat meneteskan vaksin Polio pada anak. (IDN Times/Cokie Sutrisno).

Semarang, IDN Times - Penolakan imunisasi polio oleh sejumlah orang tua mendapat tanggapan dari Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Atas penolakan warga itu Pemerintah Kota Semarang akan semakin gencar melakukan sosialisasi kepada orang tua anak yang berusia 0–7 tahun.

1. Warga tolak Sub PIN Polio

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan kick off atau titik awal pemberian vaksin dalam rangka pencegahan lumpuh layu di kawasan Graha Padma, Kecamatan Semarang Barat, Senin (15/1/2024). (dok. Pemkot Semarang)

Penolakan warga terhadap kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio itu terjadi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Perempuan yang akrab disapa Ita mengatakan, pihaknya akan melakukan pendekatan lebih dalam terhadap para orang tua. Sebab, reaksi itu kemungkinan karena kurangnya sosialisasi.

"Wajar ya (jika ada yang menolak-red), mungkin ada yang belum tersosialisasikan," ungkapnya, Rabu (17/1/2024).

2. Pemkot akan lakukan pendekatan persuasif

Petugas pencatat PIN Polio saat menunjukan data anak yang telah divaksin, Selasa (16/1/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno).

Dia menuturkan, sosialisasi vaksinasi polio oleh Pemkot Semarang terus dilakukan secara masif. Kendati di lapangan ada yang menolak, pihaknya akan melakukan pendekatan secara persuasif.

"Saya akan coba kalau dari Dinas Kesehatan Kota Semarang belum bisa akan kami lakukan pendekatan lebih dalam, termasuk mencari tahu penyebab penolakan dari warga. Sebab, program imunisasi polio ini kan serentak dan sebenarnya untuk kebaikan anak untuk mencegah virus polio," ujarnya.

3. Kota Semarang belum ada kasus positif polio

Google

Upaya sosialisasi secara masif ini untuk mencegah kasus polio di Kota Semarang. Sebab, diketahui sudah ada satu kasus positif polio di Kabupaten Klaten karena kurang lengkapnya mendapatkan imunisasi.

"Sudah ada kasus di kabupaten lainnya di Jawa Tengah. Kalau nanti terjadi apa-apa yang disalahkan pemerintah. Kalau Kota Semarang sementara belum ada kasus," kata Ita.

Sementara, pelaksanaan sub PIN polio di Kota Semarang tersebut dilaksanakan sesuai dengan surat edaran yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bahkan para orang tua yang menolak telah menandatangani formulir penolakan yang disediakan oleh Puskesmas Rowosari.

Editorial Team

Related Article