Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspada Modus Penipuan KUR BRI, Pengajuan Tidak Ditawarkan Online
ilustrasi Teller bank BRI (bri.co.id)
  • BRI menegaskan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hanya dilakukan melalui petugas dan kantor resmi BRI, bukan lewat tautan atau akun media sosial tidak resmi.
  • Seluruh proses pengajuan KUR di BRI tidak dipungut biaya awal, masyarakat diminta waspada terhadap penawaran pencairan cepat dengan syarat mencurigakan.
  • Masyarakat diimbau selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi BRI dan tidak membagikan data pribadi seperti PIN, password, atau kode OTP kepada pihak mana pun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengimbau kepada masyarakat maupun nasabah untuk berhati-hati terkait modus penipuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). BRI memastikan pengajuan KUR tidak pernah dilakukan melalui penawaran online menggunakan tautan tidak resmi maupun media sosial. 

1. Pengajuan KUR hanya melalui petugas BRI

Bank BRI (dok. BRI)

Adapun, setiap proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui petugas BRI dan diproses melalui Kantor BRI.

Corporate Secretary BRI, Dhanny menyampaikan, bahwa maraknya penawaran KUR melalui pesan singkat, tautan digital, hingga akun media sosial merupakan modus penipuan yang menyalahgunakan nama BRI.

“BRI tidak pernah menawarkan ataupun memproses pengajuan KUR secara online melalui tautan tidak resmi, akun pribadi, maupun pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan BRI. Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan diproses langsung oleh petugas BRI resmi,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).

2. Pengajuan KUR tidak dipungut biaya

Ilustrasi modus penipuan KUR BRI melalui online atau media sosial. (Dok. BRI)

Dhanny menambahkan, bahwa masyarakat dapat mengakses layanan pengajuan KUR melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink, maupun tenaga pemasar resmi BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.

BRI juga menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan KUR tidak dipungut biaya apa pun di awal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap penawaran yang menjanjikan pencairan cepat dengan syarat tidak wajar.

3. Masyarakat diharapkan lakukan verifikasi

Ilustrasi BRImo Bank BRI (Dok. BRI)

Selain itu, BRI mengingatkan masyarakat untuk tidak pernah memberikan data pribadi maupun data perbankan yang bersifat rahasia seperti PIN, kata sandi (password), kode OTP, maupun data pribadi lainnya kepada pihak mana pun.

“Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI,” terang Dhanny.

BRI mengimbau masyarakat untuk hanya memperoleh informasi melalui kanal resmi perusahaan seperti website resmi BRI, media sosial resmi BRI, maupun Contact BRI 14017/1500017.

“Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan keamanan layanan perbankan, BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menindaklanjuti berbagai modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan,” pungkas Dhanny.

Editorial Team