Comscore Tracker

Tahun Ajaran Baru, Ratusan Mahasiswa Daftar Kelas E-sport

Peminatnya cukup tinggi

Semarang, IDN Times - Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, kelas ekstrakurikuler e-sport yang ada di Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, rupanya mampu menarik perhatian mahasiswa setempat. 

Saat ini, tak kurang ada 130 mahasiswa yang mendaftar ke kelas e-sport yang berada di Gedung D, Udinus. 

1. Kelas e-sport Udinus mengasah keahlian main mobile legend dan PUBG

Tahun Ajaran Baru, Ratusan Mahasiswa Daftar Kelas E-sportIDN Times/Fariz Fardianto

Ketua Umum IeSPA ( Indonesia eSport Association) Jawa Tengah, Nicodemus Dimas Nugrah Widiutomo, mengungkapkan sejak dibuka 2018 hingga masuk tahun ajaran baru, animo mahasiswa Udinus untuk mempelajari e-sport, terbilang tinggi. 

Dengan dua modul layanan e-sport yakni game mobile legend dan PUBG mobile, membuat banyak mahasiswa berbondong-bondong mempelajari keahlian bermain kedua game tersebut.

"Kita yang sudah membentuk satu komunitas e-sport untuk kegiatan ekskul di Udinus, animonya sangat tinggi. Sudah ada 120 sampai 130 orang yang ikut ekstrakulikuler e-sport. Apalagi Udinus kan punya kelas ekskul e-sport pertama kali di Indonesia. Maka dari itu, mahasiswa yang ikut e-sport tetap kita arahkan untuk tetap tekun kuliah disamping menggeluti hobi nge-game yang dapat disalurkan dengan terarah," kata Nico, panggilannya, saat ditemui IDN Times, di sela kegiatan ekstrakurikuler e-sport di Gedung D Udinus, Selasa (8/10).

Baca Juga: 5 Fakta Jika E-Sport Memang Tergolong Olahraga Profesional

2. IeSPA mengklaim jadi ajang pembinaan karakter buat pada gamer

Tahun Ajaran Baru, Ratusan Mahasiswa Daftar Kelas E-sportIDN Times/Fariz Fardianto

Ia mengaku selain mengasah keahlian main game, tiap mahasiswa juga dibekali pembinaan karakter sehingga punya etika yang baik dan dapat bersosialisasi dengan masyarakat.

Caranya, menurut Nico, dengan scara intens mengumpulkan peserta ekstrakurikuler e-sport sepekan sekali untuk membimbing perilaku mereka agar tetap saling berinteraksi.

"Kita bangun karakter mereka untuk berkumpul, supaya dia tetap bisa sosialisasi. Lalu untuk menghilangkan kecanduan main games, kita batasi jam ekstrakurikulernya. Ini juga dimaksudkan agar tidak menganggu jadwal kuliahnya. Ya normalnya 3-5 jam sehari," akunya.

3. Wakil Rektor Udinus: Kelas e-sport buat menyalurkan bakat nge-game mahasiswanya

Tahun Ajaran Baru, Ratusan Mahasiswa Daftar Kelas E-sportIDN Times/Fariz Fardianto

Sedangkan, Wakil Rektor IV Bidang Penelitian & Kerjasama, Dr Pulung Nurtantio Andono, S.T, M.Kom, menerangkan kelas e-sport sengaja dibuka di kampusnya untuk menyalurkan hobi mahasiswanya yang doyan nge-game. 

"Kita ingin dari hobi bisa disalurkan menjadi hal-hal yang positif dan memunculkan prestasi tersendiri bagi setiap mahasiswa," ujarnya.

Ia bilang keberadaan kelas e-sport juga dimanfaatkan sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang olahraga non fisik untuk menjadi wadah mengeksplorasi bakat mahasiswa di bidang game online.

E-sport, katanya juga bisa menjadi bahan riset dosen dan mahasiswa. Sehingga bermanfaat mencetak mahasiswa profesional, dan berani berkompetensi di kancah internasional.

4. Tim e-sport Udinus mampu juara kontes antar kampus dua tahun berturut-turut

Tahun Ajaran Baru, Ratusan Mahasiswa Daftar Kelas E-sportIDN Times/Fariz Fardianto

Di lain pihak, Muhammad Adrian Prana Putra, seorang mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Udinus mengaku adanya kelas e-sport cukup membantunya dalam mengasah kemampuan bermain game sebagai ajang berkompetisi.

Sejak bergabung dengan kelas e-sport pada tahun lalu sampai sekarang, ia dan lima temannya mamlg menjuarai kontes game antar kampus di Semarang. 

"Dua tahun berturut-turut saya juara pertama, Mas. Jadinya memang kelas e-sport memberikan manfaat cukup bagus buat saya. Saya kepengin buktiin bahwa walah suka nge-game, tapi bisa berprestasi juga," tandasnya.

Baca Juga: 7 Game Bertema Restoran Terbaik untuk Android, Bangun Bisnismu!

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Just For You