Hasil IBL 2025: Satya Wacana Tak Mampu Ungguli Kesatria Bengawan
- Satya Wacana Salatiga kalah 60-67 dari Kesatria Bengawan Solo dalam laga IBL 2025 di Semarang
- Kesatria Bengawan unggul pada kuarter kedua dan ketiga, meskipun Satya Wacana mencoba memperkecil ketertinggalan
- Debut Grachin Bakumanya mencuri perhatian dengan kontribusi 15 poin dan empat rebound untuk Satya Wacana
Semarang, IDN Times - Satya Wacana Salatiga harus menyerah di hadapan Kesatria Bengawan Solo pada laga lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2025 di GOR Susilo Wibowo, Undip Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (16/3/2025). Kesatria Bengawan meraih kemenangan dengan skor 67-60 atas tim tuan rumah Satya Wacana.
1. Satya Wacana unggul di kuarter pertama
Pada kuarter pertama, Satya Wacana unggul atas Kesatria Bengawan dengan skor 20-17. Namun, memasuki kuarter kedua, Kesatria Bengawan memanfaatkan kelengahan Satya Wacana yang banyak melakukan pelanggaran, sehingga skor unggul tim tamu 41-32.
Selanjutnya, pada kuarter ketiga, tim asuhan Milos Pejic kembali menundukkan tuan rumah dengan skor 56-41.
Satya Wacana yang tertinggal di dua kuarter sebelumnya, tidak mau mensia-siakan momen dan berusaha mengungguli Kesatria Bengawan. Permainan berjalan sangat ketat.
Satya Wacana sempat mampu memperkecil ketertinggalan hingga hanya selisih tiga poin di dua menit terakhir laga. Namun, pertandingan dimenangkan Kesatria Bengawan atas Satya Wacana dengan skor 67-60.
2. Kesatria Bengawan dapat kejutan dari Grachin Bakumanya
Dalam laga itu, debut pemain Satya Wacana, Grachin Bakumanya mencuri perhatian karena bermain apik. Bakumanya menjalani debut di IBL ini dengan cukup baik. Ia membukukan 15 poin dan mencatatkan empat rebound.
Bakumanya merupakan pemain yang didatangkan Satya Wacana untuk menggantikan Jakai Haslem. Bakumanya memulai kariernya di Spanyol bersama Torrelodones pada musim panas 2011.
Pelatih Kesatria Bengawan, Milos Pejic mengaku mendapatkan kejutan dari permainan Grachin Bakumanya. Menurutnya, pertandingan kali ini sangat berat, apalagi Kesatria Bengawan terakhir kali bertanding sekitar satu bulan lalu.
"Tidak mudah dalam mengorganisasikan kembali pemain, terlebih melawan tim dengan organisasi pemain yang baik," ujarnya usai laga.
Meski demikian, kata dia, pertandingan kali ini merupakan langkah kecil pertama untuk Kesatria Bengawan melangkah ke level yang lebih tinggi.
3. Pelatih Satya Wacana apresiasi perjuangan anak asuhnya
Sementara, pelatih Satya Wacana, Jerry Lolowang mengakui, penampilan Grachin Bakumanya sangat menonjol. Ia rela untuk melepaskan kesempatannya masuk G League karena ingin main di IBL.
‘’Bersyukur sekali saya mendapat pemain seperti Bakumanya yang membantu tim secara luar biasa, baik saat defense maupun offense. Selain itu, ia juga memiliki shooting yang luar biasa," katanya.
Adapun, meskipun kalah melawan Kesatria Bengawan, Jerry mengapresiasi perjuangan anak asuhnya dalam pertandingan tersebut.
"Anak-anak bermain dengan tekad yang luar biasa, mereka semua tadi menunjukkan kapasitasnya bermain agresif. Sehingga, secara permainan saya mau bilang game plan 80 persen berjalan dengan baik,’’ tandas Jerry.