Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Ricky Nelson, Pelatih Persis Solo di Championship 2026/2027
ilustrasi sepak bola (pixabay.com/Michal Jarmoluk)
  • Persis Solo resmi menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih kepala untuk menghadapi Championship 2026/2027 setelah sebelumnya berkarier di berbagai klub nasional.
  • Ricky Nelson pernah membawa tim sepak bola PON NTT lolos ke ajang PON 2020, mengakhiri penantian panjang selama 30 tahun bagi daerah asalnya.
  • Sebelum bergabung dengan Persis Solo, Ricky menjabat sebagai asisten pelatih dan direktur akademi Persija Jakarta, turut membantu tim finis di posisi ketiga Liga 1 2025/2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Persis Solo terus melakukan persiapan jelang menyongsong kompetisi Championship 2026/2027 (Liga 2). Tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini memulainya dengan mendatangkan pelatih baru. Ia adalah Ricky Nelson Gideon Ndun yang resmi diumumkan pada Senin (15/6/2026).

Ricky Nelson bukanlah sosok asing di dunia sepak bola Tanah Air. Pria kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu sebelumnya mengawali karier kepelatihan di Borneo FC. Kiprah Ricky kemudian berkembang dengan masuk ke jajaran tim kepelatihan Persipura Jayapura dan Persija Jakarta.

Lantas, seperti apa profil Ricky Nelson? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

1. Mengawali karier kepelatihan pada 2017

Ricky Nelson memulai karier kepelatihan pada Juli 2017. Kala itu, juru taktik berusia 45 tahun diplot sebagai pelatih interim di Borneo FC Samarinda. Kiprah Ricky bersama tim berjuluk Pesut Etam terjadi ketika mengarungi Liga 1 Indonesia 2016/2017.

Rekam jejak Ricky sebagai pelatih interim Borneo FC tergolong cukup apik. Ia mencatatkan statistik 2 menang, 1 seri, 2 kalah dalam 5 pertandingan pada paruh musim Liga 1 2016/2017. Itu terjadi setelah mereka mengalahkan PS TNI dan Perseru Serui, imbang kontra Arema FC, serta mengalami kekalahan dari Sriwijaya FC dan Persija Jakarta.

Hanya saja, kontrak kerja Ricky Nelson di Borneo FC bertahan seumur jagung. Sang pelatih dilepas pada pertengahan Agustus 2017. Kendati demikian, pengalaman ini merupakan bekal berharga Ricky dalam mengembangkan karier kepelatihan di sepak bola Tanah Air.

2. Mengukir sejarah bersama tim sepak bola NTT

Kiprah kepelatihan Ricky Nelson tidak berhenti di sana. Dirinya menjadi pelatih kepala Persika Karawang dan Persik Kendal pada kesempatan berikutnya. Bahkan, Ricky mengemban tugas sebagai juru taktik tim sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Juni 2019—Januari 2020.

Ricky mencatatkan sejarah ketika menukangi tim sepak bola PON NTT. Ia berhasil membawa anak asuhnya lolos dari ajang Pra PON 2020 zona Bali-Nusa Tenggara. Capaian ini memutus penantian tim sepak bola NTT selama 30 tahun untuk mengikuti ajang PON 2020 yang digelar di Papua.

Seusai mengembangkan prestasi sepak bola tanah kelahirannya di kancah nasional, Ricky Nelson melanjutkan kiprah kepelatihan di Sulawesi. Ia ditunjuk sebagai pelatih Sulut FC. Ia kemudian membesut Sulut United FC. Menariknya, kiprah Ricky bersama Sulut United cukup berkesan karena menorehkan catatan 4 menang, 6 imbang, 3 kalah dari 13 laga di Liga 2 Indonesia 2020/2021.

3. Mencatat statistik kepelatihan cukup apik bersama Persipura Jayapura

Nama Ricky Nelson makin mencuat setelah direkrut Persipura Jayapura. Ia diboyong tim tersohor dari Papua itu untuk mengarungi Liga 2 2022/2023. Menariknya, kiprah kepelatihan Ricky berlangsung cukup mengesankan lagi pada saat itu.

Ricky membukukan statistik 3 kali menang dan 2 kali imbang dari total 5 laga sebagai nakhoda Persipura. Ia membuat tim berjuluk Mutiara Hitam tak terkalahkan pada awal musim Liga 2 2022/2023. Itu terjadi saat mereka menghadapi Kalteng Putra, Sulut United, Deltras Sidoarjo, Putra Delta Sidoarjo, dan Persewar Waropen.

Namun, kebersamaan Ricky dengan Persipura tak berlangsung lama. Kontrak kerja sang pelatih tak diperpanjang setelah habis pada Januari 2023. Ini juga terpengaruh dari pelaksanaan kompetisi Liga 2 2022/2023 yang macet. Selain itu, Ricky tak memperpanjang kontrak lantaran kesibukan mengambil lisensi kepelatihan AFC A Pro.

4. Memiliki peran pekerjaan strategis di Persija Jakarta

Ricky Nelson mendapat pekerjaan lebih strategis pada kesempatan selanjutnya. Ia diberi kepercayaan menjadi direktur akademi Persija Jakarta pada Juli 2024—Mei 2026. Ricky terpilih karena memiliki latar belakang pengembangan talenta pemain muda di sekolah sepak bola yang ia dirikan, Ricky Nelson Academy.

Pada 1 Juli 2024, Ricky naik pangkat menjadi asisten pelatih di tim senior Persija. Ia bekerja di bawah kepemimpinan pelatih asal Spanyol, Carlos Pena. Kebersamaan mereka untuk mengarungi Liga 1 Indonesia 2024/2025. Menariknya, Ricky sempat diangkat sebagai pelatih interim Persija pada 1—24 Mei 2025. Kiprahnya sebagai nakhoda sementara tim berakhir dengan rapor 1 menang, 1 seri, 2 kalah dari 4 pertandingan.

Ricky mengemban pekerjaan sebagai asisten pelatih Persija lagi di Liga 1 2025/2026. Ia kali ini bekerja dengan pelatih asal Brasil, Mauricio Souza. Hebatnya, kolaborasi mereka membuat Persija bersaing di tangga perebutan gelar juara dengan menempati peringkat ke-3 di klasemen akhir. Persija membukukan 71 poin dari 34 pertandingan ketika itu.

Ricky Nelson memutuskan mencari tantangan baru setelah bekerja cukup lama bersama Persija Jakarta. Ia diplot sebagai pelatih kepala Persis Solo jelang bergulirnya Championship 2026/2027. Mampukah Ricky Nelson mengembalikan reputasi Persis Solo setelah terdegradasi pada musim lalu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article