Ricky Nelson mendapat pekerjaan lebih strategis pada kesempatan selanjutnya. Ia diberi kepercayaan menjadi direktur akademi Persija Jakarta pada Juli 2024—Mei 2026. Ricky terpilih karena memiliki latar belakang pengembangan talenta pemain muda di sekolah sepak bola yang ia dirikan, Ricky Nelson Academy.
Pada 1 Juli 2024, Ricky naik pangkat menjadi asisten pelatih di tim senior Persija. Ia bekerja di bawah kepemimpinan pelatih asal Spanyol, Carlos Pena. Kebersamaan mereka untuk mengarungi Liga 1 Indonesia 2024/2025. Menariknya, Ricky sempat diangkat sebagai pelatih interim Persija pada 1—24 Mei 2025. Kiprahnya sebagai nakhoda sementara tim berakhir dengan rapor 1 menang, 1 seri, 2 kalah dari 4 pertandingan.
Ricky mengemban pekerjaan sebagai asisten pelatih Persija lagi di Liga 1 2025/2026. Ia kali ini bekerja dengan pelatih asal Brasil, Mauricio Souza. Hebatnya, kolaborasi mereka membuat Persija bersaing di tangga perebutan gelar juara dengan menempati peringkat ke-3 di klasemen akhir. Persija membukukan 71 poin dari 34 pertandingan ketika itu.
Ricky Nelson memutuskan mencari tantangan baru setelah bekerja cukup lama bersama Persija Jakarta. Ia diplot sebagai pelatih kepala Persis Solo jelang bergulirnya Championship 2026/2027. Mampukah Ricky Nelson mengembalikan reputasi Persis Solo setelah terdegradasi pada musim lalu?