Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dulu Keringetan di Stadion Manahan, Kini Pau Cubarsi Juara Dunia 2026

Dulu Keringetan di Stadion Manahan, Kini Pau Cubarsi Juara Dunia 2026
Pau Cubarsi (instagram.com/paucubarsi)
Intinya Sih
  • Pau Cubarsí menjadi sorotan dunia setelah tampil gemilang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, menunjukkan kedewasaan dan ketangguhan di lini pertahanan menghadapi Argentina.
  • Sebelum sukses di level senior, Cubarsí pernah bermain di Stadion Manahan Solo pada Piala Dunia U-17 2023, menjadi pilar utama Spanyol muda dan menarik perhatian penonton lokal.
  • Perjalanan dari rumput Manahan hingga panggung dunia membentuk mental baja Cubarsí, menjadikannya simbol kebanggaan bagi masyarakat Solo yang pernah menyaksikan awal kariernya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surakarta, IDN Times — Keberhasilan Timnas Spanyol merengkuh trofi Piala Dunia 2026 pada Senin dini hari (20/7/2026) tadi masih menyisakan euforia luar biasa di seluruh penjuru bumi, Lur. Di balik gemerlap pesta juara La Furia Roja, nama bek muda Pau Cubarsí langsung menjadi buah bibir berkat penampilan spartan dan kedewasaannya mengawal lini pertahanan dari gempuran lini serang Argentina.

Namun, tahu gak sih Sedulur? Sebelum namanya dielu-elukan miliaran orang dan sukses mengangkat trofi emas paling bergengsi di dunia sepak bola senior, Cubarsí ternyata punya memori historis yang sangat lekat dengan masyarakat Jawa Tengah. Pemain bertinggi badan 184 cm ini ternyata pernah berjuang dan 'keringatan' di atas rumput Stadion Manahan, Solo!

Gak percaya? Yuk, kita nostalgia kembali jejak sejarah Pau Cubarsí saat merintis karier di Stadion Manahan Solo sebelum menjadi Juara Piala Dunia 2026 berikut ini, Lur!

1. Menjadi Andalan Spanyol di Piala Dunia U-17 2023 Solo

Spanyol U-17 lolos fase gugur Piala Dunia U-17 2023. (Dok. LOC).
Spanyol U-17 lolos fase gugur Piala Dunia U-17 2023. (Dok. LOC).

Jika memutar kembali memori kolektif kita ke akhir tahun 2023, Indonesia sempat diguncang demam sepak bola internasional saat ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17. Kota Solo, khususnya Stadion Manahan, terpilih menjadi salah satu venue utama yang menggelar laga-laga penyisihan grup hingga babak krusial.

Bocah 16 Tahun di Manahan: Salah satu talenta muda yang dikirim Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) saat itu adalah Pau Cubarsí. Di bawah asuhan pelatih Jose Lana, Cubarsí yang kala itu masih berusia 16 tahun merupakan pilar tak tergantikan di jantung pertahanan Spanyol U-17.

Merindukan Suasana Solo: Warga Solo Raya yang sempat menonton langsung di stadion pasti ingat betul bagaimana ketangguhan bocah ini saat menghalau serangan lawan di bawah terik matahari dan kelembapan udara Kota Bengawan yang cukup menyengat.

2. Kualitas Bintang yang Sudah Tercium oleh Suporter Lokal

Kedatangan Timnas Spanyol Piala Dunia U-17 di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Kedatangan Timnas Spanyol Piala Dunia U-17 di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Meskipun saat itu Spanyol U-17 harus puas terhenti di babak perempat final setelah dikalahkan Jerman di Stadion Manahan, pesona bakat Cubarsí sudah telanjur mencuri perhatian para pencinta sepak bola lokal yang hadir di tribun.

Visi Bermain di Atas Rata-rata: Penonton di Manahan kerap kali berdecak kagum melihat gaya main Cubarsí yang sangat tenang. Ia tidak sekadar menyapu bola (clearing), tetapi mampu mengalirkan bola dari lini belakang ke lini depan dengan umpan-umpan pendek yang akurat, khas akademi La Masia.

Ramah pada Penggemar: Di luar lapangan, Cubarsí juga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan murah senyum saat menyapa para suporter lokal Solo yang menunggunya di sekitar area bus pemain usai laga di Manahan.

3. Dari Rumput Manahan Menuju Puncak Panggung Dunia

Bek Spanyol bernomor punggung 22, Pau Cubarsi, menembak saat pertandingan final Piala Dunia 2026.
Bek Spanyol bernomor punggung 22, Pau Cubarsi, menembak saat pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 19 Juli 2026. (AFP/Odd Andersen)

Siapa yang mengira, proses jatuh bangun dan cucuran keringat di Stadion Manahan tiga tahun lalu adalah kepingan puzzle penting yang membentuk mentalitas bajanya saat ini. Hanya butuh waktu singkat bagi Cubarsí untuk melesat ke level tertinggi.

Juara Dunia Senior: Tepat pada hari ini, Senin, 20 Juli 2026, bocah yang dulunya berlari di Manahan itu telah resmi bertransformasi menjadi seorang juara dunia di level senior. Ia membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk meredam kelihaian para penyerang top dunia di partai final.

Kebanggaan Kota Solo: Bagi masyarakat Solo Raya, keberhasilan Cubarsí memenangi Piala Dunia 2026 ini tentu memberikan kebanggaan tersendiri. Stadion Manahan telah resmi tercatat dalam buku sejarah sebagai salah satu tempat lahir dan berkembangnya bakat sang monster lini pertahanan dunia.

Nah, itulah kilas balik cerita Pau Cubarsí yang ternyata pernah mencicipi rumput kebanggaan warga Solo. Apakah Sedulur termasuk salah satu orang yang beruntung menyaksikan langsung aksinya di Manahan dulu? Tulis ceritamu di kolom komentar, ya! Selamat hari Senin dan salam olahraga, Sedulur!

Share Article
Editorial Team

Latest Sport Jawa Tengah

See More