Comscore Tracker

Pengunjung Grojogan Sewu Bakal Dibatasi, Hanya 180 Orang

Grojogan Sewu dianggap siap hadapi new normal

Karanganyar, IDN Times - Menjelang kondisi penormalan baru alias new normal, sejumlah taman wisata alam yang berada di Jawa Tengah, bakal dibuka secara bertahap. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyatakan salah satu obyek wisata yang saat ini sudah memenuhi standar new normal ialah kawasan air terjun Grojogan Sewu yang terletak di kaki Gunung Lawu, Karanganyar. 

 

1. Air Terjun Grojogan Sewu dianggap paling siap hadapi new normal

Pengunjung Grojogan Sewu Bakal Dibatasi, Hanya 180 Oranginstagram.com/muharrom.sy11

Kepala BKSDA Jawa Tengah, Darmanto mengungkapkan pihaknya saat ini sedang mengecek ulang kesiapan sarana dan prasana serta kelengkapan protokol kesehatan yang diberlakukan di kawasan Grojogan Sewu. 

"Jika menilik instruksi dari Menteri LHK, sejumlah taman wisata alam memang bisa dibuka dengan mengacu aturan new normal. Lalu dari lima taman wisata di Jateng, ada tiga yang dikelola bersama pihak ketiga. Nah, yang paling siap menghadapi new normal itu baru di Grojogan Sewu. Kita sedang upayakn ke arah kesana," ujar Darmanto kepada IDN Times, Senin (29/6). 

Baca Juga: Efek Corona, Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Magetan Ditutup

2. Bupati Karanganyar minta Grojogan Sewu dibuka untuk umum

Pengunjung Grojogan Sewu Bakal Dibatasi, Hanya 180 OrangIDN Times / Larasati Rey

Sedangkan untuk dua taman wisata alam lainya yakni lokasi pemandian air hangat Guci Tegal dan Dieng, saat ini belum mendapat persetujuan dari masing-masing bupatinya sebagai ketua gugus COVID-19.

"Guci dan Dieng belum turun rekomnya dari bupati. Yang sudah turun baru dari Bupati Karanganyar untuk merekomendasikan Grojogan Sewu dibuka untuk new normal," urainya.

3. BKSDA minta wisatawan di Grojogan Sewu dibatasi 30 persen

Pengunjung Grojogan Sewu Bakal Dibatasi, Hanya 180 OrangHari pertama kembali beroperasi masih belum terlalu banyak wisatawan yang datang ke Jatim Park II. IDN Times/ Alfi Ramadana

Pihaknya mengungkapkan sejumlah protokol COVID-19 yang wajib dilakukan oleh pengelola Grojogan Sewu meliputi mengatur alur akses bagi pengunjung hanya melalui dua pintu untuk jalur masuk dan jalur keluar. 

Selain itu, pihaknya mengatakan jumlah pengunjung di kawasan Grojogan Sewu harus dibatasi 30 persen dari total pengunjung yang ada selama ini.

Darmanto bilang jika dihitung dari luasan lokasinya, maka pengunjung yang boleh masuk ke wisata air terjun tersebut maksimal 180 orang.

"Kita sudah bicarakan dengan pengelolanya bahwa jumlah pengunjung di Grojogan Sewu dibatasi 30 persen atau yang boleh masuk maksimal 180 orang dari total pengunjung yang ada saat ini. Kita mempertimbangkan juga dari total kapasitas dan ruang lingkup usaha di sana yang diisi 20 zona usaha," paparnya. 

4. Pihak pengelola Grojogan Sewu diminta cegah kerumunan

Pengunjung Grojogan Sewu Bakal Dibatasi, Hanya 180 Orangunsplash.com/Rob Curran

Ia menyampaikan nantinya akan disebar tim pemantau untuk memonitor perkembangan di sana. Pihaknya pun meminta pengelola menyediakn tempat cuci tangan dan mengatur pengunjung supaya tidak berdesakan. 

Agar perilaku pengunjung Grojogan Sewu dapat dipantau, katanya pihaknya memasang sejumlah papan berisi anjuran pencegahan COVID-19 dan dari pengeras suara. "Kita juga siapkan petugas untuk mengantisipasi potensi kerumunan di Grojogan Sewu. Kalau kondisinya semakin membaik, maka wisatawannya ditambah 50 persen. Kita akan evaluasi setiap minggu," terangnya. 

Baca Juga: Waspadai Virus dan Penyakit Baru! Pengelola Bonbin Jateng Harus Cegah

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya