Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gak Cuma Prambanan, Ini 7 Spot Candi Kece di Sekitarnya yang Wajib Kamu Eksplore

Candi Prambanan
Ilustrasi Candi Prambanan (pexels.com/Pixabay)
Intinya sih...
  • Candi Lumbung: Candi Buddha peninggalan abad ke-9 dengan 16 candi kecil, cocok untuk foto simetris.
  • Candi Bubrah: Candi bercorak Buddha yang megah setelah dipugar dari reruntuhan.
  • Candi Sewu: Kompleks candi Buddha terbesar di Indonesia sebagai bukti toleransi agama sejak zaman dulu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa, sih, yang gak kenal Candi Prambanan? Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini memang jadi primadona kalau kita lagi main ke perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tapi, tahu gak kamu? Ternyata pesona kawasan ini gak cuma ada di candi utamanya (Syiwa, Wisnu, dan Brahma) saja, lho.

Biar momen liburanmu makin berkesan, coba deh melipir ke tujuh spot candi di sekitarnya yang gak kalah aesthetic dan punya cerita sejarah yang luar biasa. Berikut daftar lengkapnya!

1. Candi Lumbung: Si "Gudang Padi" yang Unik

Candi Lumbung (commons.wikimedia.org/Jakubhal)
Candi Lumbung (commons.wikimedia.org/Jakubhal)

Setelah puas berfoto di candi utama, coba jalan kaki sekitar 10 menit ke arah utara. Kamu bakal nemuin Candi Lumbung. Meski namanya Hindu banget, ternyata ini adalah candi Buddha peninggalan abad ke-9. Dinamakan "Lumbung" oleh warga lokal karena bentuk bangunannya yang sekilas mirip tempat penyimpanan padi. Ada satu candi induk yang dikelilingi 16 candi kecil (perwara), pas banget buat kamu yang suka foto dengan latar bangunan simetris.

2. Candi Bubrah: Mahakarya yang Sempat "Berantakan"

potret Candi Bubrah (dok. Wikimedia/Gunawan Kartapranata)
potret Candi Bubrah (dok. Wikimedia/Gunawan Kartapranata)

Hanya berjarak sekitar 200 meter dari Candi Lumbung, ada Candi Bubrah. Dalam bahasa Jawa, bubrah berarti rusak. Nama ini disematkan karena saat ditemukan, candi ini hanya berupa tumpukan reruntuhan setinggi 2 meter. Namun jangan salah, setelah dipugar, candi bercorak Buddha ini tampil sangat megah dengan detail relief yang halus.

3. Candi Sewu: Bukti Toleransi Sejak Zaman Dulu

ilustrasi Candi Sewu (unsplash.com/Apabedanyacom)
ilustrasi Candi Sewu (unsplash.com/Apabedanyacom)

Berjarak 500 meter dari Candi Bubrah, kamu bakal sampai di Candi Sewu. Meski namanya "Sewu" (seribu), jumlah aslinya hanya 249 candi. Kompleks ini adalah candi Buddha terbesar di Indonesia, mengalahkan luas Borobudur, lho! Uniknya, lokasi Candi Sewu yang berdekatan dengan Candi Prambanan (Hindu) jadi bukti kuat kalau nenek moyang kita sudah mempraktikkan toleransi beragama yang sangat harmonis sejak ribuan tahun lalu.

4. Ratu Boko: Keraton Megah dengan "Golden Hour" Terbaik

Istana Ratu Boko
Candi Ratu Boko. (pexels.com/Afvzi)

Berbeda dari yang lain, Ratu Boko sebenarnya adalah bekas kompleks istana dan benteng pertahanan, bukan bangunan suci semata. Terletak di atas bukit, tempat ini menawarkan pemandangan Kota Yogyakarta dari ketinggian. Paling pas ke sini saat sore hari, karena gapura raksasanya adalah spot paling ikonik untuk berburu pemandangan matahari terbenam atau sunset.

5. Candi Plaosan: Simbol Cinta Beda Agama

Candi Plaosan (instagram.com/candi_plaosan)
Candi Plaosan (instagram.com/candi_plaosan)

Candi Plaosan sering dijuluki sebagai "Candi Kembar". Cerita di baliknya romantis banget, lho! Candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan (Hindu) sebagai tanda cinta untuk permaisurinya, Sri Kahulunan (Buddha). Perpaduan arsitektur kedua agama di sini sangat kental, menjadikannya destinasi wajib buat kamu yang ingin belajar tentang harmoni dan sejarah cinta masa lalu.

6. Candi Sambisari: Candi yang "Sembunyi" di Bawah Tanah

Candi Sambisari
Candi Sambisari (https://ptik.fkip.uns.ac.id/)

Candi yang satu ini punya cerita penemuan yang unik. Terkubur selama berabad-abad akibat letusan Gunung Merapi, Candi Sambisari baru ditemukan tahun 1966 oleh seorang petani. Karena sempat terkubur sedalam 6,5 meter, posisi candi ini sekarang berada di bawah permukaan tanah sekitar. Kamu harus menuruni tangga untuk melihat kemegahan candi Hindu ini dari dekat.

7. Candi Ijo: Menikmati Senja di Titik Tertinggi

Candi Ijo (https://sambirejosid.slemankab.go.id/)
Candi Ijo (https://sambirejosid.slemankab.go.id/)

Mau liat pesawat landing sambil nunggu sunset? Candi Ijo tempatnya! Berada di ketinggian 425 mdpl, ini adalah candi tertinggi di Yogyakarta. Selain kental dengan nuansa spiritual Hindu melalui lingga-yoninya, lokasinya yang menghadap ke arah barat menjadikan Candi Ijo spot paling favorit bagi para pencinta fotografi lanskap.

Mau eksplor yang mana dulu, nih? Jangan lupa siapkan kamera dan pastikan baterai ponselmu penuh, karena setiap sudut di candi-candi ini benar-benar memanjakan mata!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest Travel Jawa Tengah

See More

5 Cara Seru Menikmati Kota Lama Semarang biar Gak Gitu-gitu Aja!

17 Jan 2026, 13:29 WIBTravel