Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Wisata Religi Islam di Semarang, Dari Payung Madinah hingga Masjid

Suasana MAJT Semarang saat diambil gambarnya dari atas menara setinggi 19 lantai. Fariz Fardianto/IDN Times
Suasana MAJT Semarang saat diambil gambarnya dari atas menara setinggi 19 lantai. Fariz Fardianto/IDN Times
Intinya sih...
  • Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT): Replika Nabawi di Tanah Jawa
  • Masjid Raya Baiturrahman: Landmark Simpang Lima
  • Makam Mbah Depok: Ziarah di Jantung Kota
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang bukan hanya sekadar ibu kota provinsi, namun juga pusat peradaban Islam yang kaya akan sejarah dan akulturasi budaya. Menjelajahi kota ini saat Ramadan memberikan pengalaman spiritual yang mendalam, mulai dari kemegahan arsitektur hingga ketenangan situs ziarah.

Berikut adalah transformasi daftar destinasi wisata religi di Semarang yang telah diperbarui dengan narasi yang lebih segar:

1. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT): Replika Nabawi di Tanah Jawa

Masjid Agung Jawa Tengah (pexels.com/Rizk Nas)
Masjid Agung Jawa Tengah (pexels.com/Rizk Nas)

MAJT adalah mahakarya arsitektur yang memadukan napas Jawa, Roma, dan Arab. Daya tarik utamanya adalah enam payung raksasa otomatis yang identik dengan Masjid Nabawi di Madinah. Selain interior kaligrafi yang memukau, pengunjung bisa menikmati kebun kurma dan agrowisata melon yang tumbuh subur di area masjid seluas 10 hektare ini.

2. Masjid Raya Baiturrahman: Landmark Simpang Lima

Menara Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang kini bercorak cokelat yang selatas dengan dinding utama masjid. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Menara Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang kini bercorak cokelat yang selatas dengan dinding utama masjid. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Berdiri gagah di pusat nadi kota, masjid ini kini tampil lebih elegan pascarenovasi besar. Wajah barunya dilengkapi dengan kolam reflektif dan air mancur yang menciptakan suasana sejuk di tengah hiruk-pikuk kawasan Simpang Lima. Penataan cahaya saat malam hari menjadikannya lokasi favorit warga untuk menunggu waktu berbuka.

3. Makam Mbah Depok: Ziarah di Jantung Kota

ilustrasi ziarah kubur (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
ilustrasi ziarah kubur (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Terletak di Jalan Depok, makam Habib Thoha bin Muhammad Al-Qadhi (Mbah Depok) menjadi magnet bagi peziarah. Situs bersejarah ini memiliki keunikan berupa perpaduan rumah tradisional Jawa dengan ornamen interior khas Madinah. Suasana teduh di sekitar kolam kompleks makam memberikan ketenangan bagi siapa pun yang berkunjung.

4. Masjid Kauman: Saksi Bisu Perlawanan Kolonial

Masjid Kauman Semarang (google.com/Disbudpar Semarang)
Masjid Kauman Semarang (google.com/Disbudpar Semarang)

Sebagai masjid tertua yang berdiri sejak 1890 di area Aloon-Aloon, Masjid Kauman memiliki karakteristik arsitektur Jawa yang kuat. Menaranya yang menjulang tinggi dan dominasi warna hijau pada eksteriornya menyimpan cerita panjang tentang penyebaran Islam dan pusat pendidikan agama di Semarang pada masa lampau.

5. Masjid Layur (Masjid Menara): Jejak Yaman di Kampung Melayu

Menara Masjid Layur Semarang ditutupi jaring biru saat sedang direnovasi. IDN Times/Fariz Fardianto
Menara Masjid Layur Semarang ditutupi jaring biru saat sedang direnovasi. IDN Times/Fariz Fardianto

Masjid yang dibangun pada 1802 ini terkenal dengan menaranya yang unik dan merupakan pusat komunitas keturunan Yaman. Terletak di Kelurahan Dadapsari, bangunan ini ditetapkan sebagai cagar budaya karena struktur aslinya yang masih terjaga, menawarkan atmosfer kuno yang eksotis di tepi kali Semarang.

6. Masjid Kapal (Masjid Safinatun Najah)

ilustrasi berdoa
ilustrasi berdoa (unsplash.com/Beytullah ÇİTLİK)

Terletak di Podorejo, Ngaliyan, masjid ini memiliki bentuk bangunan yang sangat unik menyerupai kapal kayu besar, terinspirasi dari bahtera Nabi Nuh. Bangunannya terdiri dari tiga lantai yang dikelilingi kolam, memberikan kesan seolah kapal tersebut sedang mengapung. Lokasinya yang berada di tengah pedesaan menjadikannya tempat refreshing yang tenang.

7. Makam Sunan Kuning (Raden Mas Garendi)

ilustrasi ziarah kubur (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)
ilustrasi ziarah kubur (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

Berada di atas bukit wilayah Kalibanteng Kulon, situs ini merupakan makam dari tokoh pejuang yang melawan VOC. Meskipun areanya pernah dikenal dengan kegiatan lain, secara historis dan religi, makam ini merupakan situs sakral bagi para peziarah yang ingin mengenang perjuangan ulama sekaligus bangsawan Jawa tersebut.

8. Masjid As-Safinatun Najah (Pekojan)

Masjid Jami Pekojan jadi saksi bisu syiar agama Islam yang dilakukan warga keturunan Koja di Semarang. IDN Times/Fariz Fardianto
Masjid Jami Pekojan jadi saksi bisu syiar agama Islam yang dilakukan warga keturunan Koja di Semarang. IDN Times/Fariz Fardianto

Berbeda dengan masjid kapal di Ngaliyan, Masjid Pekojan di Semarang Tengah ini kental dengan nuansa akulturasi Koja (India-Pakistan). Setiap Ramadan, masjid ini menjadi pusat tradisi pembagian "Bubur India" yang legendaris, sebuah akulturasi budaya kuliner yang sudah bertahan selama ratusan tahun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest Travel Jawa Tengah

See More

8 Wisata Religi Islam di Semarang, Dari Payung Madinah hingga Masjid

25 Jan 2026, 22:10 WIBTravel