Bukan Mistis, 5 Alasan Kenapa Wanita Haid Sebaiknya Tidak Naik Gunung

"Kalau lagi haid, jangan naik gunung. Nanti 'diganggu', loh!'" Bagi kamu pecinta alam dan wanita, kalimat ini pasti pernah terdengar minimal sekali seumur hidupmu, bukan? Peristiwa biologis normal, seperti menstruasi pada perempuan seringkali dikaitkan dengan hal-hal mistis, termasuk saat mendaki gunung.
Ternyata, larangan ini tidak sepenuhnya salah juga. Ada beberapa faktor dan gejala saat haid yang akan menyulitkan para perempuan saat sedang mendaki, seperti 5 hal ini. Yuk, simak!
1. Tubuh yang kurang fit saat menstruasi

Saat siklus menstruasi dimulai, banyak keluhan yang dirasakan, seperti kram perut, sakit kepala, dan kelelahan. Di sisi lain, mendaki gunung adalah aktivitas fisik berat yang membutuhkan kesiapan fisik yang baik pula. Mendaki saat sedang haid, akan memperparah gejala-gejala yang tadi muncul. Kamu tidak mau terkena anemia atau pingsan di atas gunung, bukan?
Memang, beberapa obat-obatan akan sedikit membantu, tetapi itu hanya sementara sedangkan naik gunung normalnya membutuhkan waktu yang lama. Jadi, sebaiknya kamu tunggu siklus haid selesai, baru boleh mendaki gunung agar kondisi fisikmu lebih prima.
2. Faktor psikologis yang kurang stabil

Kamu pasti pernah merasa tiba-tiba ingin menangis saat melihat video kucing sakit atau marah tanpa sebab 'kan? Beberapa hari setelah kejadian ini 'si tamu merah' pun datang. Ini yang sering disebut mood swing saat menstruasi.
Memangnya apa pengaruhnya dengan naik gunung? Tentu saja ada! Saat mendaki gunung, umumnya akan berkelompok dengan beberapa orang sehingga kerja sama sangat dibutuhkan. Kita dituntut untuk bisa saling mengerti dengan keadaan sesama tim dan mengedepankan kepentingan bersama. Saat mood swing datang, kadang hal kecil saja dapat sangat berpengaruh dan tentu saja ini akan mengganggu kerja sama tim.
3. Pembalut akan mengotori gunung

Secara supranatural, banyak orang bilang kalau darah haid itu akan 'mengotori' gunung yang dianggap suci. Realistically, perempuan yang sedang menstruasi akan mengganti pembalut normalnya 3 - 4 kali sehari. Hal inilah yang dikhawatirkan akan mengotori gunung, yaitu pembalut yang dibuang sembarangan.
Beberapa pendaki berpikir untuk mengubur pembalut untuk menghilangkan jejak sampahnya. Walaupun dikubur, pembalut tidak akan terurai karena tetap ada kandungan plastiknya. Jadi, ini akan tetap mencemari lingkungan.
4. Kebersihan diri kurang terjaga

Saat menstruasi, kamu pasti ingin sering-sering mengganti pembalut dan membersihkan daerah kewanitaanmu. Ini disebabkan karena rasa lembap akibat darah dan cairan lain yang keluar melalui vagina. Saat di atas gunung, walaupun udara dingin, keringat pasti tetap keluar yang menyebabkan pembalut jadi cepat basah. Selain itu, keberadaan toilet dan air di gunung terbatas. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi tempat bakteri dan kuman bertumbuh.
5. Barang bawaan dan logistik akan jadi lebih banyak

Logistik dan barang bawaan berkilo-kilo sudah jadi makanan sehari-hari pendaki gunung. Tetapi, kalau kamu mendaki saat haid, bawaanmu akan bertambah lebih banyak lagi, seperti membawa pembalut bersih dan sampahnya, celana bersih tambahan, air lebih banyak, obat-obatan, dan masih banyak lagi. Meskipun terlihat ringan, ini pasti akan berkontribusi menambah beban di tasmu.
Itu dia 5 alasan kenapa perempuan haid sebaiknya jangan naik gunung dulu. Bukan karena sebab mistis, ini lebih untuk kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan selama mendaki. Kalau sedang haid, kamu akan tetap naik gunung atau menunggu selesai, nih?