Comscore Tracker

Gangguan Cuaca, Sayuran Tambah Mahal, Emak-emak di Semarang Mumet

Emak-emak sambat kubis jadi mahal

Semarang, IDN Times - Perubahan cuaca yang tergolong ekstrem belakangan ini menyebabkan pasokan sayuran di sejumlah wilayah Jawa Tengah menjadi tersendat. Dampaknya, sejumlah emak-emak mengeluhkan harga sayuran yang mendadak menjadi mahal. 

Dari pantauan IDN Times di pasar pagi kompleks Pasar Johar Jalan Kauman Semarang, harga berbagai jenis sayuran sudah melambung tinggi sejak sepekan terakhir. 

1. Harga kubis, wortel, kentang jadi mahal

Gangguan Cuaca, Sayuran Tambah Mahal, Emak-emak di Semarang Mumetilustrasi kentang (pexels.com/Nova Indah)

Harga kubis misalnya saat ini dipatok Rp12 ribu per kilogram. Nur Kasanah, seorang warga Semarang Utara kaget saat tahu harga wortel, daun seledri dan sejenisnya naik drastis ketimbang kondisi normal.

"Biasanya beli sop-sopan dikasih kubis, tapi ini berhubung gak kubisnya mahal, jadinya saya beli sayuran seadanya aja," kata Nur kepada IDN Times, Kamis (2/6/2022). 

Ia mengatakan, harga kentang, bayam dan cabai juga ikutan bertambah mahal. Padahal, ibu satu anak ini biasanya rutin membuat sayur untuk suami dan putri kesayangannya. 

Baca Juga: Jalan-jalan ke Semarang, Wajib Cicipi 15 Kuliner Legendaris Ini!

2. Pedagang sayuran mengaku pasokan lagi seret

Gangguan Cuaca, Sayuran Tambah Mahal, Emak-emak di Semarang MumetIlustrasi pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww)

Terpantau juga sejumlah pedagang mengaku naiknya harga sayuran disebabkan pasokan dari para petani yang sangat terbatas. Wijinah, seorang pedagang sayuran di pasar pagi kompleks Pasar Johar Jalan Kauman berkata pasokan seret karena daerah Ambarawa dan Temanggung kerap dilanda hujan yang lebat. 

"Sayurannya berkurang drastis. Ya jadinya apa-apa jadi mahal semua," paparnya. 

3. Banyak sayuran yang busuk

Gangguan Cuaca, Sayuran Tambah Mahal, Emak-emak di Semarang Mumetilustrasi sayuran berdaun hijau (unsplash.com/ Bonnie Kittle)

Di Kampung Karangrejo Timur, Kelurahan Jatingaleh, sejumlah warga juga mengeluhkan kondisi serupa. Seorang ibu dua anak, Jovita Nugroho, ketika berbincang dengan IDN Times, mengeluhkan sayuran yang dijual oleh pedagang keliling langgananya kini banyak yang busuk. 

"Biasanya kan bakulnya ambilnya dari Sumowono. Nah, karena sekarang kan sering hujan deras, dimana-mana hujan gak menentu, sayuran yang dijual juga sedikit. Kalau pun ada, banyak sayuran yang ukurannya kecil-kecil," keluhnya. 

4. Disperindag akui pasokan sayuran terganggu

Gangguan Cuaca, Sayuran Tambah Mahal, Emak-emak di Semarang MumetIlustrasi Pasar (IDN Times/Besse Fadhilah)

Kepala Disperindag Jateng, Arief Sambodo mengatakan, mahalnya harga sayuran karena beberapa sentra penghasil sayuran di Jateng kini sedang mengalami cuaca ekstrem. 

Diakuinya pula bahwa kini pasokan sayuran memang sedang tersendat.

"Pada dasarnya sayuran tidak termasuk kami pantau, karena pemantauan sebatas pada bahan pokok (bapok). Sedangkan sayuran bukan termasuk bapok. Namun demikian kenaikan sayuran lebih karena pasokan yang belum lancar karena terganggu oleh anomali cuaca, Mas," terangnya. 

Baca Juga: Ganjar Pranowo Minta Warga Jateng Waspadai Cacar Monyet: Sudah Ada Indikasi

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya