Antrean SPBU Bukan karena Stok Habis, Ini Penjelasan Pertamina

- Pertamina memastikan stok BBM dan LPG aman selama Ramadan dan Idulfitri, dengan Satgas yang sudah disiapkan sejak Januari 2026 untuk menjaga kelancaran pasokan energi nasional.
- Seluruh kilang beroperasi maksimal, SPBU siaga 24 jam, serta armada kapal dan mobil tangki dikerahkan agar distribusi energi antarpulau dan antarwilayah tetap terkendali.
- Antrean di SPBU terjadi karena lonjakan permintaan, bukan kekosongan stok; pasokan Jawa Tengah juga stabil berkat jaringan pipa dari Kilang Cilacap hingga Boyolali dan Semarang.
Batang, IDN Times - Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra memastikan kesiapan layanan energi selama periode Ramadan dan Idulfitri. Salah satunya melalui persiapan Satuan Tugas (Satgas) yang sudah berjalan sejak bulan Januari 2026. Ia menyatakan, masyarakat tidak perlu panik terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun LPG pada arus mudik dan balik.
1. Kapasitas kilang dan operasional SPBU

Ega mengungkapkan, ketersediaan BBM saat ini berada di atas rata-rata operasional. Seluruh kilang Pertamina beroperasi secara maksimal menggunakan model operasi kuantitas (quantity) untuk mengejar target produksi penuh.
Sebagai bentuk antisipasi lonjakan mobilitas, Pertamina menyiapkan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beroperasi 24 jam dan menyiagakan armada mobil tangki kantong di lokasi strategis.
"Armada kapal juga beroperasi maksimal sehingga pasokan energi antarpulau terdistribusi dengan baik dan terkendali," katanya di sela-sela pantauan pengecekan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung di Rest Area KM 379A Batang, Rabu (18/3/2026).
2. Kondisi pasokan Jawa Tengah yang terkoneksi pipa

Khusus wilayah Jawa Tengah, stok LPG dan BBM terpantau aman dengan ketahanan rata-rata di atas 21 hari. Ega menyatakan, pasokan untuk Jawa Tengah stabil karena terhubung langsung dengan jaringan pipa dari Kilang Cilacap menuju Yogyakarta dan Boyolali.
Saat ini, lanjutnya, Pertamina juga sedang membangun jaringan pipa dari Boyolali menuju Semarang.
"Dari Cilacap juga terkoneksi pipa sampai ke Bandung. Sehingga pasokan Jawa Barat sampai Jawa Tengah ini kalau ada apa-apa cepat, karena kita hanya membuka keran katup dan terkoneksi dengan kilang," jelas Ega.
3. Mitigasi daerah atensi dan pascabencana

Ega menambahkan, Pertamina memberikan atensi khusus pada wilayah kepulauan Salah satunya untuk Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara.
Distribusi ke wilayah tersebut menggunakan moda transportasi kapal dengan volume besar dan pengiriman jauh hari. Kondisi cuaca laut yang bersahabat membuat proses pasokan berjalan lancar sesuai rencana.
4. Masyarakat diimbau tidak panik

Terkait antrean di beberapa SPBU, Ega menegaskan, hal tersebut merupakan imbas dari tingginya permintaan akibat peningkatan mobilitas masyarakat, bukan karena kekosongan stok.
"Proses produksi dan suplai terus berjalan seperti sistem pompa tangki air di rumah; ketika volume air menurun saat digunakan, pompa secara otomatis akan mengisi kembali," ujarnya.
Untuk LPG bersubsidi, Ega mengeklaim, sistem distribusinya berjalan normal menggunakan pencatatan transaksi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

















