Singgah di Posko Mudik Banser di Banyumas, ada Masjid Ramah Pemudik

- Kemenag menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program Masjid Ramah Pemudik untuk menyediakan tempat singgah aman dan nyaman selama arus mudik Lebaran 2026.
- Program ini mendorong pengelola masjid meningkatkan fasilitas seperti area istirahat, kamar mandi, dan air minum gratis agar masjid berfungsi ganda sebagai pusat ibadah sekaligus pelayanan sosial masyarakat.
- Posko Mudik Banser Wangon di Masjid Jami Al Huda Banyumas menjadi contoh nyata kolaborasi relawan yang menyediakan minuman gratis dan area istirahat bagi pemudik sepanjang perjalanan.
Banyumas, IDN Times – Arus mudik Lebaran 2026 tak hanya identik dengan kemacetan dan perjalanan panjang, tetapi juga menghadirkan wajah baru pelayanan publik berbasis keagamaan.
Kementerian Agama (Kemenag) menyiagakan sebanyak 6.859 masjid di seluruh Indonesia dalam program Masjid Ramah Pemudik, sebagai tempat singgah yang aman dan nyaman bagi para pemudik.
Program ini menjadi upaya memperluas fungsi sosial masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi saat mudik lebaran 2026.
1. Masjid jadi alternatif tempat istirahat pemudik

Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Banyumas, Agus Setiawan, mengatakan program ini sangat prospektif karena menggabungkan fungsi ibadah dan pelayanan sosial dalam satu ruang.
“Secara rasional, masjid sebenarnya tempat paling nyaman untuk singgah ketika orang melakukan perjalanan jauh. Tetapi selama ini kita jarang menjadikan masjid sebagai destinasi utama untuk beristirahat,” ujar Agus kepada IDN Times saat meninjau kesiapan program di Masjid Jami Al Huda, Wangon, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, perjalanan jauh sering membuat pemudik kelelahan dan membutuhkan tempat singgah yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memungkinkan mereka tetap menjalankan ibadah dengan baik.
“Kalau orang singgah di masjid, mereka tidak hanya beristirahat, tetapi juga tetap bisa beribadah di tengah perjalanan,” tambahnya.
2. Dorong masjid lebih ramah dan fungsional

Agus menjelaskan, program ini juga mendorong pengelola masjid untuk meningkatkan kualitas layanan. Fasilitas seperti tempat wudu, kamar mandi, hingga area istirahat diharapkan selalu dalam kondisi bersih dan layak.
Program Masjid Ramah Pemudik juga menjadi bagian dari implementasi prioritas Kemenag dalam pemberdayaan rumah ibadah. Dengan jaringan masjid yang luas di seluruh Indonesia, potensi pelayanan sosial dinilai sangat besar jika dikelola secara optimal.
“Kita ingin menunjukkan bahwa rumah ibadah dapat memberikan layanan nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Partisipasi ribuan masjid di berbagai daerah menjadi indikator positif keberhasilan program ini. Sejumlah masjid bahkan menyediakan fasilitas tambahan seperti air minum gratis, tempat istirahat, hingga takjil bagi pemudik.
3. Cerita pemudik saat istirahat di posko mudik banser wangon

Salah satu pemudik, Dayani, warga Sumedang, mengaku merasakan langsung manfaat program ini saat melintas di Banyumas melalui jalur selatan. Ia singgah di Posko Mudik Satkoryon Banser Wangon yang berada di pelataran Masjid Jami Al Huda, Jalan Raya Timur Wangon dalam perjalanan menuju Yogyakarta.
Dayani berangkat dari Depok sejak dini hari bersama keluarganya dan memilih berhenti sejenak untuk beristirahat. "Saya merasa terbantu sekali dengan adanya masjid yang dibuka untuk pemudik. Kita bisa istirahat dengan tenang, apalagi kalau bawa anak kecil,"ujarnya.
Menurutnya, fasilitas yang tersedia cukup memadai untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan panjang. Posko yang mulai beroperasi sejak 16 Maret 2026 ini dijaga oleh anggota Banser bersama relawan, termasuk pelajar Pramuka dari SMK Ma’arif NU 1 Wangon.
“Tadi ditawari teh, kirain tidak ada, soalnya sempat beli di luar, ternyata di sini disediakan gratis,"ucapnya.
4. Oase ditengah perjalanan panjang para pemudik

Koordinator Posko Mudik Banser Wangon, Tofik, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pemudik. Selain minuman gratis seperti teh dan kopi, posko juga menyediakan area lesehan dengan karpet bersih. "Kami ingin pemudik bisa beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan,"ujarnya.
Posko ini terbuka bagi seluruh pemudik, baik yang menuju kampung halaman maupun kembali ke kota asal. Dengan fasilitas sederhana namun memadai serta suasana yang hangat, posko ini menjadi “oase” di tengah perjalanan panjang para pemudik.
Program Masjid Ramah Pemudik menunjukkan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat beribadah, masjid dengan keberadaan posko mudik hadir sebagai ruang aman, nyaman, dan penuh kepedulian bagi para pemudik lebaran 2026.


















